Dec 29, 2009

Hujan, Rindu, dan Sayang

"Di sana hujan? Di sini hujan," kata orang itu.
"Enggak, cuma mendung,"jawab gadis itu. Dulu, orang itu pernah menyusulnya di malam hari saat gadis itu sendirian menatap kanvas hitam. Akankah hujan kini menyusulnya di saat orang itu tak bisa bertemu dengannya?

Ah, ternyata benar. Hujan mengerti kerinduan gadis itu. Terima kasih, hujan.

"Hei, hujannya nyusul ke sini," kata gadis itu.
"Eh? Hebat ya."
"Hihi, iya. Lucu, deh."
"Hei."
"Ya?"
"Aku sayang kamu."
Tak terdengar sepatah kata pun dari mulut gadis itu. Gadis itu takut suara hujan akan menenggelamkan suaranya. Tapi, satu hal yang perlu diketahui, gadis itu tersenyum dan berharap orang itu melihat senyumnya, mengetahui bahwa gadis itu akan berkata hal yang sama.

10 comments:

Ivan Kavalera said...

nice post. aku suka diksimu.

Newsoul said...

Hm...kisah yang indah. Jadi, sang gadis ditembak hatinya saat hujan ya. Nice.

BrenciA KerenS said...

Cie..ahirnya ditembak juga...

Kabasaran Soultan said...

Disana hujan
Disini hujan
Jualan payung yukkkkk
pasti laku.
wakakakakakaka

Iseng aja bisa bikin cerita romantis
hebat deh dikau.

Pipit said...

enggak dtembak, cuma pengungkapan rasa sayang aja ^_^

Henny Y.Wijaya said...

hujan..emang desember penuh rintik hujan.
salam kenal ya :)

Newsoul said...

Pit, ada award untukmu di tempat saya. Selamat beraktivitas.

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, nyatakan cinta nih yee...met tahun baru, pit.

senoaji said...

Wangun!

7sa6Strategy said...

oh..ngerti ,ngerti!dya lagi telpon telponan kan ma cowo kanvas hitam ntu...

hahaha..keren latar ceritanya...
imajinatif...

asal jangan tiba tiba mati lampu ajah (kena pemadaman listrik bergiliran)..hahaha...
putus deh...

salam kenal!
n_n