May 2, 2011

Menunda Aku

Entah kenapa belakang ini saya merasa kehilangan diri saya sendiri. Tidak menikmati apa pun yang saya lakukan. Sering timbul rasa benci, tetapi kemudian hilang begitu saja, dan muncul kembali. Hingar bingar yang memekakkan telinga. Cahaya yang membutakan mata. Tetapi, terkadang hanya hingar bingar dan cahaya yang dapat membuat saya menari.
Saya merasa bahwa saya “menunda” untuk menjadi “aku”. Sepertinya memang saya telah lama membuang “aku”.



Cogito ergo sum, merupakan ungkapan yang diutarakan oleh Descrates yang mempunyai arti: aku berpikir, maka aku ada. Ini adalah ilmu yang pernah saya dapatkan di semester satu. Manusia adalah makhluk yang berpikir. Mengapa menggunakan “aku”, bukan “saya”, di dalam ilmu filasafat? Karena “aku” lebih mengungkapkan keutuhannya.
Pernah suatu malam saya menjadi “aku”. Aku yang sepenuhnya. Tapi, keesokan harinya, saya tahu bahwa saya hidup di dunia nyata dengan segala rasionalitas dan perasaan yang membungkusnya. Saya begitu menikmati malam itu. Terima kasih telah membuat saya mengambil “aku” dan mengenakannya malam itu.

“You make me honest, you make me a whole person.” (Mulder, The X-Files)

Gambar di ambil di sini.

4 comments:

ivan kavalera said...

Sebuah alienasi kah? Tapi memercikkan inspirasi..

Segawon said...

nih..tak kasih...

senoaji said...

ulasanmu bermakna kontemplasi

fizer0 said...

saya tidak bisa selamanya menjadi aku, butuh keberanian untuk mencapai itu....