Dec 26, 2011

Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas

Saya ingin mengulas sebuah buku yang baru saja saya selesai baca di antara kepenatan mengerjakan skripsi. Sebenarnya ini bukan termasuk buku baru juga, sih. Judul buku itu adalah Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas, novel Andrea Hirata setelah tetralogi Laskar Pelangi.
Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas



Novel ini merupakan dwilogi karya Andrea dalam satu buku sekaligus. Pemeran utama di dalam dwilogi ini masih sama dengan Laskar Pelangi, yaitu Ikal. Beberapa tokoh lain juga pernah muncul di dalam Laskar Pelangi. Karena para tokohnya masih sama, setting tempat pun masih sama, di Belitong.
Padang Bulan merupakan seri pertama yang berceritakan tentang dilema yang dialami si Ikal. Ikal yang lulusan universitas luar negeri harus dihadapkan pada tuntutan sosial, yaitu mencari pekerjaan yang sepadan dengan pendidikan tingginya. Dia harus keluar Belitong untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Jakarta, menurut orangtua Ikal, merupakan daerah yang lebih pantas untuk status pendidikannya. Tetapi, Ikal tidak ingin meninggalkan Belitong karena di sanalah dia bisa setiap hari bertemu pujaan hatinya, A Ling. Jika dia tetap di Belitong, dia harus siap menerima pekerjaan kasar atau malah menganggur. Masalah semakin runyam ketika tersiar kabar dari Detektif M. Nur (teman Ikal yang gayanya sok detektif) bahwa A Ling sudah mempunyai tunangan. Laki-laki yang diduga tunangan A Ling merupakan orang kaya, tampan, dan pintar bermain olahraga kebanggaan rakyat Belitong. Berbagai strategi diambil oleh Ikal untuk menenangkan hati orangtuanya dengan mencari pekerjaan di Belitong dan mengalahkan laki-laki yang diduga tunangan A Ling itu. Bahkan Ikal pun rela membeli alat penambah tinggi badan untuk memperbaiki penampilannya dan malah berujung malapetaka bagi hidupnya!
Cinta di Dalam Gelas merupakan seri kedua dan sekaligus terakhir dalam dwilogi ini. Berkisah mengenai usaha Ikal, Detektif M. Nur, dan teman-temannya yang lain untuk membantu Maryamah dalam mengalahkan mantan suaminya di pertandingan catur tujuhbelasan. Maryamah adalah seorang wanita pendulang timah yang selalu diremehkan kekuatannya. Pendulang timah merupakan pekerjaan kasar bagi lelaki Belitong dan Maryamah merupakan satu-satunya perempuan yang berprofesi sebagai pendulang timah. Maryamah dijodohkan dengan seorang laki-laki yang ternyata bukan orang baik-baik. Maryamah ingin membalaskan dendamnya kepada mantan suaminya itu dengan cara yang “cerdas”, yaitu dengan melawannya di pertandingan catur tujuhbelasan. Catur merupakan permainan lelaki Belitong dan perempuan tidak boleh bermain catur. Tindakan Maryamah mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan. Pro dari Ikal dan teman-temannya, serta kaum wanita yang tertindas. Kontra dari para lelaki Belitong. Ikal menghubungi teman luar negerinya yang merupakan Grand Master catur untuk membantu Maryamah. Sedangkan Detektif M. Nur melakukan mata-mata untuk mencuri strategi dari para lawan Maryamah.
Buku ini sangat menarik, disajikan dengan “sangat Indonesia”, lucu, dan cerdas. Tapi, satu hal yang kurang saya suka di dalam karya ini adalah terlalu berputar-putar ceritanya, sehingga terkesan dipanjang-panjangkan alurnya. Terdapat beberapa bagian yang menurut saya kurang penting untuk dimasukkan ke dalam novel ini.
Dari 5 bintang, saya berikan 3 bintang untuk Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas.

No comments: