Dec 17, 2010

Memori Tentangmu

“I’m falling into the memories of you, things we used to do.”
(Yellowcard-One Year, Six Months)


Entah kenapa, bukan dalam rangka apa-apa juga, memori saya berlari ke kisah tentang seseorang. Dan saya ingin berbagi cerita tentang seseorang itu. Seseorang yang pernah saya kagumi, meninggalkan jejak yang begitu jelas di perjalanan hidup saya. Mungkin bukan hanya di kehidupan saya saja, kehidupan orang lain juga, banyak orang, saya tahu itu.

Asal kalian tahu, dulu, saya begitu mengagumi orang ini. Rasa kagum yang sangat besar. Dia merupakan orang yang pandai masuk dalam kehidupan orang lain, banyak orang, dan membuat jejak kakinya di sana. Dan dengan mudahnya dia pergi begitu saja. Tak peduli bahwa orang lain menaruh perhatian yang besar kepadanya, memikirkannya, dan mengkhawatirkannya.
Saya ingat, dulu, saya selalu menyanyikan satu lagu untuk dia. Pernah suatu saat suara kita menyatu menyanyikan lagu itu. Tapi, saya tahu, suaranya tidak ditujukan untuk saya. Untuk orang lain. Haha… Masa bodohlah, yang penting saya bisa menikmati lagu itu bersamanya.
Ketika saya memutuskan untuk menjalani hidup bersama orang lain, —hanya untuk sementara waktu, biasalah, anak muda. Haha— rasa kagum itu menghilang. Saat itu, saya tidak mempunyai keberanian untuk mendengarkan lagu itu. Hal itu muncul karena ketakutan jika rasa kagum itu kembali muncul. Saya menghormati orang yang sedang “bersama” saya waktu itu. Bagaimana jadinya jika saya kembali mengagumi orang itu di saat saya “bersama” orang lain? Saya tahu, rasa kagum ini terlalu besar dan susah payah saya harus “kembali ke bumi”, kembali kepada realita bahwa rasa ini tidak setimpal. Jerih payah saya ini tidak boleh sia-sia. Dan saya begitu menghormati orang baru yang datang dalam kehidupan saya, membuat jejak yang lain.
Dan ketika saya diharuskan untuk berjalan sendiri lagi, tidak menuntun atau dituntun oleh orang lain, rasa takut itu pun hilang. Bukannya masih menyimpan rasa kagum itu, hanya merasa takjub saja bila mengingat bahwa saya pernah mengagumi seseorang dengan rasa yang begitu besar seperti itu.

Itulah kisah seseorang yang pernah saya anggap spesial di kehidupan saya. Hanya ingin membagi memori saya.

7 comments:

stroberi said...

kagum bisa menimbulkan cinta. kagum berlebihan kadangbisa bikin kecewa

agito-chan said...

mmmm.. keren ceritanya.
cowok?
orang itu pasti punya banyak pesona.
jadi penasaran,,, kok gak dikasih fotonya? haha
*nice blog, salam kenal kak*

agito-chan said...

oia... ag follow ya kak

inge / cyber dreamer said...

rasa kagum... hmmmm... begitu besar hingga seakan tak akan terganti, walau mungkin ada yang mengganti >.< seperti itu kah?

indrahuazu said...

ngomongke aku to?wah dadi pekewuh..

Nuri Ok said...

heem.... jdi ini ceritanya? keren mbak.... (applause)

J O N K said...

hmmm, di satu sisi kamu ingin, di satu sisi kamu harus berhadapan dengan kenyataan si "dia" mempunyai kemungkinan besar untuk tidak didapatkan :D

semoga secepatnya mendapatkan yang kamu butuhkan, supaya mulai lupa pada sesuatu yang kamu inginkan.

PItoooo. kangeeen dahh, hahahaha