Sep 26, 2008

EMKa Ulang Tahun: Perampokan

MiRIS kembali berkumpul bersama. Kali ini acara ulang tahun EMKa. Biasa lah, kalo ada temen kita yg ultah, pasti kita rampok tuh orang. EMKa pun kita suruh bayarin nonton Laskar Pelangi ama makan Bento bajakan.

Laskar Pelangi keren banget! Lucu sekaligus sedih. Tapi aku lebih versi novelnya, sih. Satu hal yg aku suka dari tokoh Ikal di film ini, yaitu matanya! Itu mata paling keren yg pernah aku liat dari seorang anak kecil. Coklat terang. Berkilat-kilat. Keren pokoknya.

Aku gak sabar nunggu Sang Pemimpi dibuat filmnya.

Sehabis nonton Laskar Pelangi, kita pun makan-makan. Kita sebut warung itu dengan "Bento Bajakan". Aku lupa nama asli warung itu. Menunya makanan-makanan Jepang. Aku yg lagi puasa dan gak sempet saur, jelas kelaparan berat. Kita baru makan jam 7 malem. Perut menggila. Air liur tumpah semua. Ternyata porsi makanannya banyak banget. Sisa makananku aku kasih ke Ebik. Heran, perut dia muat banyak banget.

Kita pun pulang dengan perut jemblink, ampe susah jalan. Seperti biasa, aku pergi dan pulang nebeng Aneg.

Buat EMKa, makasih udah mau kita rampok. Met ultah, Kawan! Act like your age (Padahal kata-kata itu lebih pantas buat aku. Hoho...)! Blognya di-up date, dunk!

Seperti Bintang

"Seperti bintang indah matamu, andaikan sinarnya untuk aku"

Sepenggal lagu dari Yovie & Nuno belakangan ini terus berputar di kepalaku (Well, anak punk suka lagu mellow. Haha!! Everybody needs love, guys!). Aku cuma mo bilang, aku akan merindukan orang yang "seperti bintang" untuk beberapa saat ini.

^_^

Met liburan, guys!
\^0^/

Sep 19, 2008

Antara Ya dan Tidak

Blog kali ini tentang curhatan seorang anak manusia (Ya iyalah, mana ada anak anjing bisa curhat?). Kita panggil saja dia... Emmm... Siapa, ya? Aku kehabisan nama samaran. Belakangan ini pikirannya selalu berkecamuk gak jelas. Gelisah melulu. Gak, gak, dia gak boker di celana. Dia sedang berada di antara kata "ya" dan "tidak".

Gimana kalo kita sebut dia dengan Lilly?

Selama kita hidup, kita selalu berada di antara pilihan-pilihan. Ada yang dengan gampangnya memilih sesuatu, tapi ada juga yang sulit.

Lilly sedang berada di posisi yang sulit.

Bila Lilly memilih "ya", dia tau bahwa dia gak boleh memilih "ya". Pilihan itu sangat terlarang buat dia. Bila dia memilih "ya", seseorang bakalan tersakiti. Dia gak mau ngeliat seseorang itu sakit. Dia sayang ama orang itu.

Bila Lilly memilih "tidak", dia sendiri yang bakalan tersakiti. Dia gak bisa berbohong ama perasaannya sendiri.

Apa yang harus dilakukan oleh Lilly, kawan?