Dec 22, 2010

Bertahanlah, Tembok

Sudah beberapa lama ini saya membangun tembok pertahanan. Tembok yang saya bangun dengan susah payah agar menjadi tembok yang kokoh, melindungi saya. Saya tau tembok ini belum sempurna. Belum seperti yang saya harapkan. Tapi ini sudah mencapai setengah jalan. Dan saya tidak mau tembok ini runtuh dengan mudahnya karena belum sempurna. Dan saya tidak akan mengijinkan siapa pun merubuhkannya.

Maaf karena saya telah bersikap sombong. Kamu adalah satu-satunya orang yang mampu merubuhkan tembok ini dengan mudahnya. Dan saya tidak akan mengijinkanmu untuk menyentuhnya sama sekali.

6 comments:

indrahuazu said...

tembok e seko beton po watu?

Pipit said...

@indrahuazu soko ati ndro ;p
*uhuk*

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, siapakah dia?

agito-chan said...

wow, metafora yang bagus...
semoga tembok kk tetap bertahan sampe dia jadi bener2 kuat

agito-chan said...

kak, dapet award dari ag
ambil ya.. :D

kira said...

like it...