Dec 12, 2010

Teriakan Yang Terbaca

Ah, kau berteriak
Kau baru saja berteriak bukan?
Bukan, itu bukan teriakan yang dapat didengar
Itu teriakan yang terbaca
Kau berteriak melalui tulisan
Karena saat kau bersuara, tak ada yang mendengarkan bukan?
Dengan tulisan, kau berharap mereka yang tidak bisa mendengar mampu membacanya
Semoga saja mereka membacanya

Tenang saja
Aku sering melakukan itu
Menulis dalam teriakan
Karena saat aku bersuara, mereka tidak mendengarku
Dengan tulisan, aku berharap mereka yang tidak bisa mendengar mampu membacanya
Dan, ya, sebagian dari mereka membacanya dan mampu mengerti
Sebagian lagi hanya membacanya dan pergi begitu saja, tak mampu mengerti
Sisanya, melihat saja pun tidak, apalagi membacanya

Aku pernah berteriak untukmu
Ah, terlalu sering
Senang rasanya saat kau menoleh, menyapa, menyuruhku untuk bersuara normal karena kau mendengarku
Tapi, kau terlalu sering untuk tidak mendengar, membaca, bahkan melihat

4 comments:

indrahuazu said...

waw....keren....

aneg anindita said...

jadi begitu ya...

inge / cyber dreamer said...

yup, aku juga sering berteriak dalam tulisan... tapi sepertinya tak ada yang mengerti walau mereka sebenarnya membaca, atau tak mau mencoba mengerti yah -_-"

stroberi said...

teriakan dlm sunyi itu namanya