Jun 8, 2012

Teh Hangat Di Sore Hari

Terdapat sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang putri. Keluarga tersebut mempunyai sebuah kebiasaan yang dibawa dari si ibu, yaitu selalu menyeduh teh hangat di sore hari. Si ibu membawa kebiasaan ini dari keluarganya. Sejak kecil dulu, ayah si ibu selalu menyeduh teh hangat di sore hari. Si putri tidak tahu kebiasaan si kakek berasal dari mana, dia tidak pernah bertanya dan ibunya tidak pernah bercerita.


Suatu hari, si putri tidak menghabiskan teh sorenya. Begitu seterusnya hingga beberapa hari ke depan. Bahkan si putri terkadang tidak meminum teh sorenya. Melihat itu, si ibu bertanya, "Kenapa kau tidak menghabiskan teh soremu? Tidak seperti biasanya."
"Maaf, Bu. Aku jengah. Bosan dengan rutinitas ini," jawab si putri dengan suara pelan, takut menyakiti hati ibunya.
Si ibu berusaha menyembunyikan keterkejutannya atas jawaban si putri. Sudah puluhan tahun si ibu hidup dengan kebiasaan ini dan selalu menikmatinya, tidak pernah merasa bosan atau terpaksa. Dengan menyembunyikan rasa kecewanya, si ibu berkata, "Ah, ya, sudah, tidak apa-apa. Kau ingin dibuatkan apa untuk minum sore hari?"
"Tidak usah, Bu. Aku minum air putih saja."

Si putri sudah beberapa lama meninggalkan rutinitas keluarganya. Pada awalnya dia menikmatinya. Merasakan terdapat sesuatu yang baru di dalam dirinya. Hingga pada suatu hari dia meminta ibunya membuatkan teh sore untuknya.
"Lho, ada apa? Tumben?" tanya si ibu.
"Mmmm... Tidak semua orang merasa nyaman dengan perubahan di dalam hidupnya, bahkan ketika perubahan itu terjadi di dalam dirinya. Beberapa orang yang merasa tidak nyaman akan kembali kepada dirinya yang dulu. Beberapa akan mencari sesuatu yang baru lagi. Sepertinya aku memang butuh sentuhan teh sore setiap hari. Hidup itu butuh sentuhan teh hangat. Lagi pula, aku bagian dari keluarga ini, kan?" jawab si putri.
"Baiklah, Nak, ini teh soremu."

1 comment:

iyem said...

seduhkan secangkir teh pit.. :D