Oct 1, 2009

I Still Try To Find My Place

Tiba-tiba keinget lirik Diary of Jane-nya Breaking Benjamin. "As I burn another page, as I look the other way, I still try to find my place in the diary of Jane."

Bukan, bukan mau bahas Breaking Benjamin ato si Jane entah siapa itu.

Cuma mau bahas makna yang terkandung di lirik tersebut. Well, here I go. Dalam kehidupan kita selalu sibuk "membaca" orang lain untuk mencari apa arti diri kita bagi mereka. Apakah kita sebagai teman, musuh, sahabat, anak, kakak, adik, maupun seseorang yang lebih dari sahabat. Apakah kita cukup baik ato buruk bagi mereka, seberapa baik kah kita bagi mereka, dan seberapa buruk kah kita bagi mereka. Apakah kita hanya sebagai seseorang yang meninggalkan catatan kecil di buku mereka dan segera dilupakan karena tidak terbaca lagi saat mereka membalik halaman buku mereka. Ataukah sebagai orang yang meninggalkan coretan dengan tinta warna yang lain, sehingga masih akan tetap menarik perhatian saat mereka membalik-balik halaman buku mereka.

Si Abang pernah bilang, "My friend is my foe (temanku adalah musuhku sendiri)." Saya harap tidak ada di antara kalian semua yang meninggalkan catatan sebagai teman sekaligus musuh.

Dan apa yang akan kita lakukan setelah kita menemukan catatan diri kita di dalam buku mereka? Apakah kita akan menyuruh mereka berhenti menulis? Ataukah sebaliknya? "Tetaplah menulis tentang diriku dengan tinta warna favoritmu." itukah yang akan kita katakan? Atau kita akan masa bodoh? Terserah mereka, mau tetap menulis, atau berhenti, atau menulisnya dengan tinta warna yang paling dibenci, atau bahkan membakar kertas itu. It's all your choise and I hope you'll choose the best one.

Enjoy your writing and your reading.

Nite, everyone.

9 comments:

Anonymous said...

Lwh seru nek mbahas si jane bro. Yakin.
Konon nek ngrungoke lagu diary of jane di atas jam 0.00 akan trdengar suara perempuan nyanyi. Ad yg bilang jane bakal nunjukin dirinya. Penampakan jane jg punya bnyk versi yg brbeda-beda...ad yg bilang jane tu cewe cantik n seksi, ad yg bilang jane tu tante2 girang, versi laen mngatakan jane tu nenek2 perot kayak mak erot...versi lbh extreme lg jane tu sbenarnya cowo.
Sbenarnya ini sdh mjdi kontroversi di masyarakat. Jd misteri trbesar di sini adlh siapakah joko sbnarnya?

BrenciA KerenS said...

malah ngakak sama yang komen diatasku.. joko itu sapa yaa??

senoaji said...

Seperti ungkapan Pramudya A. Toer "menulis adalah bekerja untuk keabadian. Orang bisa saja pandai setinggi langit, tapi selama tidak menulis, maka ia akan hilang dari sejarah."

walopun tidak untuk sejarah terbesar negeri, setidaknya kita membuat sejarah itu sendiri, entah sebagai pelaku atau penikmat, minimalnya kita sendiri sebagai saksinya...

good writting Pit!

mursid said...

melu ngekek moco komen sing pertamax kuwi...
koq iso tekan joko kuwi lho...

nelli_l_yunara said...

Kalau teman sekaligus musuh, ini yg namanya musuh dalam selimut kali ya, atau malah musuhnya berselimut hahaha

salam

RumahIdedanCerita said...

Terus berkarya Pit, dan terus susun kepingan hidupmu menjadi bangunan yang utuh dan indah

Sang Cerpenis bercerita said...

keep writing!keep blogging! of course...

Cah Ndueso said...

pipit? lam kenal aja deh....

Catatan Dadan Suryana said...

Benar juga tuh, kita kadang -kadang sering membaca orang dan orang pun tampaknya sering membaca kita. Tapi yang terpenting yang harus diperhatikan adalah bacaan Tuhan atas diri kita. Terima kasih salam kenal ya.