May 24, 2013

Rindu Mata Itu

Sumber gambar dari sini.
Aku merindukan sepasang mata itu. Mata hitam yang selalu jenaka dan penuh lelucon kehidupan. Mata yang selalu berkata, "Kenapa harus selalu menjadi serius? Hidup akan lebih mudah ketika kau tertawa." Mata yang selalu tertawa, lepas, dan bebas. Mata yang selalu menari riang ketika bercerita. Mata yang selalu penuh dengan cerita baru setiap harinya. Mata yang selalu bersemangat seakan-akan terdapat api abadi di dalamnya.
Aku ingin melihat sepasang mata hitam itu lagi. Kini yang aku lihat hanyalah kabut yang menutupinya. Aku tak tahu apa arti kabut itu. Apakah itu adalah gumpalan air mata yang tertahan di dalamnya? Apakah kabut itu menutupi sesuatu yang ada di dalamnya? Sesuatu yang tidak ingin kau bagi dengan dunia?
Aku rindu ketika kita saling menatap satu sama lain dengan mata telanjang. Jujur. Tanpa ada kacamata, tanpa ada kabut. Bolehkah aku sekarang mengatakan bahwa aku merindukanmu?

No comments: