Oct 26, 2012

Musik Terindah

Gambar diambil di sini.

Pagi begitu indah dan cerah. Terdengar suara burung bernyanyi diiringi dengan suara daun-daun yang bergesekan karena tertiup angin. Bahkan suara matahari terbit pun terdengar jelas dan indah. Terdengar suara seorang gadis sedang bersenandung riang sambil menyeduh teh untuk menyambut pagi. Suara air hangat menimpa teh tak kalah indahnya.
"Ah, aku harus mengajak kekasihku berjalan-jalan menikmati semua suara indah ini," pikir gadis itu.

"Hai, kau ada waktu luang hari ini?" tanya gadis itu kepada kekasihnya di telepon.
"Ya, tentu saja," jawab kekasihnya gembira. Dia memang sudah rindu dengan si gadis dan ingin segera berjumpa. "Ada apa?"
"Temani aku berjalan-jalan mencari musik. Musik terindah di dunia," jawab si gadis dengan suara lembut.
"Baiklah. Aku akan segera ke rumahmu."

Tak lama kemudian si kekasih telah berdiri di depan rumah si gadis dengan senyum mengembang.
"Ayo, kita berangkat, sayangku," ajak si gadis sambil menggenggam tangan kekasihnya.
"Lho, tidak naik motor?" tanya si kekasih heran.
"Ah, suara motor akan merusak musik alam. Dengarlah suara burung-burung bernyanyi, daun-daun bergesekan, dan angin berhembus. Sayang sekali jika kau rusak dengan suara mesinmu itu."
"Ah, baiklah, apa pun yang membuatmu nyaman, sayangku. Lagi pula, cuaca sedang enak untuk berjalan-jalan."
"Kau selalu mengerti aku."
"Musik apa yang kau cari?" tanya si kekasih sambil berusaha mengimbangi langkah si gadis. Langkah si gadis tidak selebar-lebar langkahnya. "Bukankah kau sudah punya semua album Owl City dari awal sampai yang terbaru ini? Musisi favorit kamu."
"Bukan musik seperti itu."
"Lalu apa? Musik jazz?"
"Bukan," si gadis mulai gemas.
Terjadi keheningan beberapa saat karena si kekasih sibuk berpikir dan si gadis memberikannya waktu.
"Ah, suara pagi hari," kata si kekasih yakin.
"Yap!" kata si gadis girang. "Di dalam rumah tidak terlalu jelas suaranya. Aku ingin mendengarkannya dari luar, di udara terbuka." Kemudian mereka berdua pun melanjutkan perjalanan dalam diam, sibuk menikmati musik alam, masih dengan bergandengan tangan.

Gambar diambil di sini.

Setelah selesai berjalan-jalan dan menikmati musik alam, mereka pun duduk di bawah pohon rindang di sebuah taman. Banyak burung yang sedang bernyanyi di atas pohon itu. Sungguh pagi yang sempurna. Kedua orang yang sedang bermesraan itu pun berpelukan di bawah pohon itu. Si kekasih tidak tahu bahwa gadisnya merasa terkejut sekali ketika dipeluknya.
"Kau tahu apa musik yang paling indah dan sempurna di dunia ini? Bahkan suara pagi hari ini tidak ada apa-apanya," tanya si gadis ketika melepaskan pelukannya.
"Apa itu, sayangku?" si kekasih balik bertanya.
Si gadis mengetuk-ngetukkan telunjuknya yang mungil ke dada sebelah kiri kekasihnya. "Suara degup jantungmu yang terdengar di telingaku ketika kau memelukku."

No comments: