Dec 28, 2012

Cerita 2012

Sumber gambar dari sini.
Wooo sudah hampir mencapai akhir tahun ternyata. Pingin berbagi cerita dari awal sampai akhir tahun 2012. Ya itung-itung sekalian introspeksi diri hahaha.

Sumber gambar dari sini.
Hmmm, awal tahun 2012 bukan kenangan yang indah. Saya kehilangan nenek saya. Saya ingat sekali ketika malam tahun baru harus dilalui di rumah sakit bersama anggota keluarga besar yang lain. Dan kemudian tepat tanggal 1 Januari 2012, nenek tercinta kami berpulang. Waktu itu sungguh kemeriahan tahun baru tidak terasa sama sekali. Kembali di pertengahan tahun 2012, kami kehilangan salah seorang anggota keluarga lagi. Dan jujur, sampai sekarang saya masih berpikir, "Kenapa harus dia?"

Malah ngebahas yang sedih-sedih. -_-"

Sumber gambar dari sini.
Baiklah, mari kita bahas momen yang menyenangkan. Di tahun ini saya melihat para sahabat yang menyelesaikan kewajibannya sebagai mahasiswa. Terharu dan sedih. Terharu karena melihat mereka sukses di jalan masing-masing, dan melihat suatu cita-cita serta mimpi-mimpi besar di mata mereka. Sedih karena kita terpisah untuk menempuh mimpi-mimpi yang jauh lebih besar. Boleh dibilang seperti long distance relationship (LDR) hahaha... Bakalan jarang kumpul lagi seperti dulu dan fooling around bersama. Ya, tapi kita semua tumbuh dewasa, masa' iya mau fooling around terus? Hahaha...

"Dewasa" adalah momok bagi saya. -_-"

Di tahun ini saya juga berhasil menyelesaikan kewajiban saya sebagai mahasiswa. :) Meskipun termasuk yang paling terakhir di antara sahabat-sahabat saya. Hahahaha...

Kemudian, yang tak kalah membahagiakan adalah saya berhasil menemukan seseorang yang menjadi arti penting bagi saya selama beberapa bulan ini. Semoga berlanjut ke bulan-bulan berikutnya. :) Entah saya yang menemukan atau ditemukan. Saya tak pernah yakin yang mana. Atau kita memang saling mencari dan bertemu di titik tertentu, kemudian memutuskan untuk berjalan beriringan.

Ya, seperti itulah sekelumit cerita saya di tahun 2012. Salah satu hal yang ingin saya perbaiki di tahun 2013 adalah TIDAK ADA PROKASTINASI alias menunda-nunda pekerjaan. Hahahaha... Entah apakah saya bisa melakukannya atau tidak. -_-"

Selamat datang tahun baru 2013. Semoga menjadi tahun yang baik bagi kita semua. Dan tahun yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya. :)

Dec 21, 2012

Tentangmu

Kau tahu, aku sangat beruntung memilikimu. Betapa sabarnya dirimu menghadapi diriku. Menanggapi semua amarahku dengan senyuman. Berkata dengan sabar sambil menyentuh keningku lembut, "Kamu boleh marah, tapi kepala harus dingin." Bagaimana dewasanya dirimu di saat sifat bocahku muncul. Aku selalu kalah berdebat denganmu, tapi kau selalu berhasil membuatku tertawa lepas di akhir perdebatan kita. Entah aku tertawa karena menyadari kebodohanku sendiri atau karena betapa lucunya dirimu dalam mencairkan suasana.
Kau tahu, sering aku merasa kecil ketika berada di dekatmu atau ketika aku mengingatmu. Well, bukan kecil karena badanku haha... Tapi, kecil karena aku bertanya-tanya apakah yang aku berikan telah sepadan dengan semua perhatian dan kasih sayangmu kepadaku selama ini. Sering aku merasa tidak bisa menyamaimu, apalagi menandingimu. Tapi, kau selalu membuatku merasa lebih baik ketika perasaan ini sedang kacau.
Kau tahu, banyak orang yang iri denganku. Aku bercerita banyak tentangmu kepada mereka. Betapa bangganya diriku padamu. Tak kusangka mereka iri karena aku memilikimu dengan semua sifatmu. Meskipun begitu, mereka bahagia aku bisa memilikimu.
Itulah sekelumit cerita tentang dirimu. Semoga cerita-cerita yang lain tentangmu akan terus berlanjut. :)

Dec 14, 2012

The Moment

Gambar dari sini.
Have you ever been in this moment in your life? The moment when you look into someone's eyes and think, "I can't ever ever ever lose this person."

Dec 7, 2012

Father and Son

Gambar dari sini.
Momen ini "ter-capture" ketika saya duduk di bangku belakang sebuah mobil. Saya melihat ke arah depan di mana si pengemudi sedang mengelus-elus kepala anaknya yang beranjak dewasa yang sedang duduk di sampingnya. Tidak seperti anak-anak lain seumurannya, si anak ini, errr mari kita sebut "pria ini" (karena dia mulai beranjak dewasa), pria ini tidak merasa risih atau berusaha menghindar. Ya mungkin sepele, tapi entah kenapa saya terharu melihat momen ini. Dan saya beruntung melihat momen ini. :)

Dan saya benci tidak bisa mendapatkan gambar yang lebih sesuai. (,--)/||

Nov 30, 2012

Pendamba Bintang

Sumber gambar dari sini.
"Kau tahu mengapa aku suka bintang?" tanya si gadis sambil menunjuk bintang-bintang di langit malam.
"Entahlah. Setahuku memang dari dulu kau suka memandangi mereka," jawab pria di sampingnya dengan ragu-ragu. "Hmmm... Coba aku tebak. Kau suka karena mereka berkerlip-kerlip?"
"Bukan. Aku suka mereka karena mereka dapat memberikan harapan tak terbatas. Tidak menuntut. Bebas."
"Lalu, apakah aku bisa menjadi yang tidak terbatas bagimu?"
Sepertinya si gadis tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu. Dia terkejut. Dan merasa bersalah. Pria itu dapat menangkap reaksinya dan tidak ingin menambah rasa bersalahnya. Kemudian si pria tersenyum dan berkata, "Tidak ada manusia yang bisa menjadi tidak terbatas, bukan?"

"Oh, and you
You're always holding on to stars
You're always holding on to stars"
(Fun. - Stars)
*terinspirasi dari lirik lagu Fun. yang berjudul Stars* 

Nov 23, 2012

Harapan Terjebak Hujan

Gambar dari sini.
"Ah, mendungnya pekat sekali. Ijinkanlah aku pulang, sebelum hujan."
"Tunggulah sebentar hingga hujan datang."
"Jika hujan, aku tidak bisa pulang."
"Biarkan saja. Biar kamu di sini lebih lama dan terjebak hujan bersamaku."

Nov 16, 2012

The Time

Sumber gambar dari sini.
It's been two months, but I feel like it's been years I've known you. Does the time play tricks on me? Ah, never mind. Thank God I've known you. I wonder if God would make the time last forever.

Nov 9, 2012

The Hobbit (Buku)

Saya sebagai penggemar The Lord Of The Rings karangan J.R.R. Tolkien, tentu saja juga sudah membaca buku prekuelnya yang berjudul The Hobbit.

Gambar dari sini.
Judul: The Hobbit
Pengarang: J.R.R. Tolkien
Penerbit: Gramedia
Harga: Rp 30.000,-
Tebal: 348 halaman
Kalau versi film, memang trilogi The Lord Of The Rings lebih dulu ditanyangkan pada tahun 2001-2003 lalu. Film The Hobbit: An Unexpected Journey baru akan tayang pada 14 Desember 2012. Tapi, sebenarnya buku The Hobbit lebih dulu terbit di tahun 1937. Sedangkan buku trilogi Lord Of The Rings terbit pada tahun 1954  dan 1955.
Di sini saya ingin membahas tentang buku The Hobbit karya J.R.R. Tolkien. Di awal buku ini diceritakan tentang Bilbo Baggins (paman Frodo Baggins di film trilogi Lord of The Rings) muda yang tiba-tiba kedatangan tamu tak terduga. Banyak tamu sebenarnya. Mereka terdiri dari seorang penyihir bernama Gandalf dan 13 kurcaci. Mereka semua menawarkan (lebih terkesan memaksa sebenarnya) Bilbo untuk bergabung dengan mereka dalam sebuah perjalan mencari harta karun. Konon, harta karun itu milik bangsa kurcaci yang kini 'dijaga' oleh seekor naga bernama Smaug. Bilbo dilanda keraguan besar. Bilbo merupakan hobbit yang senang dengan kenyamanan dan ketenangan rumah, tapi darah petualang yang diwariskan oleh nenek moyangnya tak kuasa menolak ajakan ini. Entah bagaimana Bilbo memutuskan untuk bergabung dengan mereka dan melakukan perjalanan ke Gunung untuk mencari harta tersebut. Di dalam perjalan, mereka bertemu troll, goblin, laba-laba raksasa, elang yang membantu mereka, serigala jahat, manusia beruang, bangsa peri, dan Smaug sendiri. Oya, mereka juga bertemu Gollum si pemilik cincin ajaib yang nantinya cincin itu menjadi tema utama cerita trilogi Lord of The Rings.
Buku The Hobbit ini sebenarnya mempunyai sasaran pembaca anak-anak. Ya mungkin agak sedikit susah bagi anak-anak untuk memahami buku ini karena ilustrasi di buku ini sangat sedikit. Tapi, bagus buat mereka untuk membaca buku ini karena mengandung pesan tentang persahabatan. Tokoh-tokoh di dalam buku ini pun dekat sekali dengan dongeng anak-anak, seperti hobbit, kurcaci, penyihir, dan peri. Jujur, saya sedikit bosan ketika membaca buku ini, karena sedikit bertele-tele bahasanya. Ya, maklumlah, cara berbicara tokoh-tokoh di dalam cerita ini disesuaikan dengan cara 'kuno'. Tapi, sungguh imajinasi di buku ini 'liar' sekali, saya suka itu.
Buku ini saya rekomendasikan untuk dibacalah pokoknya. :D

Nov 2, 2012

Tanpa Perlu Kau Ucapkan

Gambar dari sini.
Dan kau pun berkata, "Tuhan tahu isi hati dan tujuan kita tanpa mempermasalahkan bahasa yang kita gunakan. Aku pun tahu kau mencintaiku tanpa perlu kau ucapkan."

Terima kasih, "Hulk". :)

Oct 26, 2012

Musik Terindah

Gambar diambil di sini.

Pagi begitu indah dan cerah. Terdengar suara burung bernyanyi diiringi dengan suara daun-daun yang bergesekan karena tertiup angin. Bahkan suara matahari terbit pun terdengar jelas dan indah. Terdengar suara seorang gadis sedang bersenandung riang sambil menyeduh teh untuk menyambut pagi. Suara air hangat menimpa teh tak kalah indahnya.
"Ah, aku harus mengajak kekasihku berjalan-jalan menikmati semua suara indah ini," pikir gadis itu.

"Hai, kau ada waktu luang hari ini?" tanya gadis itu kepada kekasihnya di telepon.
"Ya, tentu saja," jawab kekasihnya gembira. Dia memang sudah rindu dengan si gadis dan ingin segera berjumpa. "Ada apa?"
"Temani aku berjalan-jalan mencari musik. Musik terindah di dunia," jawab si gadis dengan suara lembut.
"Baiklah. Aku akan segera ke rumahmu."

Tak lama kemudian si kekasih telah berdiri di depan rumah si gadis dengan senyum mengembang.
"Ayo, kita berangkat, sayangku," ajak si gadis sambil menggenggam tangan kekasihnya.
"Lho, tidak naik motor?" tanya si kekasih heran.
"Ah, suara motor akan merusak musik alam. Dengarlah suara burung-burung bernyanyi, daun-daun bergesekan, dan angin berhembus. Sayang sekali jika kau rusak dengan suara mesinmu itu."
"Ah, baiklah, apa pun yang membuatmu nyaman, sayangku. Lagi pula, cuaca sedang enak untuk berjalan-jalan."
"Kau selalu mengerti aku."
"Musik apa yang kau cari?" tanya si kekasih sambil berusaha mengimbangi langkah si gadis. Langkah si gadis tidak selebar-lebar langkahnya. "Bukankah kau sudah punya semua album Owl City dari awal sampai yang terbaru ini? Musisi favorit kamu."
"Bukan musik seperti itu."
"Lalu apa? Musik jazz?"
"Bukan," si gadis mulai gemas.
Terjadi keheningan beberapa saat karena si kekasih sibuk berpikir dan si gadis memberikannya waktu.
"Ah, suara pagi hari," kata si kekasih yakin.
"Yap!" kata si gadis girang. "Di dalam rumah tidak terlalu jelas suaranya. Aku ingin mendengarkannya dari luar, di udara terbuka." Kemudian mereka berdua pun melanjutkan perjalanan dalam diam, sibuk menikmati musik alam, masih dengan bergandengan tangan.

Gambar diambil di sini.

Setelah selesai berjalan-jalan dan menikmati musik alam, mereka pun duduk di bawah pohon rindang di sebuah taman. Banyak burung yang sedang bernyanyi di atas pohon itu. Sungguh pagi yang sempurna. Kedua orang yang sedang bermesraan itu pun berpelukan di bawah pohon itu. Si kekasih tidak tahu bahwa gadisnya merasa terkejut sekali ketika dipeluknya.
"Kau tahu apa musik yang paling indah dan sempurna di dunia ini? Bahkan suara pagi hari ini tidak ada apa-apanya," tanya si gadis ketika melepaskan pelukannya.
"Apa itu, sayangku?" si kekasih balik bertanya.
Si gadis mengetuk-ngetukkan telunjuknya yang mungil ke dada sebelah kiri kekasihnya. "Suara degup jantungmu yang terdengar di telingaku ketika kau memelukku."

Oct 19, 2012

Pemilik Rindu

Gambar diambil dari sini.


"Aku ini siapa?"
"Kau adalah dirimu sendiri tentu saja. Aku tak mengerti maksud pertanyaanmu."
"Maksudku adalah posisiku di dalam hidupmu. Siapakah aku?"
"Kau adalah kekasihku, pemilik rinduku."

Oct 12, 2012

Pejamkan Mata

Gambar dari sini.

Pejamkan matamu, tidurlah dengan nyenyak agar malam ini cepat berakhir dan esok segera tiba. Kita bertemu esok hari. Sudah rindu bukan? :)

Oct 5, 2012

Owl City - Speed of Love


I tried to disappear but you're the only reason I'm floating here
Eyes, painted crystal clear, I can see our future through the atmosphere

Don't you go, no don't you go
Don't you know, I'm up here alone
Yeah I am like a satellite, sending you a signal tonight

Oh! Oh! Oh! Like a streak of light
Oh! Oh! Oh! Watch the world fly by
Oh! Oh! Oh! Rev your engine up
Everybody's racing at the speed of love
(Do do do do do do)

You were so hard to find, with oh so many clouds across my summer sky
You, my constellation prize, yeah, every single star is sparkling in your eyes

So don't you go, no don't you go
'Cause don't you know, I'm up here alone
So high like a satellite, I'm sending you a signal tonight

Oh! Oh! Oh! Like a streak of light
Oh! Oh! Oh! Watch the world fly by
Oh! Oh! Oh! Rev your engine up
Everybody's racing at the speed of love

Oh! Oh! Oh! Like a streak of light
Oh! Oh! Oh! Watch the world fly by
Oh! Oh! Oh! Rev your engine up
Everybody's racing at the speed of love

One track, one mind, one race to win
One start, one heart, one life to live
One track, one mind, one race to win
One start, one heart, one life to live

Oh! Oh! Oh! Like a streak of light
Oh! Oh! Oh! Watch the world fly by
Oh! Oh! Oh! Rev your engine up
Everybody's racing at the speed of love

Oh! Oh! Oh! Like a streak of light (Don't you go, no don't you go)
Oh! Oh! Oh! Watch the world fly by (Don't you know, I'm up here alone)
Oh! Oh! Oh! Rev your engine up (Don't you go, no don't you go)
Everybody's racing at the speed of love!


NB: Lirik diambil dari sini.

Sep 29, 2012

Owl City: The Midsummer Station

Sekarang saya sedang suka dengerin album terbaru dari Owl City yang rilis pada Agustus 2012. Saya merupakan penggemar Owl City sejak kurang lebih dua tahun yang lalu. Album terbaru ini diberi judul The Midsummer Station. Terdiri dari 11 track, yaitu:
Gambar diambil di sini.
Artist: Owl City
Album: The Midsummer Station
Genre: Synthpop
  1. Dreams And Disasters
  2. Shooting Star
  3. Gold
  4. Dementia (feat. Mark Hoppus)
  5. I'm Coming After You
  6. Speed Of Love
  7. Good Time (feat. Carly Rae Jepsen)
  8. Embers
  9. Silhouette
  10. Metropolis
  11. Take It All Away
Sebelum ngeluarin album ini, Owl City sempat merilis album EP yang berjudul "Shooting Star EP" yang hanya terdiri dari 4 lagu yang juga termasuk di album The Midsummer Station ini, yaitu Shooting Star, Gold, Dementia, dan Take It All Away.
Saya bukan orang yang tahu musik, hanya seorang penikmat dan hanya menilai berdasarkan suka atau tidak suka. Jadi, inilah penilaian saya. Menurut saya, album ini tidak jauh berbeda dari album-album sebelumnya. Owl City konsisten dalam membawakan musiknya, tapi tidak pernah membosankan. Saya suka cara Owl City dalam bermain kata di lirik-liriknya dan bunyi-bunyian menggunakan synth-nya di dalam album ini. Terkesan tenang, tapi tetap memberikan semangat tersendiri.
The Midsummer Station bercerita tentang banyak hal: cinta, pertemanan, cita-cita, semangat, ketakutan, dan self-reflection. Single yang diandalkan dalam album ini adalah Good Time. Di single ini, Owl City bekerjasama dengan seorang penyanyi cewek bernama Carly Rae Jepsen. Good Time merupakan lagu yang menyenangkan dan dinamis. Benar-benar mengalami waktu yang menyenangkan ketika mendengarkan lagu ini.
Track favorit saya di album ini adalah Shooting Star, Gold, dan Speed Of Love. Shooting Star dan Gold mampu membawa aura positif dan optimisme tersendiri bagi saya, bahwa saya harus semangat mengejar apa yang saya inginkan. Sedangkan alasan saya suka Speed Of Love adalah karena saya memang sedang jatuh cinta saat mendengarkan album ini. :)
Silhouette merupakan lagu yang kelam di album ini. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang mempunyai ketakutan hingga dihantui oleh mimpi-mimpi buruk setiap harinya. Dengerin lagu ini jadi ikutan suram -_-"
Dari lima bintang, saya kasih 4 bintang untuk album ini. Keren!

Sep 14, 2012

Letter To Rossi

Pict was taken from here

Dear Rossi,
We're still waiting for you to come back
Waiting for you to shine
Just like the old days
But, never mind it
Don't push yourself too hard
Just enjoy the ride
When you enjoy your ride, it's enough for us

Sep 7, 2012

Genggaman


Ketika kau lelah menggenggam semuanya dalam tanganmu, lepaskanlah. Ketika tanganmu mulai terasa sakit menggenggam semuanya, kendurkanlah. Lepaskanlah sebagian, kendurkan tapi tetap kendalikan. Kau tahu, tanganmu tak cukup untuk menggenggam semuanya. Ketika kau memaksa, maka semuanya akan lepas tanpa sisa karena tanganmu akan kebas. Ketika hanya sebagian yang kau pertahankan, setidaknya kau masih mempunyai sisanya untuk kau pertahankan.

Gambar diambil dari sini.

Aug 24, 2012

Cantik

"Aku tidak ingin dipandang cantik oleh semua orang. Aku ingin dipandang cantik hanya olehmu."

Gambar diambil dari sini.

Aug 17, 2012

Kunci dan Pintu

Saat kau memegang sebuah kunci dan dihadapkan di depan sebuah pintu. Pintu itu tertutup dan terkunci. Sesaat kau yakin kunci yang kau pegang adalah kunci yang tepat. Karena pintu itu megah dan bentuk kunci itu pun tak kalah bagusnya. Kau mulai memasukkan kunci itu ke lubang kunci di pintu. Kuncinya berhasil masuk. Kau mulai memutarnya. Tak ada bunyi "klik". Seberapa kuat kau memutarnya, tak ada bunyi "klik". Kunci itu mulai bengkok karena kau paksakan. Kemudian kunci itu patah.


Seberapa kuat kau memutar kunci itu, pintu itu tidak akan terbuka. Hingga kau harus mengorbankan kunci itu sendiri. Karena mereka bukan pasangan yang tepat.

Gambar diambil dari sini.

Aug 10, 2012

Suatu Hari Nanti

Dulu aku pernah berharap jika suatu hari nanti kita bertemu, aku akan menamparmu. Meluapkan semua amarah yang ada di hati dan pikiran melalui tangan ini.
Kemudian hari itu datang di mana aku akhirnya bertemu denganmu lagi. Tapi, kau tahu, aku tidak bisa melakukan itu. Amarah itu masih kalah dengan rasa duka yang kau timbulkan. Aku memutuskan untuk lari saja pada saat itu karena melihatmu hanya membuatku sedih.

Waktu berjalan, orang berubah, aku bertambah dewasa. Kini, aku berharap suatu hari nanti saat kita bertemu, aku dapat menyunggingkan senyum selamat datang untukmu. Tanganku terbuka untuk menjabat tanganmu.

NB: Gambar diambil dari sini dan sini.

Aug 3, 2012

Susu, Kopi, dan Cinta

Kupandangi layar laptop, berkali-kali membaca tulisan tersebut. Kopi Oey Solo, 9 Juli 2011. Itu berarti dua hari lagi aku akan menemuinya. Gadis hasil penelusuran dunia maya.

Satu tahun lalu, aku membaca blog-nya dengan tidak sengaja. Entah apa yang aku cari di Google waktu itu, aku sendiri lupa, sampai mesin pencari paling terkenal di dunia itu menampilkan cuplikan blog-nya. Tulisan di blog-nya berisi cerita pendek mengenai cinta. Hal yang wajar untuk ditulis seorang gadis. Beberapa di antaranya adalah kisah bahagia, beberapa di antaranya bertepuk sebelah tangan. Aku mengikuti blog-nya selama beberapa bulan dan rajin memberi komentar. Sebelum akhirnya dia berhenti menulis hingga saat ini. Beberapa posting terakhir sepertinya berkisah tentang kekecewaan dan patah hati. Posting terakhir di blog tersebut adalah tanggal 27 Agustus 2010.


Aku suka caranya menulis. Aku mencarinya di Facebook menggunakan nama yang tertera di blog-nya. Voila! Aku mendapatkannya, mengirim pesan, berkenalan, dan add. Voila lagi! Dia meng-confirm-ku. Kita resmi berteman di dunia maya.


Sampai tiba hari ini, kita janjian bertemu untuk pertama kalinya. Aku biarkan dia memilih tempat dan tanggalnya. Tempat tersebut merupakan satu-satunya tempat yang menyajikan minuman favoritnya, Milo Dinosaurus. Tak masalah, kami satu kota dan aku tahu tempat tersebut. Tanggal yang dipilihnya merupakan tanggal ulang tahunnya. Tak masalah, aku seorang jomblo dan tidak mempunyai keharusan berkencan di malam minggu dengan seorang pacar.
Aku memakai kaos putih bergambar Bart Simpson yang aku dobeli dengan kemeja kotak-kotak biru lengan panjang, celana jeans belel, dan sneaker putih. Bart Simpson terlihat konyol untuk bertemu dengan seorang gadis di malam minggu. Well, aku berusaha jujur pada diriku dan orang lain mengenai kepribadianku.
Lima belas menit aku menunggu gadis tersebut sejak jam 18.45. Aku tidak menyalahkannya, aku sengaja datang lebih cepat. Itulah kebiasaanku, lebih baik datang lebih cepat daripada terlambat dan membuat diriku tampak lebih buruk. Seorang cowok duduk di semester akhir dan masih suka menonton The Simpsons itu sudah membuatku tampak cukup buruk bagi orang lain.
Jam 19.05, seorang gadis masuk ke bagian belakang kedai kopi ini, tempat aku duduk sekarang. Itu dia. Manis sekali. Kaos ungu, jaket merah, celana jeans lusuh dan sandal jepit. Dia menenteng tas cokelat yang terlihat masih baru. Kasual, tapi manis dan menggemaskan.


“Adam?” tanya gadis itu sambil memandangi kaosku.
“Seperti yang aku janjikan, kaos bergambar Bart dan tampang bule yang sudah tidak dapat aku ubah-ubah lagi,” jawabku. “It’s nice to meet you on real world, Dian.” Aku mengulurkan tangan untuk berkenalan.
“Don’t use English when we meet face to face like this,” balasnya sambil tertawa ringan dan membalas uluran tanganku.
“Baiklah. Hanya ingin sedikit pamer, sih,” candaku. Aku setengah Indonesia, setengah Inggris. Hidup di Solo sudah selama empat tahun.
“Dasar bule.”
Kopi Vietnam

Kita berdua tertawa. Awal yang bagus. Aku mempersilakannya duduk. Dia memesan Milo Dino. Sedangkan aku memesan Kopi Vietnam. “Kau pergi ke kedai kopi, tapi malah pesan susu sebagai minumanmu,” kataku sambil melihatnya menikmati cream Milo Dino-nya.
“Aku benci kopi. Seberapa banyak pun aku menaruh gula di dalamnya, tetap saja pahit. Hidup sudah cukup pahit, kawan.”
“Justru kita harus menelan kepahitan itu sendiri dan membuktikan bahwa kita berani melewatinya.”
“Yuck!” Dian mengernyit. “Kopi itu pahit. Cinta itu pahit. Kopi itu cinta. Hal yang aku hindari.”
“Kau tidak percaya cinta?”

Milo Dino

Dian berhenti menikmati cream-nya dan memandangiku. Entah pandangan tidak percaya jika aku menanyakan hal tersebut atau pandangan tidak percaya bahwa dia membuat dirinya sendiri keceplosan menyebutkan filosofinya tentang kopi, cinta, dan pahit. “Bagiku, dua hati yang bersatu hanya terjadi pada orang lain dan film. Bukan diriku,” jawabnya. Muka menggemaskannya berubah serius dan sendu.
“Kau pernah jatuh cinta?” tanyaku.
“Dulu. Kemudian gagal. Jatuh cinta lagi. Dan gagal lagi. Begitu seterusnya. Hingga aku muak dan kehilangan arti cinta itu sendiri.”
“Bagaimana dengan persahabatan? Kau percaya?” Sekarang aku merasa seperti wartawan koran sedang mewawancarai seorang remaja.
“Jika persahabatan termasuk dalam kategori cinta, maka itu adalah satu-satunya cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan yang pernah kualami.”
“Kau pernah membicarakan filosofimu ini kepada para sahabatmu?”
“Tidak. Mereka punya pandangan yang positif mengenai cinta. Cinta itu indah, sakral, dan manis. Itu menurut mereka. Aku tidak ingin merusak pandangan mereka. Mereka berhak mempunyai pandangan seperti itu.”
“Suatu saat pasti para sahabatmu akan mempunyai kehidupannya masing-masing, misalnya menikah atau bekerja di suatu tempat yang jauh dan menetap di sana, apa yang akan kau lakukan? Kau sendirian, ditinggalkan oleh cintamu.” Sial. Pertanyaanku sepertinya terlalu mendalam untuk pertemuan pertama. Aku benci mulutku, atau mungkin otakku, yang tidak bisa mengontrol apa yang seharusnya kukatakan.
“Itu… Itu yang selama ini kutakutkan. Entahlah.” Dian memandangiku dengan tatapan takut. “Bagaimana denganmu? Kau percaya cinta?”
“Aku percaya," jawabku. "Dan aku ingin menawarkannya padamu.”
“Apa?”
Aku angkat gelas Kopi Vietnam milikku.
“Jangan harap aku akan meminumnya,” kata Dian.
Aku meletakkan gelasku di hadapannya. Memaksanya. Dian menatap gelasku dengan sangsi, menimbang-nimbang.
“Satu tenggakan saja. Lagian kau punya Milo Dino yang sepertinya jauh lebih manis. Kau bisa meminum Milo Dino untuk menghilangkan rasa pahitnya,” kataku berusaha meyakinkannya. “Kau berhenti menulis blog karena kau tidak percaya cinta lagi, kan?”
“Kau menembak tepat pada sasaran, Adam,” kata Dian yang kemudian disusul dengan satu tenggakan Kopi Vietnam milikku olehnya.
“Yuuuccckkk!!!” Cepat-cepat Dian menyeruput Milo Dino-nya. Bukan menyeruput, lebih tepatnya menyedotnya.
“BWAHAHAHA!!! Welcome again to a thing called love!!!” seruku sambil mengangkat gelasku. “Selamat ulang tahun dan kembalilah menulis.”


NB: Gambar Kopi Vietnam diambil dari Cappucino Letter.

Jul 20, 2012

Totto-chan: Gadis Cilik Di Jendela

Pertama kali liat buku ini di toko buku, saya pikir ini cuma cerita anak-anak kecil biasa dengan pengalaman-pengalaman mereka di taman kanak-kanak. Saya pikir juga buku ini buku baru. Man, saya meleset. Buku ini sudah diterbitkan di Jepang tahun 1981, meskipun di Indonesia baru terbit di tahun 2008. Memang buku ini menggambarkan kehidupan anak-anak kecil di masa TK, tapi bukan cerita biasa. Well, telat juga saya posting tentang buku ini. Haha... Tapi, biarlah, buku keren begini sayang kalau tidak disebarluaskan.

Judul : Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela
Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Genre : Non-fiksi, cerita anak
Penerbit : Gramedia
Harga : Rp 46.000,-
Cerita berawal ketika seorang gadis kecil bernama Totto-chan dikeluarkan dari sekolah pertamanya. Para guru kewalahan dalam mengatasi tingkah lakunya yang super ajaib dan rasa keingintahuannya yang sangat besar. Kemudian ibu Totto-chan memasukkannya ke sekolah bernama Tomoe Gakuen. Ibu Totto-chan tidak memberitahunya bahwa dia dikeluarkan dari sekolah pertamanya, kelak pembaca akan tahu mengapa ibu Totto-chan tidak memberitahunya. Kepala Sekolah Gakuen bernama Sosaku Kobayashi, seorang pria berambut tipis dan bergigi ompong, tapi sangat ramah dan mengerti dunia anak. Mr. Kobayashi menyuruh Totto-chan bercerita mengenai apa pun yang dia inginkan. Dan sungguh Mr. Kobayashi mendengarkan 4 jam penuh pada cerita Totto-chan, kemudian berkata, "Kamu murid sekolah ini mulai besok."

Keunikan pertama dari Sekolah Tomoe Gakuen adalah sekolah tersebut didirikan di gerbong-gerbong kereta yang sudah tidak dipakai! Tentu saja gerbong-gerbong tersebut telah dimodifikasi menjadi ruang-ruang kelas. Keunikan kedua adalah para murid dengan kekurangan fisik juga dapat bersekolah di sana bersama dengan murid-murid lain. Keunikan ketiga adalah para murid bebas menentukan pelajaran apa yang ingin mereka pelajari pada jam pertama. Jadi, ada yang mempelajari fisika, menulis, membaca, menggambar, dan matematika pada saat yang bersamaan. Anak-anak tersebut sama sekali tidak terganggu atau mengganggu karena mereka telah diajarkan untuk berkonsentrasi dan menghargai orang lain. Keunikan keempat adalah cara Mr. Kobayashi mengajar, yaitu menggabungkan alam, musik, dan kepribadian anak. Man, saya saja sulit menjelaskannya. Masih banyak keunikan lain yang tidak bisa saya ceritakan di sini.

Bagian paling favorit saya adalah ketika Mr. Kobayashi berkata kepada Totto-chan, "Kamu benar-benar anak yang baik." Padahal Totto-chan sering membuat dirinya berada di situasi yang menyulitkan dirinya atau orang lain akibat ulahnya. Kelak, Totto-chan dewasa akan mengerti apa maksud Mr. Kobayashi berkata seperti itu.

Buku ini bagus untuk semua kalangan menurut saya. Bagus untuk anak-anak karena buku ini mengajarkan bagaimana menghargai orang lain, berterima kasih, dan meminta maaf dengan bahasa yang mudah. Bagus untuk orang dewasa dan orang tua karena mereka akan mengerti bagaimana dunia anak sebenarnya. Orang dewasa dan orang tua memang pernah menjadi anak-anak, tapi mereka juga sering lupa bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Buku ini akan membuat mereka mengingat semuanya dan tahu apa yang harus mereka lakukan kepada anak-anaknya. Bagus untuk para pendidik karena buku ini mengajarkan bahwa mendidik anak tidak harus dengan teks di buku. Dengan mencintai alam, anak akan mampu berkembang. Bagus untuk para psikolog pendidikan karena buku ini mengajarkan bagaimana cara mengenali dan menghadapi karakter-karakter anak yang unik.

