Mar 8, 2013

Light A Roman Candle With Me

"Datanglah ke apartemenku nanti malam," kata Neo di telepon siang ini.
"Ada apa? Kau sakit?" tanya Sarah di sela-sela kesibukannya di kantornya.
"Tidak. Aku ingin makan malam denganmu. Sekali-kali aku ingin makan malam di apartemen denganmu. Aku sedang malas untuk keluar."
"Baiklah. Perlu aku memasak untuk nanti malam?"
"Jangan. Serahkan semuanya padaku."
"Errr... Baiklah," kata Sarah kurang yakin karena Neo bukan tipe pria yang pandai dalam urusan dapur.
"Sampai ketemu nanti malam."
"Ya."

Neo membukakan pintu apartemennya dengan senyum sumringah. Sarah mengenakan terusan berbahan katun putih bermotif bunga-bunga kecil berwarna hijau. Sedangkan untuk alas kakinya, dia memakai sepatu flat berwarna putih. Santai tapi tetap manis. Rambut sebahunya dikucir sebagian dan memakai make up tipis. Neo dapat mencium wangi tubuh Sarah ketika membuka pintu apartemennya.
Sarah melihat Neo yang memakai baju santai tapi tetap rapi. Syukurlah aku tidak salah kostum, pikir Sarah. Selama ini mereka biasa makan malam di luar, jadi Sarah sendiri agak bingung dalam memilih baju untuk makan malam di apartemen malam ini. Neo memakai kemeja santai kotak-kotak berwarna biru dan jeans usang berwarna abu-abu.
"Neo! Wow!" pekik Sarah ketika mereka berdua sampai di balkon apartemen Neo. Dia melihat sebuah meja bertaplak putih dan dua kursi yang saling berhadapan. Di atas meja terdapat sebuah lilin lucu yang telah dinyalakan, dua cangkir, satu buah teko, dan hidangan yang masih tertutup.
"Hehe..." Neo tampak salah tingkah dan menggaruk-garuk belakang kepalanya. Kemudian, Neo segera menarik kursi dan mempersilakan Sarah duduk.
"Errr... Aku memesan pie apel ini. Kau tahu, aku tidak bisa memasak," kata Neo sambil membuka hidangannya. "Aku tahu kau sangat suka pie apel."
"Aku suka usahamu, sungguh," kata Sarah tulus dan tersipu malu.
"Baiklah, mari kita mulai makan malam ini. Aku akan menuangkan teh hangat ini ke cangkirmu."
Makan malam kali ini sangat sederhana tapi sangat berarti bagi mereka berdua. Mereka dapat mengobrol dengan santai dan bebas tanpa khawatir obrolan atau suara tawa mereka akan mengganggu orang lain, atau tidak perlu khawatir mengenai jam tutup restoran.
"Tunggu sebentar, aku akan masuk ke dalam dan memutar musik untuk kita berdua," kata Neo setelah makan malam mereka selesai.
Tidak lama kemudian, terdengarlah musik dari dalam. Sarah tahu lagu ini. Lagu ini merupakan lagu favoritnya. Light a roman candle with me, just a roman candle...
"Berdirilah," kata Neo sambil menggenggam tangan Sarah lembut. "Mari kita berdansa."
"Neo, aku tidak bisa berdansa," protes Sarah.
"Diamlah, aku akan menuntunmu, percayalah padaku," kata Neo lembut.
Mereka berdua pun berdansa sepanjang lagu dan diakhiri dengan ciuman mesra di bawah sinar bulan dan terang lilin malam itu.

NB: Cerita ini terinspirasi dari lagu Light A Roman Candle With Me dari Fun.

No comments: