Sep 30, 2010

Timbul dan Tenggelam

Seperti biasa, gadis itu menunggu di tepi pantai di bawah langit biru, kaki mungilnya memainkan pasir putih, telinganya mendengarkan suara laut dan angin, rambut pendeknya dibiarkannya menari-nari mengikuti angin, serta matanya menyipit memandang ke arah laut. Dia menunggu makhluk yang kadang muncul ke permukaan air dan mengajaknya duduk beralaskan pasir putih. Tapi, terkadang makhluk itu akan kembali ke dalam laut dan hilang ditelan birunya air. Gadis itu akan merasa kesal dan sedih jika makhluk itu kembali menyelam dan tak terlihat.

Kemudian gadis itu berkata pada birunya laut, "Hei, kenapa kau selalu saja seperti ini? Kadang kau muncul, kadang kau menghilang. Kau tau kan aku tak bisa berenang menyusulmu dan menarikmu kembali ke darat. Asal kau tau, di darat, aku kesepian."

"Hei, aku mendengarmu," tiba-tiba makhluk itu berada di belakangnya. "Aku mengawasimu dari tadi. Sekarang, coba lihat dirimu dan diriku baik-baik. Bercerminlah. Kau lah yang seharusnya makhluk laut. Aku adalah makhluk darat. Kau tak berani menyentuh air. Kau takut tenggelam. Air adalah kehidupanmu. Pikirkanlah itu."

5 comments:

inge / cyber dreamer said...

kadang tanpa kita sadari kita menghindari apa yang seharusnya kita lakukan >.<

Heru Purwanto said...

Aku ikut timbul tenggelam ahh.. :)

Ebik dei said...

ya Allah...
ndolo tenan...hehe

Mayyadah Or Maya said...

wuihh, tulisan penuh makna filosofis bgt! aku suka ^_^

Anonymous said...

The best hearts are always the bravest.

-----------------------------------