Saya beri lima bintang penuh untuk buku ini. Buku yang sangat layak baca :)

Jun 15, 2012

Menolehlah

Seorang putri kerajaan sedang mengalami hal yang aneh belakangan ini. Dia hanya memandangi sebuah lukisan yang dia beli dari seorang kakek. Saat itu dia sedang berjalan-jalan, tentu saja dengan dikawal pengawal-pengawalnya, dan bertemu dengan kakek itu. Kakek itu menjual lukisannya dengan harga murah, tapi si Putri Kerajaan membelinya dengan harga yang tinggi. Para pengawal tentu saja keheranan. Si Kakek kegirangan dan bersyukur. Dengan segera Si Putri Kerajaan memasang lukisan itu di kamarnya. Sejak itulah dia tidak mengalihkan pandangannya dari lukisan itu sekali pun.

Lukisan itu bergambar sebuah jalan yang terbentang panjang dengan pohon-pohon di samping kanan dan kirinya. Seperti halnya lukisan yang memperhatikan perspektif, semakin jauh jalan yang digambar, semakin kecil tampak di lukisan. Hampir di titik yang paling jauh, terdapat sosok seorang laki-laki bertopi yang sedang berdiri. Si laki-laki bahkan digambarkan memunggungi penikmat lukisannya. Jadi, hanya terlihat punggung saja, tidak tampak wajahnya.

Sang Raja merasa khawatir setelah beratus-ratus hari Si Putri mengalami hal aneh tersebut. Sang Raja mengadakan sayembara bagi para pemuda untuk mengalihkan pandangan Si Putri dari lukisan tersebut, bahkan hanya untuk sekedar mengerling saja. Jika ada seseorang yang berhasil melakukannya, dia boleh memilikinya. Sang Raja sudah berusaha mencari si kakek penjual lukisan itu. Mengirim semua pasukan terbaiknya. Tapi, sia-sia saja usahanya. Kakek itu telah pergi entah ke mana.

Karena kesantunan dan kecantikan Si Putri, satu persatu pemuda mulai berdatangan dan memulai usahanya untuk mengalihkan perhatiannya. Ada yang bernyanyi, menari, bermain terompet, bermain drum, membaca puisi, bahkan melawak. Bahkan ada yang dengan kasarnya memegang wajah Si Putri dan mengarahkan kepalanya ke wajah si pemuda kasar itu. Tapi hanya ada tatapan kosong dan dingin yang ada di mata Si Putri. Sang Raja merasa geram melihat kelakuan si pemuda dan akhirnya menghukumnya dengan cara memenggal tangannya. Ada yang berdiri tepat di antara Si Putri dan lukisan, sehingga menghalang-halangi pandangan Si Putri. Tapi, Si Putri menggerakkan tangannya untuk menyingkirkan si pemuda.

Kemudian datanglah seorang pemuda dengan tampilannya yang sederhana dan wajah tenang. Dia tidak membawa properti satu pun untuk membantunya mengalihkan pandangan Si Putri. Dia juga tampak tidak agresif untuk memaksa Si Putri mengalihkan pandangannya. Dia hanya berdiri bersebelahan dengan Si Putri, mengikuti Si Putri memandangi lukisan tersebut, tanpa suara, hanya berdiri tenang. Hanya itu yang dilakukannya selama beberapa hari. Ya, pemuda itu bertahan beberapa hari, membuat pemuda lain mengantri lebih lama.

Si Putri menoleh ke arah pemuda itu! Tatapannya masih kosong. Tapi, setidaknya dia menoleh bukan karena paksaan. Pemuda itu juga mengalihkan pandangannya ke Si Putri dan tersenyum lembut. Begitu pula Si Putri, dia tersenyum, tatapannya menghangat. Dia kembali ke realita.

Jun 8, 2012

Teh Hangat Di Sore Hari

Terdapat sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang putri. Keluarga tersebut mempunyai sebuah kebiasaan yang dibawa dari si ibu, yaitu selalu menyeduh teh hangat di sore hari. Si ibu membawa kebiasaan ini dari keluarganya. Sejak kecil dulu, ayah si ibu selalu menyeduh teh hangat di sore hari. Si putri tidak tahu kebiasaan si kakek berasal dari mana, dia tidak pernah bertanya dan ibunya tidak pernah bercerita.


Suatu hari, si putri tidak menghabiskan teh sorenya. Begitu seterusnya hingga beberapa hari ke depan. Bahkan si putri terkadang tidak meminum teh sorenya. Melihat itu, si ibu bertanya, "Kenapa kau tidak menghabiskan teh soremu? Tidak seperti biasanya."
"Maaf, Bu. Aku jengah. Bosan dengan rutinitas ini," jawab si putri dengan suara pelan, takut menyakiti hati ibunya.
Si ibu berusaha menyembunyikan keterkejutannya atas jawaban si putri. Sudah puluhan tahun si ibu hidup dengan kebiasaan ini dan selalu menikmatinya, tidak pernah merasa bosan atau terpaksa. Dengan menyembunyikan rasa kecewanya, si ibu berkata, "Ah, ya, sudah, tidak apa-apa. Kau ingin dibuatkan apa untuk minum sore hari?"
"Tidak usah, Bu. Aku minum air putih saja."

Si putri sudah beberapa lama meninggalkan rutinitas keluarganya. Pada awalnya dia menikmatinya. Merasakan terdapat sesuatu yang baru di dalam dirinya. Hingga pada suatu hari dia meminta ibunya membuatkan teh sore untuknya.
"Lho, ada apa? Tumben?" tanya si ibu.
"Mmmm... Tidak semua orang merasa nyaman dengan perubahan di dalam hidupnya, bahkan ketika perubahan itu terjadi di dalam dirinya. Beberapa orang yang merasa tidak nyaman akan kembali kepada dirinya yang dulu. Beberapa akan mencari sesuatu yang baru lagi. Sepertinya aku memang butuh sentuhan teh sore setiap hari. Hidup itu butuh sentuhan teh hangat. Lagi pula, aku bagian dari keluarga ini, kan?" jawab si putri.
"Baiklah, Nak, ini teh soremu."

Jun 1, 2012

Lex Luthor

Belakangan ini saya sering ngobrolin cerita-cerita superhero dengan teman saya karena heboh film The Avengers. Ngomongin superhero, saya punya superhero favorit sejak kecil, yaitu Superman. Ketika ngomongin Superman, saya langsung keinget serial Smallville. Tapi kali ini saya sedang tidak ingin membicarakan Superman. Saya ingin membicarakan Lex Luthor.

Lex Luthor
Seperti yang orang-orang ketahui, Lex Luthor merupakan musuh terbesar Superman. Dia botak. Satu-satunya kesempatan di mana Lex Luthor terlihat lebih ganteng daripada Superman adalah di serial Smallville. Haha... Dan satu-satunya Lex Luthor terlihat mempunyai rambut adalah di serial Lois & Clark. Haha...

Lex Luthor (Michael Rosenbaum) di Serial Smallville
Lex Luthor (John Shea) di Serial Lois & Clark
Hampir di semua versi cerita Superman, Lex Luthor digambarkan sebagai orang yang jahat dan serakah. Jika bukan penggemar setia Superman, orang jarang yang tahu bagaimana si Lex Luthor ini berproses menjadi manusia sekejam itu. Tapi, di serial Smallville ini, diceritakan bagaimana dia menjadi orang seperti itu. Tentu saja dalam versi serial ini, bukan dalam versi asli komiknya.

Dalam versi asli komik, Lex muda berteman baik dengan Superboy (Superman muda). Mereka berdua bekerja sama membangun laboratorium untuk penelitian yang akan dilakukan Lex. Sebagai rasa terima kasih, Lex membuatkan obat penangkal batu Kriptonite untuk Superboy. Suatu hari, pabrik itu meledak dan Superboy berusaha memadamkan apinya dengan meniupkan angin dari mulutnya. Tetapi, hal itu menyebabkan beberapa bahan kimia menyembur ke arah Lex, membuatnya kehilangan rambut, dan merusak penelitian yang telah dilakukannya. Lex merasa bahwa Superboy sengaja melakukannya utnuk menjatuhkannya. Sejak saat itulah Lex menjadi musuh utama Superboy.

