Feb 1, 2012

Temuan Di Kamar

Beberapa hari yang lalu, saya dapat lemari pakaian baru, lho. Bisa dilihat di dalam gambar. Lemari kecil di sebelah kiri itu merupakan lemari lama, dan lemari besar di sebelah kanan yang terbuat dari kayu jati itu merupakan lemari baru saya. Well, sebenarnya bukan baru banget, sih. Lemari itu sebenarnya punya ibu saya belasan tahun yang lalu dan nganggur di rumah almarhum eyang saya. Setelah kakak saya menikah beberapa bulan yang lalu, dia pingin punya lemari itu. Tapi belum sempat diambil, kakak saya keburu pindah ke luar pulau ikut suaminya. Lagi pula lemari itu belum sempat diperbaiki karena rusak parah. Kemudian beberapa hari yang lalu, budhe saya telpon kalau lemari itu sudah bisa diambil atau kalau mau diantar juga bisa. Tiba-tiba saja ada kerabat yang nganterin lemari itu ke rumah saya. Ibu saya pun langsung minta lemari itu ditaruh di kamar saya dan boleh saya pakai. Hurrah!!!

kiri: lemari lama; kanan: lemari baru


Langsung saja saya bongkar semua isi lemari pakaian yang lama dan semua barang saya pindah ke lemari baru. Saya pilah-pilah mana yang harus saya buang, simpan untuk dikasih ke orang lain, dan simpan untuk diri sendiri. Ketika mencapai tempat barang-barang koleksi dan aksesoris, saya menemukan “harta karun” yang bahkan saya lupa saya pernah punya barang-barang itu.


harta karun dari lemari lama

  1. Kertas surat pemberian teman dekat sewaktu SD dulu. Dia suka banget dengan film kartun Cardcaptor Sakura, jadi dia ngasih kertas surat bergambar film kartun itu. Sebenarnya saya merupakan tipe orang yang susah bergaul. Dulu seorang guru SD saya sampai bilang ke bapak saya kalau teman saya cuma seorang saja, ya si pemberi kertas surat ini. Hihi…
  2. Pin studi visit waktu awal kuliah.
  3. Pin bergambar foto kakak, saya, dan sepupu saya. Waktu bikin pin ini mereka berdua belum nikah semua. Hehe…
  4. Gantungan kunci oleh-oleh dari Polandia.
  5. Gantungan handphone berbentuk Jack Skelleton, tokoh utama di film Nightmare Before Christmas, dari bapak saya dan teman saya. Dulu saya sukaaa bangeeettt sama tokoh ini.
  6. Dawson’s Creek Guidance Book dari salah satu majalah remaja terkenal pada tahun 90-an dan awal tahun 2000. Itu merupakan “buku panduan” tiap episode serial Dawson’s Creek season 4. Berisi sinopsis-sinopsis dan daftar lagu yang menjadi soundtrack tiap episodenya. Saya mengikuti serial drama remaja Amerika ini sejak SD atau SMP gitu, saya tidak terlalu ingat. Padahal serial ini ditayangkan cukup malam lho untuk ditonton anak usia sekolah, sekitar jam 10 atau jam 11 malam Waktu Indonesia Barat. Tapi saya suka banget sama salah satu tokoh di serial ini, Pacey (Joshua Jackson) yang merupakan teman dekat si tokoh utama, Dawson (James Van Der Beek). Dawson’s Creek bercerita tentang sekumpulan anak remaja dengan segala konfliknya. Konflik antarteman, cinta segitiga, keluarga, diri sendiri, dan bahkan masalah disorientasi seksual. Selain itu juga bercerita tentang mimpi-mimpi dan harapan-harapan mereka.
  7. Buku diary milik saya. Saya dulu suka banget nulis di buku diary. Kebiasaan ini berlangsung sejak SD hingga SMP. Sekarang lebih suka nulis di blog (yang kadang vakum lama, kadang bisa cerewet).
  8. Voucher isi ulang pulsa handphone bergambar Transformers.
  9. Foto saya sewaktu kecil yang sedang menggendong boneka anjing warna cokelat. Itu boneka favorit saya, lho. Dulu selalu saya bawa ke mana-mana kalau pergi. Kalau ketinggalan, saya selalu menyuruh paksa bapak putar balik untuk mengambilnya, atau saya bakalan nangis sekenceng-kencengnya.
  10. Foto box saya bersama teman-teman dekat sejak SMA. Selain keluarga, mereka adalah hal terindah yang pernah terjadi pada diri saya (halah!).
  11. Kantong handphone yang merupakan oleh-oleh dari Kalimantan. Itu merupakan oleh-oleh dari salah satu teman dekat sewaktu kuliah. Kalau tidak salah, teman-teman saya yang lain juga dapet oleh-oleh yang sama. Seperti saya dan teman-teman dekat SMA, kita juga berteman dekat empat orang. Mwehehe…
 
kartu perpus SMP
 
Saya juga menemukan kartu perpustakaan sewaktu SMP. Bisa dilihat kalau di situ paling banyak tertera kode “F Hil”. F untuk Fiksi. Hil untuk Hilman. Saya penyuka karya Hilman yang berjudul Lupus ini. Sukaaa bengeeettt!!! Dan perpustakaan SMP saya punya banyak koleksi serial novel pendek ini. Kalap pokoknya pinjem kumpulan serial ini. Dan buku non-fiksi yang pernah saya pinjem cuma ada dua biji. Pantes saja kurang cerdas. “F Gol b” dan “F Cha a” itu saya lupa buku apa dan karya siapa. “F Bly f” itu kalau tidak salah adalah karya Enid Blyton, entah yang berjudul apa, saya lupa. “F Dic o” itu karya Charles Dickens yang berjudul Oliver Twist. Dan saya pinjem buku Oliver Twist yang berbahasa Inggris, lho. Dan ada satu buku lagi yang pernah saya pinjam, yaitu Around The World In 80 Days, fiksi karya Jules Verne. Tapi kenapa tidak tercantum di kartu perpustakaan ini??? Seharusnya ada kode “F Ver a”. Entah apakah saya bawa lari buku itu atau saya pinjam kartu perpus teman saya. Dan novel itu pun juga berbahasa Inggris, lho. Atau mungkin kode “428 Ver a” itu kode untuk karya si Verne ini? Karena setelah mencari di Wikipedia, buku ini bukan kategori “fiction”, melainkan “adventure novel”. Tapi masak iya saya pinjem novel berbahasa Inggris hanya selama 2 hari (10 Mei sampai 12 Mei)??? Saya tidak secerdas itu.
 
Ah, post yang panjaaang. Memori yang menyenangkan.
Ciao!

2 comments:

Inge / CyberDreamer said...

wuiiiih, perbandingan lemari lama ama yang barunya lumayan tuch :D

kenangan-kenangan dari barang2 yang kelihatan sepele itu ternyata bisa begitu menyenangkan ya... ^^ yang dianggap orang sepele belum tentu sepele bagi si empuya :D

aneg anindita said...

karna dawson's creek adalah puber :))