Aug 15, 2010

Bisakah Kau Kemari?

"Hei, kau di mana?"

"Aku? Ada apa memangnya?"

"Kita berada di satu tempat kan? Kau terlalu kecil, tertutup oleh yang lain."

"Ah, iya. Benar juga. Kita berada di satu tempat. Sekarang, aku yang tanya, kau di mana?"

"Aku? Di atas. Kau bisa melihatku?"

"Entahlah. Banyak yang menghalangi pandanganku di sini."

"Dasar. Kau akan mengenali sinarku."

"Ah, iya. Kau yang paling terang dan berkerlip-kerlip."

"Bagaimana? Sudah dapat melihat sinarku dari tempatmu berdiri sekarang?"

"Ya. Aku dapat melihat sinarmu."

"Kemarilah."

"..."

"Halo?"

"..."

"Hei, halo?"

"Tidak. Aku di sini saja."

"Eh?"

"Kau terlalu jauh di atas sana."

4 comments:

inge / cyber dreamer said...

ada makna yang dalem banget dari cerita singkat itu ^^

senoaji said...

kabari aku jika kamu jatuh ya..

mitosnya..

apapun yang aku cocolkan dari mulut kehati dan terproses menjadi keinginan bisa kamu bawa serta sebagai proposal

jadi kabari aku kapan kamu akan jatuh terjun bebas..

disini aku akan menangkap pesanmu..

TLEPOK!!

nurannisaa7 said...

sek ya.. lagi sibuk..

Andy MSE said...

bukan komen melainkan sekedar menyapa... :-)