Dalam versi serial Smallville, karakter Lex masih mempunyai inti yang sama dengan versi asli, yaitu berasal dari anak baik-baik dan berteman baik dengan Clark Kent. Hanya saja proses perubahan menjadi manusia bengis itu yang berbeda cerita.

Di beberapa season awal, menurut saya, Lex Luthor dalam serial Smallville mampu menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tipis antara sisi baik dan jahat. Lex merupakan seorang anak yang hidup dalam bayang-bayang ayahnya, Lionel Luthor. Lionel merupakan seseorang yang berkuasa, ambisius, dan tanpa cinta. Lex tidak pernah mendapatkan perlakuan layaknya seorang ayah kepada seorang anak. Lionel hanya memberikannya fasilitas dan uang tanpa hadir secara psikologis. Lionel seolah-olah tidak ingin melihat  sisi lemah Lex sedikit pun. Semua yang dilakukan Lex seolah-olah salah di mata Lionel. Semua orang di sekitar Lex berpikir bahwa "buah tidak jatuh jauh dari pohonnya". Jika sang ayah jahat dan tamak, maka anaknya juga akan menjadi seperti itu. Sedangkan Lex berusaha keras untuk membuktikan bahwa dia tidak sama dengan ayahnya.

"I've always been fighting my destiny, trying to avoid becoming my father. But we all have certain genes that, no matter how much we want to change, dominate us." (Lex Luthor)

Ketika berteman dengan Clark Kent, Lex sangat iri melihat hubungan ayah-anak antara Jonathan Kent dan Clark Kent. Clark, yang bukan merupakan anak kandung Jonathan, selalu mendapatkan cinta dan perhatian dari ayahnya. Hubungan mereka sangat dekat dan hangat. Bahkan ketika Clark melakukan kesalahan, Jonathan akan selalu memaafkannya meskipun harus menghukumnya terlebih dahulu. Awalnya, Jonathan tidak menyetujui persahabatan antara anaknya dengan Lex. Seperti orang-orang pada umumnya, Jonathan tidak mempercayai Lex dan takut bahwa anaknya akan dimanfaatkan oleh Lex. Pada akhirnya Lex mendapatkan kepercayaan dari Jonathan. Kemudian, Lex menganggap Clark sebagai seorang adik yang tidak pernah dia dapatkan.

Sebenarnya Lex Luthor mempunyai seorang adik kandung bernama Julian. Sayangnya, Julian meninggal ketika masih bayi karena dicekik oleh ibunya sendiri akibat depresi pasca-melahirkan. Untuk melindungi ibunya dari amukan sang ayah, Lex tanpa sadar membangun keyakinan bahwa dirinya lah yang membunuh Julian. Lagi pula jika Lionel percaya bahwa Lex yang membunuh sang adik, Lionel tidak akan berbuat apa-apa.

Ketika Lex masih berteman akrab dengan Clark, sebenarnya Lex mempunyai alasan lain selain ingin berterima kasih kepada Clark karena telah menyelamatkan hidupnya dari kecelakaan mobil. Lex yakin bahwa dia telah menabrak Clark dengan keras, tapi tidak terdapat satu luka pun di tubuh Clark. Lex percaya Clark mempunyai kekuatan super akibat kontaminasi Kriptonite di Smallville. Rasa ingin tahu membuat Lex mengobservasi Clark secara diam-diam. Ketika Clark mengetahui bahwa Lex mengobservasinya, Clark memutuskan hubungan persahabatan mereka.

Tekanan dari ayah, tumbuh besar dengan melawan sisi jahat yang menguasai dirinya, mengharapkan pengakuan dari ayah dan orang-orang sekitar, kehilangan kepercayaan dari seorang teman, dan rasa iri yang besar ketika orang lain mendapatkan apa yang dia inginkan, akhirnya Lex tidak kuasa untuk melawan sisi kelam dirinya dan menjadikan dirinya sebagai manusia keji. Bahkan Lex membunuh ayahnya ketika ayahnya berusaha melindungi rahasia Clark.

"Can you hear me, dad? Before you leave this Earth, I want you to know... you did create the son you always wanted." (Lex Luthor)


Melalui serial ini, saya mampu mengerti bagaimana teori "tabula rasa" dari John Locke bekerja. Tabula Rasa adalah teori dari John Locke di mana dia berpendapat bahwa manusia dilahirkan bagaikan kertas putih bersih. Bagaimana kertas itu ditulis, tergantung oleh lingkungannya.


Saya suka karakter Lex Luthor di serial Smallville. Entah karena cara Michael Rosenbaum memerankan sisi baik, rapuh, dan jahat dari Lex Luthor atau cara para penulis ceritanya menggambarkan diri Lex.

May 25, 2012

Wajah Di Keramaian

I saw your face in a crowded place and I don't know what to do, cause I'll never be with you (James Blunt - You're Beautiful)



Saya pernah berperan sebagai si pria di lagu ini (tentu saja si wanita di lagu ini diperankan oleh pria di dalam versi saya). Ketika saya melihat seseorang yang menyita perhatian saya di keramaian. Entah kenapa setiap saya berada di keramaian dan kebetulan orang itu juga berada di sana, di saat yang sama saya sedang memandang ke arahnya. Entah kenapa Tuhan memberikan radar yang kuat, yang mampu membuat kepala saya selalu menoleh ke arahnya, yang mampu membuat mata saya selalu memandangnya, yang mampu membuat saya selalu dapat menemukannya di antara kerumunan orang.

Hanya saja dia tidak pernah menyadari kehadiran saya di antara keramaian. Dan saya tidak pernah menemukan petunjuk apakah kita akan saling menyadari kehadiran satu sama lain suatu saat nanti. Dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Semoga suatu saat nanti kau yang akan menemukanku terlebih dahulu di keramaian :)

Gambar diambil di sini.

May 18, 2012

Good Life: Arigato, Papa, Sayonara

Bagi yang suka serial drama keluarga Asia terutama Jepang dan suka mimbik-mimbik alias rada-rada cengeng, saya rekomendasikan serial ini. Serial ini berjudul "Good Life: Arigato, Papa, Sayonara". Serial ini diadaptasi dari novel Korea karangan Cho Chang-In yang berjudul "Kashikogi".

Good Life: Arigato, Papa, Sayonara
Tahun: 2011
Director: Yoshishige Misake, Keiichiro Shirake
Producer: Takahiro Kasaoki, Jun Kimura
Serial berjumlah 11 episode ini bercerita tentang seorang jurnalis profesional bernama Sawamoto Daichi (Sorimachi Takashi) yang workaholic sehingga tanpa dia sadari dia telah mengabaikan keluarganya. Dia tidak pernah ikut serta mengurus anak laki-lakinya. Dia tidak pernah tahu jika istrinya, Sawamoto Kaori (Igawa Haruka), merasa jengah dan kesepian. Suatu hari, Kaori pergi meninggalkannya tanpa berpamitan, tanpa sepatah kata pun. Kaori hanya meninggalkan sepucuk surat perceraian yang telah ditandatanganinya dan seorang anak laki-laki hasil pernikahan mereka yang bernama Sawamoto Waku (Kabe Amon).

Tentu saja Daichi mengalami kebingungan dan marah yang luar biasa. Selama ini dia merasa menjadi seorang suami yang baik dan tidak pernah ada pertengkaran di dalam rumah tangganya. Pendapat dia mengenai suami yang baik merupakan seorang kepala keluarga yang rajin bekerja dan menghasilkan uang yang banyak ternyata selama ini salah.

Mengurus seorang anak berumur 7 tahun seorang diri tidak semudah bayangan Daichi. Apalagi dia tidak pernah untuk mencoba "mengenal" anaknya sendiri sebelumnya. Dia tidak pernah tahu apa yang disukai, dibenci, atau ditakuti oleh anaknya. Dia tidak pernah tahu apa kebutuhan anaknya. Hingga suatu hari, Waku divonis dokter bahwa dia menderita leukimia. Daichi pun berusaha untuk melawan keegoisan yang dimilikinya selama ini dan memutuskan untuk mengurus Waku yang sedang sakit seorang diri. Tujuh tahun yang telah disia-siakannya selama ini akan dia perbaiki dalam sisa waktu yang dilmilikinya.

Banyak adegan yang mengharukan antara bapak dan anak di serial ini. Dari serial ini, penonton bisa belajar bahwa "menyimak" itu berbeda dari "mendengarkan" dan "memperhatikan" berbeda dengan "melihat". Saya beri 4 bintang dari 5 bintang untuk serial ini.

Satu bintang berkurang karena pendapat subjektif saya sendiri. Sebelum melihat akting Sorimachi Takashi di serial ini, saya melihatnya di "Beach Boys" (1997) dan "Great Teacher Onizuka" (1998). Di dua serial itu, Takashi berperan menjadi orang konyol dan slengehan, tapi sering mengeluarkan kata-kata yang menyentuh. Sedangkan di "Good Life: Arigato, Papa, Sayonara", dia berperan menjadi seorang bapak yang serius dan bahkan tidak tahu bagaimana cara tersenyum. Itu membuat saya merasa awkward melihat aktingnya karena saya telah terbiasa dengan gambaran bahwa Takashi adalah orang konyol.

May 11, 2012

Garden Party - Adam Young by Adam Young Music



I went to a garden party to reminisce with my old friends
A chance to share old memories and play our songs again
When I got to the garden party, they all knew my name
But no one recognized me, I didn’t look the same


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself


People came from miles around and everyone was there
Yoko brought her walrus, there was magic in the air
And over in the corner, much to my surprise
Mr. Hughes hid in Dylan’s shoes, wearing his disguise


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself


I played them all the old songs, I thought that’s why they came
But no one heard the music, we didn’t look the same
I said hello to Mary Lou, she belongs to me
And when I sang a song about a Honky Tonk, it was time to leave


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself


Someone opened up a closet door and out stepped Johnny B. Goode
Playing guitar like ringing a bell and looking like he should
If you gotta play at garden parties, I wish you a lot of luck
But if memories were all I sang, I’d rather drive a truck


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself
You can’t please everyone so you gotta please yourself

May 4, 2012

Benda Usang

Terlihat seorang pria sedang mengamati seorang perempuan yang selama ini dikaguminya. Perempuan itu selalu saja membawa benda usang itu ke mana-mana. Benda yang sepertinya telah bertahun-tahun dimilikinya, telah kotor sekali. Warna putih yang terdapat di benda itu telah berubah menjadi cokelat. Sekarang tampak perempuan itu sedang memandangi benda usang itu.

"Ada apa?" tanya si pria yang kemudian duduk di sampingnya.
Perempuan itu hanya tersenyum dan mengangkat benda usang itu.
"Kenapa kau tidak mencucinya? Itu sudah kotor sekali," kata pria itu.
"Aku takut perpaduan antara air dan sabun akan membuat gambarnya luntur dan akhirnya menghilang," jawab si perempuan.
"Beli saja yang baru," pinta si pria.
Perempuan itu menggeleng. Kemudian si pria menarik tangannya. "Hey! Mau ke mana?" tanya perempuan itu.

Ah, ternyata si pria mengajaknya ke sebuah toko yang masih menjual benda yang sama persis dengan milik si perempuan.
"Mbak, beli ini, ya," kata si pria kepada petugas kasir. Pria itu mengeluarkan sejumlah uang dan membayarkannya. "Gak usah dibungkus, Mbak."

"Ini," kata pria itu sambil menyodorkan benda itu setelah keluar dari toko. "Kau bisa lihat sendiri, ini benda yang sama persis, masih baru, dan bersih. Kau tidak perlu mencuci punyamu itu dan tidak perlu takut gambarnya akan hilang."
"Iya, aku tahu ini benda yang sama. Hanya saja ini pemberian dari orang yang berbeda," kata perempuan itu yang kemudian meninggalkan si pria tanpa menyentuh benda yang baru itu sama sekali.

Apr 27, 2012

Dakon

Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman Komunitas Bengawan ngadain kopdar di Wedangan Pendhopo yang terletak di Jl. Srigading I No. 7, Turisari, Mangkubumen, Banjarsari, Solo. Di sana banyak benda kuno dan tradisional tersimpan, salah satunya adalah permainan tradisional Indonesia yang dinamakan "dakon" (beberapa menyebutnya "congklak").

Dakon
Sumber gambar dari sini
Jujur saja sewaktu saya kecil di mana permainan seperti ini masih "happening" banget, saya gak pernah mainin permainan ini. Kemudian dengan baik hati, si Aneg dan Nenden mengajarkan saya bagaimana cara memainkannya. Pertama-tama Aneg menjelaskannya panjang lebar. Tapi karena saya sedikit lola, jadilah Aneg dan Nenden bertanding dakon dan membiarkan saya melihat permainan mereka dan mempelajarinya.

Begini cara bermainnya. Ada 16 lubang di papan dakon yang terdiri dari 7 lubang kecil milik pemain 1; 7 lubang kecil milik pemain 2; 1 lubang besar milik pemain 1; dan 1 lubang besar milik pemain 2. Masing-masing lubang kecil diisi 5 biji dakon (bisa berupa biji-bijian atau batu-batuan kecil). Sebenarnya normalnya diisi 7 buah biji, tapi saat itu biji yang tersedia hanya cukup 5 untuk setiap lubang kecil. Permainan ini dimainkan oleh 2 orang. Salah satu pemain memulai terlebih dahulu dengan memasukkan setiap biji dakon dari salah satu lubang kecil miliknya (terserah mau yang mana) ke setiap lubang di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang kecil milik pemain itu sendiri, dia harus melanjutkan permainan dengan mengambil seluruh biji yang ada di lubang itu dan memasukkannya satu-satu ke setiap lubang yang ada di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang besar milik pemain itu sendiri (lubang besar milik lawan tidak boleh diisi), dia harus mengambil seluruh biji yang ada di salah satu lubang kecil miliknya (terserah mau yang mana) dan memasukkannya satu-satu ke setiap lubang yang ada di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang kecil milik lawan, maka lawan yang melanjutkan permainan. Aturan bermain lawan juga sama seperti itu. Bila biji habis pada lubang kecil milik pemain itu sendiri, sedangkan lubang itu tadinya kosong dan lubang kecil milik lawan  yang berada di depannya masih berisi biji, maka pemain itu berhak mengambil semua bijinya. Biji-bijian milik lawan tadi disimpan di lubang besar milik pemain itu sendiri. Permainan berakhir setelah semua biji yang berada di lubang kecil milik kedua pemian habis dan masuk ke lubang besar milik masing-masing. Siapa yang mendapatkan biji paling banyak di lubang besar, maka dia menang.

Kemudian saya mencoba melawan Aneg, Nenden, dan Tri Untoro. Dan, yak! Saya kalah terus.

Apr 20, 2012

Beach Boys (Japanese Drama)

Belakangan ini saya kembali nonton serial drama dari Jepang tahun 1997 berjudul Beach Boys. Dulu waktu saya masih SD, saya suka banget nonton Beach Boys di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Untuk anak seumuran saya waktu, cerita drama di serial ini sangat mudah dimengerti, make sense, tidak muluk-muluk konfliknya, lucu, dan lebih bertemakan drama keluarga dan pertemanan daripada drama percintaan. Beach Boys terdiri dari 12 episode dan 1 bonus film.

Beach Boys
Screen Writer: Okada Yoshikazu
Producers: Kameyama Chihiro, Takai Ichiro
Directors: Ishizaka Reiko, Sawada Kensaku, Kimura Tatsuaki
Music: Takabe Satoshi

Awal mula cerita di serial ini adalah ketika Sakurai Hiromi (Sorimachi Takashi) dan Suzuki Kaito (Takenouchi Yutaka) bertemu dalam perjalanan menuju sebuah pantai pada saat awal musim panas. Hiromi yang hidupnya serampangan telah diusir oleh mantan kekasihnya, sehingga keadaan memaksanya untuk mencari tempat tinggal baru. Pada awalnya dia tidak merencanakan untuk pergi ke pantai, sampai dia berhenti di pompa bensin (untuk membeli bensin dan membayar dengan uang yang kurang) dan mendapatkan rekomendasi tempat yang bagus saat musim panas dari petugas pompa bensin. Sedangkan Kaito, seorang pekerja kantoran yang sukses di usia muda dan hidupnya sangat teratur, berencana berlibur ke pantai untuk melepaskan tekanan yang dia dapatkan dari kantornya. Dalam perjalanan, Kaito melihat Hiromi sedang mendorong mobilnya yang mogok karena kehabisan bensin (ternyata bensin yang dia beli tadi tetap tidak menyelamatkan nyawa mobilnya). Kaito pun membantunya mendorong mobil sampai tempat tujuan.

