Aug 23, 2008

The Offspring!!!

Hari Kamis, 21 Agustus 2008, adalah hari yang panjaaaaaang dan melelahkan juga bagiku. Sebelum aku cerita tentang The Offspring, aku mau cerita tentang hari yang melelahkan ini dulu. Hari itu, aku ada konsultasi KRS dengan Pembimbing Akademik (PA). Sebenernya PA-ku gak memeberikan jam yang jelas untuk jadwal konsultasi. Beliau cuma ngasih pengumuman: ”angkatan 2007 tanggal 21 Agustus 2008 pada jam kerja.” That’s it. Jam kerja itu kira-kira jam 07.00-14.00 WIB. Aku ama temen-temenku dateng ke kampus jam 08.00 WIB karena takut telat. Oke, kita tunggu tuh dosen. Ampe jam 11.00 WIB, belum dateng juga. Jam 12.30 WIB, salah seorang temenku sms beliau. Beliau bales kalo bentar lagi bakalan dateng, beliau lagi ada ujian. Hatiku gembira. Beliau akan segera dateng. Ternyata beliau baru dateng sekitar jam 13.30 ato jam 14.00 WIB gitu, aku lupa. Ini rekor terlama dalam hidupku untuk sekedar menunggu orang. Apakah ini yang dirasakan juga oleh anak-anak kuliahan yang lain?? Apakah dosen selalu punya banyak acara sehingga anak-anak kuliahan seperti aku ini harus menunggu segitu lamanya?? Gak jelas dengan waktu?? Ternyata nunggu orang itu melelahkan juga. Padahal yang aku lakukan hanyalah duduk-duduk saja. Kenapa bisa capek, ya? Sudahlah, yang penting KRS udah diurus. Konsultasi KRS selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Kasihan temen-temenku yang dari pagi belum makan karena takut telat dan gak makan siang karena takut dosen udah nyampe kampus sebelum mereka selesai makan siang.

Tujuan utama hari itu udah selesai. Tinggal tujuan kedua yang belum terlaksana. Apakah itu?? Yap! Beli album The Offspring yang berjudul Americana!! Akhirnya ATM-ku kembali berfungsi dengan baik (ATM-ku sempet keblokir karena aku lupa nomor PIN-ku sendiri!! Lupa ampe tiga kali berturut-turut!! Kebodohan yang hanya terjadi pada diriku sendiri. Mungkin). Aku naek bis untuk pergi ke mall di kota Solo ini. Ini pertama kalinya aku pergi sendirian ke mall itu. Sebenernya aku sempet takut kalo bakalan diculik orang. Tapi siapa sih yang mau nyulik anak kecil ingusan bertampang nerdy, pake post man bag berwarna ijo lumut lecek yang ukurannya lebih gedhe daripada badannya sendiri ini? Aku rasa gak akan ada yang mau. Oke, back to the main topic. Setelah ambil uang di ATM, aku dengan langkah lebar menuju ke lantai 3 mall di mana CD The Offspring terpampang dengan indahnya. Puas dapet CD itu, aku pulang.

Aku akan sedikit me-review beberapa album The Offspring yang aku punya: Americana, Splinter, The Greatest Hits, dan Rise and Fall, Rage and Grace. Tapi aku me-review atas pendapat pribadiku sendiri, sebagai orang awam yang sama sekali gak ngerti soal musik. Aku gak bakalan ngomongin tentang distorsi gitar, ato apalah itu namanya, karena aku gak ngerti tentang yang begituan.

AMERICANA (1998)


