Apr 27, 2012

Dakon

Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman Komunitas Bengawan ngadain kopdar di Wedangan Pendhopo yang terletak di Jl. Srigading I No. 7, Turisari, Mangkubumen, Banjarsari, Solo. Di sana banyak benda kuno dan tradisional tersimpan, salah satunya adalah permainan tradisional Indonesia yang dinamakan "dakon" (beberapa menyebutnya "congklak").

Dakon
Sumber gambar dari sini
Jujur saja sewaktu saya kecil di mana permainan seperti ini masih "happening" banget, saya gak pernah mainin permainan ini. Kemudian dengan baik hati, si Aneg dan Nenden mengajarkan saya bagaimana cara memainkannya. Pertama-tama Aneg menjelaskannya panjang lebar. Tapi karena saya sedikit lola, jadilah Aneg dan Nenden bertanding dakon dan membiarkan saya melihat permainan mereka dan mempelajarinya.

Begini cara bermainnya. Ada 16 lubang di papan dakon yang terdiri dari 7 lubang kecil milik pemain 1; 7 lubang kecil milik pemain 2; 1 lubang besar milik pemain 1; dan 1 lubang besar milik pemain 2. Masing-masing lubang kecil diisi 5 biji dakon (bisa berupa biji-bijian atau batu-batuan kecil). Sebenarnya normalnya diisi 7 buah biji, tapi saat itu biji yang tersedia hanya cukup 5 untuk setiap lubang kecil. Permainan ini dimainkan oleh 2 orang. Salah satu pemain memulai terlebih dahulu dengan memasukkan setiap biji dakon dari salah satu lubang kecil miliknya (terserah mau yang mana) ke setiap lubang di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang kecil milik pemain itu sendiri, dia harus melanjutkan permainan dengan mengambil seluruh biji yang ada di lubang itu dan memasukkannya satu-satu ke setiap lubang yang ada di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang besar milik pemain itu sendiri (lubang besar milik lawan tidak boleh diisi), dia harus mengambil seluruh biji yang ada di salah satu lubang kecil miliknya (terserah mau yang mana) dan memasukkannya satu-satu ke setiap lubang yang ada di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang kecil milik lawan, maka lawan yang melanjutkan permainan. Aturan bermain lawan juga sama seperti itu. Bila biji habis pada lubang kecil milik pemain itu sendiri, sedangkan lubang itu tadinya kosong dan lubang kecil milik lawan  yang berada di depannya masih berisi biji, maka pemain itu berhak mengambil semua bijinya. Biji-bijian milik lawan tadi disimpan di lubang besar milik pemain itu sendiri. Permainan berakhir setelah semua biji yang berada di lubang kecil milik kedua pemian habis dan masuk ke lubang besar milik masing-masing. Siapa yang mendapatkan biji paling banyak di lubang besar, maka dia menang.

Kemudian saya mencoba melawan Aneg, Nenden, dan Tri Untoro. Dan, yak! Saya kalah terus.

No comments: