Nov 9, 2012

The Hobbit (Buku)

Saya sebagai penggemar The Lord Of The Rings karangan J.R.R. Tolkien, tentu saja juga sudah membaca buku prekuelnya yang berjudul The Hobbit.

Gambar dari sini.
Judul: The Hobbit
Pengarang: J.R.R. Tolkien
Penerbit: Gramedia
Harga: Rp 30.000,-
Tebal: 348 halaman
Kalau versi film, memang trilogi The Lord Of The Rings lebih dulu ditanyangkan pada tahun 2001-2003 lalu. Film The Hobbit: An Unexpected Journey baru akan tayang pada 14 Desember 2012. Tapi, sebenarnya buku The Hobbit lebih dulu terbit di tahun 1937. Sedangkan buku trilogi Lord Of The Rings terbit pada tahun 1954  dan 1955.
Di sini saya ingin membahas tentang buku The Hobbit karya J.R.R. Tolkien. Di awal buku ini diceritakan tentang Bilbo Baggins (paman Frodo Baggins di film trilogi Lord of The Rings) muda yang tiba-tiba kedatangan tamu tak terduga. Banyak tamu sebenarnya. Mereka terdiri dari seorang penyihir bernama Gandalf dan 13 kurcaci. Mereka semua menawarkan (lebih terkesan memaksa sebenarnya) Bilbo untuk bergabung dengan mereka dalam sebuah perjalan mencari harta karun. Konon, harta karun itu milik bangsa kurcaci yang kini 'dijaga' oleh seekor naga bernama Smaug. Bilbo dilanda keraguan besar. Bilbo merupakan hobbit yang senang dengan kenyamanan dan ketenangan rumah, tapi darah petualang yang diwariskan oleh nenek moyangnya tak kuasa menolak ajakan ini. Entah bagaimana Bilbo memutuskan untuk bergabung dengan mereka dan melakukan perjalanan ke Gunung untuk mencari harta tersebut. Di dalam perjalan, mereka bertemu troll, goblin, laba-laba raksasa, elang yang membantu mereka, serigala jahat, manusia beruang, bangsa peri, dan Smaug sendiri. Oya, mereka juga bertemu Gollum si pemilik cincin ajaib yang nantinya cincin itu menjadi tema utama cerita trilogi Lord of The Rings.
Buku The Hobbit ini sebenarnya mempunyai sasaran pembaca anak-anak. Ya mungkin agak sedikit susah bagi anak-anak untuk memahami buku ini karena ilustrasi di buku ini sangat sedikit. Tapi, bagus buat mereka untuk membaca buku ini karena mengandung pesan tentang persahabatan. Tokoh-tokoh di dalam buku ini pun dekat sekali dengan dongeng anak-anak, seperti hobbit, kurcaci, penyihir, dan peri. Jujur, saya sedikit bosan ketika membaca buku ini, karena sedikit bertele-tele bahasanya. Ya, maklumlah, cara berbicara tokoh-tokoh di dalam cerita ini disesuaikan dengan cara 'kuno'. Tapi, sungguh imajinasi di buku ini 'liar' sekali, saya suka itu.
Buku ini saya rekomendasikan untuk dibacalah pokoknya. :D

3 comments:

Ebik Dei said...

pinjam dong pit :))

Noridha Weningsari said...

entah kenapa, setiap kali membaca the lord of the rings, saya tertidur di halaman ke dua, begitu terus sampai akhirnya saya mengambil kesimpulan: buku-buku Tolkien tidak ditakdirkan untukku.

aneg anindita said...

Thanks ye.. Linknya ke blosaya..

Saya ga suka baca lebih suka nonton filmnya ato kamu bocorin ceritanya ke saya :D