Di pantai itu terdapat sebuah penginapan bernama Minshuku Inn yang dikelola oleh seorang kakek bernama Izumi Masaru (Mike Maki) dan cucu perempuannya yang masih duduk di kelas dua SMA, Izumi Makoto (Hirosue Ryoko). Minshuku Inn sedang membutuhkan seorang pegawai part time untuk membantu mengelola penginapan itu di musim panas. Jadilah Hiromi melamar menjadi pegawai part time di tempat itu, Kaito tetap menjalankan rencananya untuk berlibur dan menjadi costumer di penginapan itu. Seiring berjalannya waktu, Hiromi dan Kaito merasa menjadi bagian dari keluarga dengan Masaru, Makoto, dan Haruko (perempuan pemilik bar dekat Minshuku Inn yang diperankan oleh Inamori Izumi).

Hiromi, Kaito, Makoto

Ketika Kaito mulai mencintai suasana pantai, musim panas, dan Minshuku Inn, dia dipanggil oleh bosnya untuk kembali bekerja di kota. Hiromi tampaknya berencana untuk tinggal di penginapan tua itu untuk waktu yang lama. Hiromi mulai mengagumi Izumi Masaru yang menurutnya adalah seorang kakek yang "keren" dan lives his own life. Kaito kemudian memutuskan kembali lagi ke penginapan dan bekerja di tempat itu. Suatu keputusan yang berani untuk meninggalkan semua yang dimilikinya di kota. Untuk pertama kalinya dia memutuskan untuk tidak merencanakan apa pun di hidupnya, dia bahkan tidak tahu sampai kapan dia akan bertahan di penginapan yang hanya buka di setiap musim panas itu.

Belajar dari musim panas, pantai, laut, Minshuku Inn, serta tamu-tamu yang datang dan pergi, Kaito dan Hiromi mulai mencari mimpi-mimpi dan harapan baru dalam hidup mereka.

Tokoh favorit saya di sini adalah Hiromi karena meskipun serampangan, dia mempunyai perasan yang sensitif dan tahu harus berbuat apa. Dia juga sering mengeluarkan statement yang touching.

Serial ini saya kasih 5 bintang dari 5 bintang :D

Apr 16, 2012

Danau yang Membeku

Di suatu tempat ketika hanya ada danau dan matahari. Terdengar percakapan antara danau dan matahari.
Danau: "Aku suka hangatnya dirimu. Mau kah kau menyinariku terus seperti ini?"
Matahari: "Tapi kau tidak bisa terus-terusan berharap musim panas berlangsung selamanya, kan?"
Danau: "Tidak bisa kah?"
Matahari: "Aku harus membagi sinarku ke tempat lain."
Danau: "Tapi, aku pikir sinarmu hanya untukku."
Matahari: "Maaf kan aku, aku mengecewakanmu."



Dengan perlahan, tapi pasti, matahari meninggalkan danau. Perlahan juga angin dingin berhembus. Danau pun mulai membeku perlahan-lahan. Anehnya, ketika matahari kembali lagi ke danau itu untuk bersinar lagi, danau itu tetap terasa dingin.

Gambar diambil di sini.

Feb 22, 2012

Kursi Kosong

Tulisan kali ini bukan tentang teknik kursi kosong yang digunakan di psikologi di mana seorang klien duduk menghadap sebuah kursi kosong untuk menyatakan perasaannya.


Tapi mengenai seorang wanita yang selalu menyediakan tempat kosong untuk ditempati oleh pujaannya.

Wanita itu ingat ketika pujaannya menjajikan sebuah hal. Hal yang kecil. Mungkin bagi orang lain, hal itu sangat sepele. Pujaannya menjanjikannya untuk menonton film “P.S. I Love You” hanya berdua pada saat premier. Wanita itu senang sekali. Itu berarti hal yang selama ini dilakukannya tidak akan sia-sia. Tempat kosong yang selama ini disediakannya akan terisi.
Namun, waktu mengubah keadaan, keadaan mengubah rencana. Pujaannya terjatuh sakit, hanya dapat berbaring lemah.
“Ah, cepatlah sembuh. Ingatlah janjimu padaku,” kata wanita itu. Pujaannya hanya tersenyum dan menggenggam tangannya. Genggamannya lemah, begitu juga dengan kekuatannya menjaga janjinya. Dia pergi bersama janjinya, meninggalkan wanita yang menantinya.
Hari berganti hari, premier “P.S. I Love You” pun tiba. Wanita itu teringat janji pujaannya. Wanita itu memutuskan untuk tetap pergi ke bioskop dan membeli tiket. Dia membeli dua buah tiket yang hanya satu buah tiket saja yang ditunjukkannya kepada penjaga pintu masuk studio. Kursi di sampingnya kosong. Dia mendedikasikan kursi kosong itu untuk pujaannya.


Wanita itu bukan tipe orang yang dapat merasakan kehadiran arwah di sekitarnya. Dia ingin sekali mengetahui apakah pujaannya hadir pada hari itu dan duduk di kursi kosong yang disediakannya. Dia ingin sekali menjadi orang dengan indera keenam.
Hingga film berakhir, wanita itu sadar akan satu hal. Pujaannya selama ini hanyalah akan menjadi kursi kosong baginya, bahkan di saat kehidupan pujaannya berakhir.

Gambar di ambil dari sini dan sini.

Feb 14, 2012

Dear, Bobbie (Yellowcard) Up Film Version



Dear Bobbie,
Do you remember when you were young and very pretty?
I do. I remember pleated skirts, black and white saddle shoes.
Do you remember dancing half night?
I do, I still think of you when we dance, Although we cant jitterbug as we did then.

Do you remember when, How long has it been?
1945 you opened my blue eyes,
To see a whole new life.
Do you remember when, I told you this that night,
That if you're by my side, When everyday begins,
I'll fall for you again.
I made a promise when, I told you this that night.
I'll be fine.

Cause when I die, then I die loving you.
It's alright, I'll be fine.
When I die then I die loving you, Loving you, loving you.

Do you remember the times we would give up on each other and get back together.
Then we finally was married in 1949. We drove the yellow convertible on our honeymoon.
Do you remember? I do.

Life has led us here, Together all these years.
This house that we have made, Holds twenty-thousand days.
And memories we've saved, Since life has lead us here.
And I'll be fine (I'll be Fine).

Cause when I die, then I die loving you.
It's alright (It's alright), I'll be fine (I'll be Fine).
Cause when I die then I die loving you, Loving you, loving you.

I'm coming home to you, Slipping off my shoes.
Resting in my chair. See you standing there,
The silver in your hair. I'm coming home to you,
When I lay tonight, when I close my eyes,
I know the sun will rise, Here or the next life.
As long as your still mine, then its alright.
I'll be fine (I'll be Fine).

Cause when I die, then I die loving you.
It's alright (It's alright), I'll be fine (I'll be Fine). 
Cause when I die then I die loving you, Loving you, loving you.

You have gray hair now, But you're a beautiful woman,
And the years have been good to both of us.
We walk slow now, but we still have each other.
The glue of love is still bonding us together.
Love is what I remember.
Do you remember? 

I love the song and the movie so much! Both are great. Actually, it’s not the original video from Yellowcard. I found this video on YouTube posted by someone. And I love this video because the timing is perfect. The timing between the song and part of the movie, and the story between the song and the movie, they fit perfectly.
The song tells about a man who loves his woman unconditionally, even if when they grow old, get wrinkled, get grey on their hair, or walk slowly. They loved each other since they were young and they still do. Ah, I hope my future husband will sing “Dear, Bobbie” by Yellowcard to me every single night. :p
The movie entitled Up from Disney-Pixar tells about a man named Carl who fell in love with a woman named Ellie since they were kids. Based on this video, they love each other no matter what. They build house, save money to go to Paradise Falls. But, the money is spent to fix their car, hospital cost, and more pressing needs. They don’t have kids because Ellie is unable to have them. Nonetheless, Carl is still with her. When they grow old, Carl has a plan to go to Paradise Falls. But, Ellie gets sick dies.
Based on the full movie, the story still continues. Carl flies his house with thousands of balloons, so he can go to Paradise Falls. And Russell, a boy scout who comes by to Carl’s, is stuck with him.
Well, I’m trying to write in English here. I’m sorry if I’m messing up. I’m an Indonesian girl who’s still learning English. :p
Ciao!