Jul 30, 2010

Cerita Tentangmu

Juno: "Hey, kau lihat kedua orang itu?"
Leito: "Ya. Kenapa?"
Juno: "Coba perhatikan si pria."
Leito: "Dia sedang menyanyi untuk perempuan itu. Suaranya tak terlalu buruk."
Juno: "Bagaimana menurutmu?"
Leito: "Eh? Apanya? Lagunya bagus."
Juno: "Dulu dia pernah menyanyikan lagu itu untuk orang lain, bukan perempuan itu. Aku pernah menyaksikannya sendiri."
Leito: "Lalu?"
Juno: "Ah, ayolah, Leito. Lagu itu seperti manusia. Mereka punya jiwa dan keindahan sendiri-sendiri. Masing-masing pasti mempunyai keunikan tersendiri. Dan setiap manusia pasti mempunyai lagunya masing-masing. Dan aku tak akan menyanyikan lagu yang sama untuk orang yang berbeda."
Leito: "Lalu, bagaimana pendapatmu mengenai pria itu?"
Juno: "Entahlah. Jika orang yang dulu pernah dinyanyikannya dengan lagu itu melihat mereka berdua sekarang, pasti dia kecewa. Dia dianggap sama dengan wanita itu, tak ada yang istimewa."
Leito: "Hei, bodoh. Kau tak pernah tahu apakah pria itu menganggap tidak ada yang istimewa di antara kedua orang itu, atau kah si pria tak mampu lagi menemukan lagu untuk dua orang yang begitu istimewa di dunia ini? Karena lagu saja tak cukup menunjukkan betapa istimewanya dirimu, Juno."
Juno: "..."
Leito: "Baiklah, lagu apa yang cocok untukku?"
Juno: "Aku belum menemukannya."
Leito: "Eh?"
Juno: "Kau begitu sulit untuk dikenal."
Leito: "Ah, kau saja yang belum mau mengenalku."
Juno: "Eh?"
Leito: "..."
Juno: "Hei, tapi aku bisa menuliskan cerita tentangmu."
Leito: "Tuliskanlah kalau begitu."

(Juno dan Leito merupakan nama yang diambil dari tokoh film 'Juno' dan 'B13')

Jul 23, 2010

Selamat Hari Anak Nasional

Satu satu, aku sayang ibu
Dua dua, aku sayang ayah
Tiga tiga, sayang adik kakak
Satu dua tiga, sayang semuanya

Hehe...
Itu lagu yang diajarkan kita waktu kita masih anak-anak. Apakah sampai sekarang masih seperti itu? Saya harap masih. Lagu yang simple, mudah, tidak ada huruf 'R' sehingga anak-anak yang masih cedal tidak kesulitan menirukannya.

Selamat Hari Anak Nasional
^_^

Jul 21, 2010

I Hope I Can See You Around

Gadis berponi itu duduk kelelahan di lantai, menyandarkan badannya ke tembok yang dingin. Dia memperhatikan teman-temannya yang masih sibuk dengan urusan masing-masing, mondar-mandir, mulut komat-kamit, dan wajah mereka terlihat tegang serta penuh keringat.

Hidup ini kian lama kian "hectic" saja, pikir gadis berponi itu.

"Hey, bocah!" seru seorang temannya. Seorang laki-laki yang mungkin setahun lebih tua darinya. Entahlah, gadis itu tak tahu persis. Dia baru mengenalnya hari itu juga.
"Oi?" respon singkat si gadis.
"Dasar anak kecil, cepet capeknya," canda orang itu sambil ikut duduk di sampingnya. Kemudian orang itu tertawa kecil. Tawa yang renyah.
"Hehe... Lha, kamu sendiri juga kecapekan, kan?" balas gadis itu.
"Errrr... Hehe..." Ah, orang itu tak mampu menjawabnya, hanya tertawa kecil.

