Dec 2, 2016

IG Crush

Banyak di antara kita yang melek teknologi sekarang, terutama penggunaan sosial media. Salah satu sosial media yang paling populer di seluruh dunia sekarang adalah Instagram. Yap, di situ kita bisa mengunggah atau pun melihat foto-foto dari penggunanya di seluruh dunia. Saya termasuk pengguna Instagram yang lumayan aktif. Sebagai pengguna, saya tidak hanya memanfaatkannya untuk mengunggah foto-foto, tapi juga menikmati foto-foto orang lain baik yang kenal maupun tidak kenal. Baik dari Negara sendiri maupun dari manca Negara. Sebut saja dengan istilah “IG crush.” IG crush bukan berarti saya naksir akun tersebut karena pemiliknya ganteng atau imut ya, tapi karena naksir hasil karya foto-fotonya. Beberapa IG crush saya akan saya bahas di sini. Lumayan lah itung-itung buat rekomendasi untuk dijadikan following supaya timeline Instagram kalian tidak monoton dari online shop atau teman-teman kalian sendiri. Here we go…

1. Girzkid



Dia ada di nomer satu karena banyak alasan, hahaha… Baiklah, alasan pertama adalah dia ganteng. Saya suka mata birunya. Hihihi… Alasan lain yang tak kalah pentingnya adalah foto-fotonya penuh beruang. Kalau baca di bio-nya, dia adalah seorang ilmuwan yang sedang menyelesaikan studi pasca sarjananya. Sepertinya dia memilih bidang alam liar, terutama per-beruang-an. Entah lah, saya kurang paham juga. Yang jelas, saya suka sama foto-fotonya. Dia bisa menikmati alam liar dan konservasi. Dia berani ambil resiko dengan masuk ke dalam gua-gua beruang. Dan dia berhasil bertahan hidup! Dan tetep ganteng. Hahaha… Ketika saya melihat foto-fotonya, saya merasa sedang ikut berpetualang. Merasa bebas dan menyatu dengan alam. Melupakan kebisingan dan rutinitas kota. Sungguh saya ingin sekali ikut dengan dia, ikut gendong-gendong anak beruang, pokoknya pingin ikutan merasa bebas dan rukun dengan alam. Take me with you, please! If you read this, please take me with you. :p
Tapi jika sampai itu terjadi pun, saya juga akan merasa takut setengah mati. Pertama, saya belum pernah sekali pun kemah, apalagi tidur beralaskan rumput dan beratapkan bintang. Jujur saja, saya ini anak kota yang kuper. Kedua, kemah aja belum pernah, apalagi menghadapi beruang liar. Kencing di celana aja deh. Hahaha… But, yeah, really, I really wanna do that accompanied by the experts. Alasan terakhir kenapa saya suka akun @girzkid ini adalah karena rakun peliharaannya way too cute.

2. Thiswildidea



Sungguh agak ribet nulis nama akun ini. Haha… Saya suka akun ini karena foto anjingnya lucu. Anjingnya bernama Maddie. Maddie ini sungguh cantik dan suka banget pose ketika difoto. Saya gak tahu gimana caranya bikin Maddie ini berpose. Apakah itu karena Maddie memang fotogenik atau si majikan pintar mengarahkannya. Yang jelas, Maddie cantik dan awesome! Pemilik akun ini suka traveling juga dan Maddie selalu diajak. Banyak foto Maddie berlatar belakang alamnya. Saya jadi ikut merasa damai dan bebas. Sungguh saya ingin traveling! Sir, if you read this, please take me with you too, or at least take Maddie here. Hehe… It’s a pleasure to see you and Maddie.
Alasan terakhir saya suka akun ini adalah furnitur yang dia punya itu keren-keren!

3. Emilyblincoe



Nama akun ini juga agak ribet ya. Saya gak tahu ya apakah @emilyblincoe ini ada hubungan dengan @thiswildidea atau tidak, karena foto-fotonya hampir satu tema. Domisilinya pun sama, yaitu Nashville, Tennessee. Tidak jauh beda dengan @thiswildidea, akun ini juga menampilkan seekor anjing yang hobi diajakin jalan-jalan sama pemiliknya. Nama anjingnya adalah Eleanor, tidak kalah cantik dengan Maddie. Suka banget sama foto Eleanor yang sedang tiduran di taman penuh dengan daun kering. Sungguh cantik dan indah!
Bagian lain yang menarik dari akun ini adalah si Emily suka foto bunga-bungaan dan daun kering, taman, kebun bunga, dan bahkan ladang. Kesan yang saya dapatkan di sini tidak jauh beda dengan @thiswildiea, yaitu bebas dan damai.
Satu lagi yang tidak mungkin ketinggalan adalah keterampilan Emily dalam menyusun benda. Lihat saja bagaimana dia menyusun batu, dedaunan, dan bunganya.

4. Wat.ki



Sungguh saya suka akun Instagram yang memuat foto-foto binatang. Hihi… Akun yang satu ini sedikit berbeda dengan IG crush saya yang sudah saya sebutkan di atas. Akun yang satu ini lebih suka foto anjing-anjing peliharaannya di kasur. Anjingnya ganteng-ganteng, terdiri dari golden retriever berwarna cokelat dan putih. Mereka pun bisa pose lucu-lucu. Saling berpelukan, tidur ganteng, bahkan sering foto peluk boneka beruang segede gaban. Si kucing pun tidak mau ketinggalan untuk difoto. Aduh, gimana gak ikutan ngantuk dan males gerak kalu udah lihat mereka tidur-tiduran di kasur empuk warna putih bersih? Ingin rasanya bobok bareng mereka dan peluk-peluk mereka. Saya jadi ikutan ngerasa ngantuk dan nyaman kalau lihat akun ini.

Ya sekian dulu posting dari saya. Kalau ada yang mau nambahin rekomendasi buat dijadikan IG crush, boleh banget ya.

Nov 25, 2016

The Breakfast Club (1985)

Boleh dibilang kalau saya ini suka nonton film. Saya tidak menyatakan diri sebagai ‘anak film’ lho ya. Karena kalau saya bilang saya ini ‘anak film,’ referensi film saya masih dibilang sedikit. Hahaha… Dan saya suka sedih karena selera film saya ini berbeda dengan teman-teman di sekitar saya. Atau mungkin karena mereka tidak hobi nonton film seperti saya, ya? Jadi, saya suka bingung kalau mau ngobrol tentang film atau sekedar minta rekomendasi film yang menarik buat ditonton di akhir pekan. Cuma bisa berbagi dengan pacar saya yang juga hobi nonton film.

Judul : The Breakfast Club
Sutradara : John Hughes
Pemain : Emilio Estevez
                Paul Gleason
                Anthony Michael Hall
                Judd Nelson
                Molly Ringwald
                Ally Sheedy
Oke, baiklah, ijinkan saya membahas salah satu film favorit saya, yaitu The Breakfast Club (1985). Bahkan tahun film ini lebih tua 4 tahun dari tahun kelahiran saya. Hahaha… Banyak yang bilang ini salah satu film remaja terbaik pada jamannya. Film ini bercerita tentang 5 orang remaja yang dihukum oleh sekolahan karena melanggar peraturan sekolah. Hukuman yang diberikan adalah mereka diminta datang ke sekolahan pada hari Sabtu (fyi, seharusnya mereka libur di hari Sabtu) dan dikumpulkan di perpustakaan. Wakil kepala sekolah tersebut meminta mereka menulis sebuah essay tentang “who you think you are” dan kemudian meninggalkan mereka di perpustakaan. Dikurung di perpustakaan pada hari libur dan diberi tugas menulis essay bukanlah perkara yang menyenangkan bagi mereka, apalagi dengan sifat dan latar belakang mereka yang berbeda. Mereka berdebat, saling menghina, berteriak, dan macam-macam lagi kelakuan yang menyebalkan khas anak SMA. Justru dengan pertengkaran itulah mereka mulai saling mengutarakan permasalahan masing-masing. Mereka menjelaskan alasan yang menyebabkan mereka melanggar peraturan sekolah.

Menurut saya, permasalahan yang dibahas di film ini tidak lekang oleh waktu. Mau itu dibawa ke tahun 80-an, 90-an, atau bahkan 2000-an, permasalahan mengenai hubungan anak (terutama remaja), orang tua, dan sekolahan merupakan permasalahan yang tidak ada habisnya. Orang tua lupa bagaimana rasanya menjadi anak, terutama ketika memasuki usia remaja. Dan anak pun belum tahu bagaimana rasanya menjadi orang tua. Begitu pula dengan guru, kadang mereka lupa tujuan utama menjadi guru itu bukanlah untuk mencari uang agar dapat membayar tagihan-tagihan rumah tangganya.

Kalau saya boleh memberikan bintang, saya kasih 4/5. Bintang 4 karena film ini ringan, lucu, menyentuh (ada beberapa scene yang membuat saya nangis ketika mereka curhat dan memang permasalahan ini ada di kalangan kita semua), dan tentu saja permasalahan di film ini tidak lekang oleh waktu. Best scene di sini, menurut saya, adalah ketika mereka mengendap-endap di koridor sekolah, ketika mereka curhat sambil lesehan di perpustakaan, dan tentu saja ketika mereka joget! Original soundtrack-nya bagus!


Kurang 1 bintang mungkin karena saya mulai menjadi penikmat film saat tahun 90-an akhir dan awal 2000-an, jadi berasa lihat akting mereka agak “mentah.”

Sungguh film ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton di akhir pekan.

Nov 17, 2016

Pembagian

Ilustrasi ambil dari karya Gypsie Raleigh
Ada yang berkata bahwa jika dua manusia itu saling jatuh cinta tidak selamanya saling memberi 50-50. Terkadang mereka akan memberi 70-30. Di saat yang lain bahkan akan memberi 10-90. Tak peduli bagaimana cara pembagiannya di setiap hari, akan bebeda-beda. Namun, jumlahnya akan selalu 100. Selalu sempurna. Kata beberapa orang, itulah cinta.