Jul 21, 2010

I Hope I Can See You Around

Gadis berponi itu duduk kelelahan di lantai, menyandarkan badannya ke tembok yang dingin. Dia memperhatikan teman-temannya yang masih sibuk dengan urusan masing-masing, mondar-mandir, mulut komat-kamit, dan wajah mereka terlihat tegang serta penuh keringat.

Hidup ini kian lama kian "hectic" saja, pikir gadis berponi itu.

"Hey, bocah!" seru seorang temannya. Seorang laki-laki yang mungkin setahun lebih tua darinya. Entahlah, gadis itu tak tahu persis. Dia baru mengenalnya hari itu juga.
"Oi?" respon singkat si gadis.
"Dasar anak kecil, cepet capeknya," canda orang itu sambil ikut duduk di sampingnya. Kemudian orang itu tertawa kecil. Tawa yang renyah.
"Hehe... Lha, kamu sendiri juga kecapekan, kan?" balas gadis itu.
"Errrr... Hehe..." Ah, orang itu tak mampu menjawabnya, hanya tertawa kecil.

Ah, tawa itu lagi, pikir gadis berponi itu, begitu renyah dan ringan. Tawa yang jarang dimiliki orang kebanyakan.

"Sejak pertama kali bertemu, ternyata kamu belum berubah, ya. Masih saja seperti anak kecil," kata orang itu.
"Eh? Sebelum ini kita pernah bertemu?" Gadis itu mencoba memutar 'film' yang ada di otaknya.
"Eh? Kamu gak inget?" Tampak raut kecewa di wajah orang itu.
"Errrr... Nope," jawab gadis itu sambil menggeleng.
"Haha! Dasar pelupa. Atau memang kau tidak menyadari bahwa aku ada di sana, ya?"
"Kalau boleh tau, kapan kah itu?"
"Waktu kau pergi makan malam dengan kakakmu dan teman-temannya. Aku kan salah seorang temannya juga."

Ah, malam itu, pikir gadis itu. Kenangan itu. Kenangan yang seharusnya dihapus. Kenangan di mana dia bertemu dengan orang yang saat ini seharusnya dilupakannya.

"Ah, aku terlalu sibuk memandangi langit mungkin. Dan pandanganku terhalang oleh...," gadis itu ragu untuk melanjutkan kalimatnya, "Oleh orang lain. Maaf."
"Tak perlu minta maaf," kata orang itu.

Kedua orang itu terdiam.

"Hey, ayo pulang!" teriak seseorang memecah keheningan.
"Aku pulang duluan, ya," pamit gadis itu.
"Oke. Hati-hati."

Gadis itu mulai berjalan dengan langkah kecilnya dan tiba-tiba membalikkan badannya. Dia berkata,"I hope I can see you around. Soon."


-saya sungguh ingin mendengar tawa renyah dan jenaka itu lagi-
^_^

3 comments:

inge / cyber dreamer said...

wah... tawanya renyah jadi ketagihan yah...

met maleeeem ^^
met istirahat ^^

senoaji said...

kamu memang hebat membangun suasana..

sisca said...

wah, mantab nih share artikelnya,.
makasih banyak gan,.