Ah, tawa itu lagi, pikir gadis berponi itu, begitu renyah dan ringan. Tawa yang jarang dimiliki orang kebanyakan.

"Sejak pertama kali bertemu, ternyata kamu belum berubah, ya. Masih saja seperti anak kecil," kata orang itu.
"Eh? Sebelum ini kita pernah bertemu?" Gadis itu mencoba memutar 'film' yang ada di otaknya.
"Eh? Kamu gak inget?" Tampak raut kecewa di wajah orang itu.
"Errrr... Nope," jawab gadis itu sambil menggeleng.
"Haha! Dasar pelupa. Atau memang kau tidak menyadari bahwa aku ada di sana, ya?"
"Kalau boleh tau, kapan kah itu?"
"Waktu kau pergi makan malam dengan kakakmu dan teman-temannya. Aku kan salah seorang temannya juga."

Ah, malam itu, pikir gadis itu. Kenangan itu. Kenangan yang seharusnya dihapus. Kenangan di mana dia bertemu dengan orang yang saat ini seharusnya dilupakannya.

"Ah, aku terlalu sibuk memandangi langit mungkin. Dan pandanganku terhalang oleh...," gadis itu ragu untuk melanjutkan kalimatnya, "Oleh orang lain. Maaf."
"Tak perlu minta maaf," kata orang itu.

Kedua orang itu terdiam.

"Hey, ayo pulang!" teriak seseorang memecah keheningan.
"Aku pulang duluan, ya," pamit gadis itu.
"Oke. Hati-hati."

Gadis itu mulai berjalan dengan langkah kecilnya dan tiba-tiba membalikkan badannya. Dia berkata,"I hope I can see you around. Soon."


-saya sungguh ingin mendengar tawa renyah dan jenaka itu lagi-
^_^

Jul 15, 2010

The Day After Tomorrow

Please tell me why do birds
Sing when you're near me?
Sing when you're close to me?
They say that I'm a fool
For loving you deeply
Loving you secretly

But I crash in my mind
Whenever you are near
Getting deaf, dumb and blind
Just drowning in despair
I am lost in your flame
It's burning like the sun
And I call out your name
The moment you are gone

Please tell me why can't I
Breathe when you're near me?
Breathe when you're close to me?
I know you know I'm lost
In loving you deeply
Loving you secretly
Secretly

But I crash in my mind
Whenever you are near
Getting deaf, dumb and blind
Just drowning in despair
I am lost in your flame
It's burning like the sun
And I call out your name
The moment you are gone

Tomorrow
I'll tell it all tomorrow
Or the day after tomorrow
I'm sure I'll tell you then

Well I crash in my mind
Whenever you are near
Getting deaf, dumb and blind
Just drowning in despair
I am lost in your flame
It's burning like the sun
And I call out your name
The moment you are gone
The moment you are gone

Jul 9, 2010

Earlier And The First

08 Juli 2009 (20:00)

Jack: "Hey, happy birthday. I got something for you."
Me: "Eh? But my birthday is tomorrow."
Jack: "Hehe... Yeah, I know. Look at the sky. The moon. I'm not sure if tomorrow would be as bright as tonight. So, I give my birthday present for you now."
Me: "Eh? Haha!! Thank you. Yeah, it is the brightest moon I've ever seen."

09 Juli 2009 (00:03)

Jack: "Hyaaaa!!! Happy birthday!"
Me: "Hihi... Yeah, thank you."



08 Juli 2010 (18:30)

Friends: "Happy birthday, Pitoooo!!!"
Me: "Kyaaaaaa!!! Makasssiiihhhh!!!"

Yap, terima kasih buat penyiksaan manisnya.
^_^
Semoga sukses buat magang kita semua!!!!!
Thank you for the earlier party. ;p

09 Juli 2010 (00:17)

Genna: "Owh, iya, udah ganti hari. Gak sadar kalo ini ultahmu. Met ultah, ya."
Saya: "Haha!! Semoga sukses!"