It was an amazing album!! Seperti yang kalian tau, ada cerita unik di balik pembelian CD ini. Pertama, ATM sempet keblokir, jadi sempet tertunda untuk beli album ini. Kedua, harus nunggu selama 6 jam biar bisa beli album ini. Sebenernya waktu beli CD ini, ada juga album Ixnay On The Hombre, tapi aku cuma bawa duit yang cukup untuk beli satu CD, dan kuputuskan untuk beli Americana. Di Americana terdapat 13 lagu yang menurutku keren-keren banget. Single andalan The Offspring di album ini adalah ”Pretty Fly (For A White Guy)”. Ini adalah lagu dan video klip pertama yang aku kenal dari The Offspring. Tapi waktu itu aku belum suka ama mereka. Maklumlah, masih SD, masih berupa anak ingusan (ingus bener-bener keluar dari hidung) dan suka banget ngisep jempol. Aku waktu itu cuma suka liat videonya aja. Lucu, sih. Bercerita tentang seorang kulit putih yang berusaha dengan keras (ato gak tau malu) memasuki dunia kulit hitam. Dia pake baju kedodoran, celana yang superduper baggy, plus pake bling-bling. Itulah kenangan pertamaku tentang The Offspring. Tsssaaahh... Sulit untuk memilih lagu mana yang menjadi favorit bagiku di album ini. Tapi ada satu lagu yang menurutku keren banget. Lagu remake. Judulnya ”Feelings.” Tau kan lagu jadul banget jamannya bonyok kita masih muda itu? Aku gak tau siapa nama penyanyi aslinya. Versi aslinya, lagu itu bertempo lambat, dengan suara penyanyinya yang daleeem banget, dan mellooooow banget, ngebikin orang pengen bunuh diri. Hehe... Tapi setelah dibawain The Offspring, lagu ini jadi bertempo cepet, semrawut (tapi tetep keren), gak terkesan mellow kalo didengerin sekilas, dan khas dengan suara Dexter, cempreng dan sember. Track terakhir di album ini menyajikan ”Pretty Fly (For A White Guy)” dalam versi singkat dan dibalut musik khas Amerika Latin ato Meksiko ato Spanyol, aku kurang tau. Ilmu geografi dan musikku cekak banget. Oya, di track 13, The Offspring memainkan intro dengan musik etnik khas India. Secara keseluruhan, album ini menampilkan lagu-lagu bertempo cepet, rock, dan gak ngebosenin. Keren lah pokoknya nih album!! Two thumbs up!!

SPLINTER (2003)


Ada cerita juga di balik pembelian CD ini. Aku sempet pinjem uang temenku sepuluh ribu rupiah, karena uangku kurang. Waktu beli nih CD, aku ditanyain ama mas-mas yang jaga di toko itu, ”Kok baru beli CD ini sekarang? Gak beli yang baru aja?”

”Udah punya yang baru. Ini lagi dalam rangka ngumpulin album-albumnya yang lama,” jawabku.

Masnya tanya lagi, ”Kok baru sekarang ngumpulinnya? Kenapa gak dari dulu?”

Aku jawab, ”Waktu The Offspring pertama kali keluar, aku masih umur lima tahun, Mas. Belum ngerti. Waktu itu aku masih suka ndengerin si Homo, eh si Komo.” Well, lagian waktu Splinter keluar, aku masih SMP, masih suka ndengerin boysband.

Si Mas ngomong lagi, ”Kalo album yang paling keren tuh Americana, Dek.”

Aku tanya, ”Ada di sini?”

Si Mas jawab, ”Gak.”

Aku timpuk pake sepatu. Becanda.

Aku gak terlalu suka ama nih album. Menuruntku kok terkesan membosankan. Monoton. The Offspring masih mengusung lagu-lagu rock easy listening. Meskipun menurutku membosankan, ada beberapa lagu yang menjadi favoritku. “Hit That”, single andalan mereka. Masih sama, nge-rock. “The Worst Hangover” dan “Spare Me The Details” juga jadi favoritku. Kedua lagu itu cukup simple. Kalem. Gak neko-neko. Pake gitar akustik. Aku selalu suka denger lagu yang diiringi gitar akustik. “The Worst Hangover” dibawain mereka dengan balutan musik ska yang asik banget. Masih ada satu lagu lagi yang jadi favoritku, ”When You’re In Prison.” Lagu ini dibawain dengan gaya musik yang old skool bangeeeetz (buset, aku nulis ”banget” pake ”z”, berasa jadi anak gaul), berasa nonton film hitam putih dan lagu ini menjadi soundtrack-nya.