Hehe...
Thank you for the earlier gift, party, and for being the first one(s) who sent me text message on July 9th.

^_^

Jul 6, 2010

I'm Always Around

Lois: "Can I see you around?"
Superman: "I'm always around."

Dialog tersebut muncul di Superman Returns saat si Lois dan Superman berada di lantai paling atas Daily Planet, sesaat setelah Superman ngajakin terbang Lois. Dan, yap, itu adegan favorit saya. Bukan, bukan waktu terbangnya. Tapi waktu dialog tadi muncul. Hehe...

Lois gak menyadari bahwa Superman itu adalah Clark. Clark yang selalu berada di sekitar Lois, mengawasi, dan menjaganya. Seandainya saja Lois tau makna sebenarnya di balik kalimat "I'm always around". Heee...

Ah, dan satu lagi adegan favorit saya, yaitu waktu si Clark menjatuhkan kaca matanya di depan Lois. Sayangnya, Lois waktu itu gak melihat ke arah Clark! Aaaaa!!! Lois terlalu sibuk membereskan barang-barangnya yang terjatuh juga. Coba kalo si Lois ngelirik sedikit saja ke arah Clark, terungkap sudah rahasia kehidupan gandanya sebagai Superman, pria yang selama ini... Eeeerrrr.... Dicintainya, mungkin. Saat itu Clark gak segera memakai kaca matanya. Dia menunggu Lois untuk melihat ke arahnya, mungkin. Dan hal itu gak pernah terjadi. Too bad.

Jul 2, 2010

Jangan Dibuang ^_^

Owh, yeah. Saya gak bisa tidur. Doh.

Tadi siang, saya beres-beres kamar dibantu ibu saya. Kegiatan rutin di liburan setelah ujian akhir semester. Hehe...

Saat kita membersihkan kamar, kita selalu memilah-milah mana yang masih bisa dipakai dan mana yang harus dibuang. Jadi keinget film Toy Story 3. Hehe... Saya dan ibu ngebongkar semua isi lemari yang ada di kamar saya. Dan, yap, banyak barang yang gak pernah saya pakai lagi masih tersimpan di situ. And, here they go, old memories flashed back in my mind.

Saya nemu barang-barang pemberian temen deket saya semasa SD. Inisialnya WK. Hihi... ;p

Kita berdua bener-bener deket waktu SD. Dan waktu SMP aja kita bela-belain ampe surat menyurat segala gara-gara kita gak satu sekolahan. Kita tukar-tukaran koleksi masing-masing lewat surat. Stiker dan kertas surat. Yap, itu koleksi kita berdua dulu. Hihi... Dan sampe sekarang masih tersimpan di lemari saya. Ada kertas surat bergambar Sakura dan teman baiknya, Tomoyo. Eh, atau Tomoko, ya? Saya lupa. Yap, WK suka banget serial Sakura Si Pengoleksi Kartu-Apa-Itu-Saya-Lupa-Judulnya. Di kertas surat itu ada ucapan: "Untuk Pipit. Semoga tambah pintar." Dapat dipastikan itu kado ultah buat saya waktu itu.

Terakhir ketemu WK kalau gak salah waktu saya pulang kuliah. Satu atau dua taun yang lalu. Lupa (lagi). Kita ketemu di angkot. Cara ngomongnya sama sekali gak berubah. Suara pelan dan halus.

Ibu sempet bilang, "Dek, itu kalau udah gak dipakai, dibuang aja." Dan dengan cepat saya menjawab, "Gak mau. Ini dari WK. Aku simpen."

Saya gak bisa 'membuang' memori semanis itu begitu saja.
^_^
Meskipun itu barang yang udah gak saya pakai, they mean a lot to me.
*ngutip dialognya si Andy di Toy Story 3*

Hey WK, if you read my blog, this post, I just want to say that it's nice to have you as my best friend. Just keep me in your memory, okay? The good one, please. Haha...
^_^