THE GREATEST HITS (2005)

Gak ada cerita spesial di balik pembelian kaset ini. Hehe… Kali ini berwujud kaset, bukan CD. Berkat kemunculan album ini aku mulai suka The Offspring. Dan asal tau aja, ini album pertama dari The Offspring yang aku punya. Layaknya album-album greatest hits lainnya, The Offspring mengusung lagu-lagu lawasnya yang menurut mereka merupakan lagu-lagu terbaik, menurutku juga. Gak ada yang terlalu spesial dengan album ini karena ini merupakan kumpulan lagu-lagu terbaik mereka dari album Smash (1994) ampe Splinter. Ada satu lagu baru di album ini, judulnya ”Can’t Repeat” yang menurutku hanya sebagai ”penanda” bahwa The Offspring masih bisa nyiptain lagu dan mereka belum ”mati.” Lagu ini masih diusung dengan melodi rock yang easy listening. Aku sebenernya sempet kawatir kalo The Offspring bakalan bubar karena udah ngeluarin greatest hits-nya. Menurutku, album ini hanya sebagai pengisi waktu vakum mereka. Gak lebih dari itu. Ada 15 track di The Greatest Hits ini yang semuanya langsung menjadi favoritku, terutama lagu ”Come Out and Play” dari album Smash. Lagu ini menurutku karya The Offspring yang paling terkesan orisinil dan unik. Musik etnik entah dari daerah mana (oh damn!! Geografiku memang bener-bener payah!!) dipilih sebagai intro lagu ini, tentu saja dikemas dalam balutan musik rock khas The Offspring.

RISE AND FALL, RAGE AND GRACE (2008)

The newest from The Offspring!! Lega juga mengetahui mereka masih eksis. Aku sempet ngira mereka bubar setelah ngeluarin The Greatest Hits. Rise and Fall, Rage and Grace ini juga merupakan another amazing album from them!!!!!!! Sebelumnya aku mo cerita kisah dibalik dalam rangka mendapatkan CD ini. Waktu aku ulang tahun, aku bener-bener pengeeeen bangeeetz (another ”z” again) punya album ini. Aku langsung nodong MiRIS (gang-ku beranggotakan empat orang cewek, tau kan?) untuk ngasih kado CD ini. Waktu hari ulang tahunku tiba, ternyata mereka gak ngado CD ini. Oke, aku berniat beli CD ini pake uangku sendiri. Suatu hari, aku di-sms Ebik. Dia nglarang aku biar gak beli CD ini, tapi gak ngasih alesan yang jelas. Aku sempet kesel juga. Kenapa dia nglarang-nglarang? It’s just a CD!! Dan aku bener-bener pengen untuk memilikinya. Waktu itu aku belum sempet beli nih CD karena di Solo memang belum ada. Waktu MiRIS hang out (muhahaha!!! Hang out?? Gaul amat!) bareng, tiba-tiba Aneg nyerahin CD ini (dengan nota pembayaran masih ada di dalam plastik. Ide yang buruk dalam memberikan kado, hehe...) sambil bilang, ”Nih, kado kedua.” Wew!!! I got it!!! Akhirnya jelas juga kenapa Ebik nglarang aku untuk beli nih CD. Tanpa sadar aku teriak waktu Aneg nyerahin CD ini. Teriak girang. Buru-buru temenku, EMKa, nyuruh aku diem. ”Malu-maluin,” katanya. Thank’s, guys!!! Oke, back to the main topic. Di album ini ada 12 track dengan single andalan “Hammerhead,” masih sama, apalagi kalo bukan rock. Semua lagu di album ini merupakan lagu-lagu favoritku. Sumpah, keren-keren banget!! Meskipun udah tua, keriput, The Offspring masih tetep energik. Lagu-lagunya lebih bervariasi, menurutku. Dari yang mellow-slow ampe yang nge-beat. Mantap!!! Lagu dan ”Fix You” merupakan lagu slow-mellow di album ini. Jujur, aku baru kali ini denger mereka mainin lagu kayak gini. Biasanya mereka membawakan lagu rock, kelam (sedih, tapi masih nge-beat), kadang ska, dan slengehan. Kedua lagu itu mereka bawakan secara sederhana, slow, mellow, kalem, tapi gak kehilangan power. Sekali lagi, mantap!!! Di ”Kristy, Are You Doing Okay?”, mereka pake gitar akustik. Gitar akustik, I love it!

Sebenernya masih ada beberapa album sebelum album Smash. Tapi keneapa album-album itu kurang dikenal ama orang-orang yak? Dan album-album itu juga gak dimasukin ke Greatest Hits mereka. Apakah sebelum album Smash diluncurin, mereka belum masuk mayor label? Apakah karena itu album-album itu ”hilang dalam daftar”? Sebenernya aku dulu sempet punya koleksi mp3 ”the unknown albums” itu. Tapi diilangin adekku, Cemuk.