Dec 26, 2011

Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas

Saya ingin mengulas sebuah buku yang baru saja saya selesai baca di antara kepenatan mengerjakan skripsi. Sebenarnya ini bukan termasuk buku baru juga, sih. Judul buku itu adalah Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas, novel Andrea Hirata setelah tetralogi Laskar Pelangi.
Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas



Novel ini merupakan dwilogi karya Andrea dalam satu buku sekaligus. Pemeran utama di dalam dwilogi ini masih sama dengan Laskar Pelangi, yaitu Ikal. Beberapa tokoh lain juga pernah muncul di dalam Laskar Pelangi. Karena para tokohnya masih sama, setting tempat pun masih sama, di Belitong.
Padang Bulan merupakan seri pertama yang berceritakan tentang dilema yang dialami si Ikal. Ikal yang lulusan universitas luar negeri harus dihadapkan pada tuntutan sosial, yaitu mencari pekerjaan yang sepadan dengan pendidikan tingginya. Dia harus keluar Belitong untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Jakarta, menurut orangtua Ikal, merupakan daerah yang lebih pantas untuk status pendidikannya. Tetapi, Ikal tidak ingin meninggalkan Belitong karena di sanalah dia bisa setiap hari bertemu pujaan hatinya, A Ling. Jika dia tetap di Belitong, dia harus siap menerima pekerjaan kasar atau malah menganggur. Masalah semakin runyam ketika tersiar kabar dari Detektif M. Nur (teman Ikal yang gayanya sok detektif) bahwa A Ling sudah mempunyai tunangan. Laki-laki yang diduga tunangan A Ling merupakan orang kaya, tampan, dan pintar bermain olahraga kebanggaan rakyat Belitong. Berbagai strategi diambil oleh Ikal untuk menenangkan hati orangtuanya dengan mencari pekerjaan di Belitong dan mengalahkan laki-laki yang diduga tunangan A Ling itu. Bahkan Ikal pun rela membeli alat penambah tinggi badan untuk memperbaiki penampilannya dan malah berujung malapetaka bagi hidupnya!
Cinta di Dalam Gelas merupakan seri kedua dan sekaligus terakhir dalam dwilogi ini. Berkisah mengenai usaha Ikal, Detektif M. Nur, dan teman-temannya yang lain untuk membantu Maryamah dalam mengalahkan mantan suaminya di pertandingan catur tujuhbelasan. Maryamah adalah seorang wanita pendulang timah yang selalu diremehkan kekuatannya. Pendulang timah merupakan pekerjaan kasar bagi lelaki Belitong dan Maryamah merupakan satu-satunya perempuan yang berprofesi sebagai pendulang timah. Maryamah dijodohkan dengan seorang laki-laki yang ternyata bukan orang baik-baik. Maryamah ingin membalaskan dendamnya kepada mantan suaminya itu dengan cara yang “cerdas”, yaitu dengan melawannya di pertandingan catur tujuhbelasan. Catur merupakan permainan lelaki Belitong dan perempuan tidak boleh bermain catur. Tindakan Maryamah mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan. Pro dari Ikal dan teman-temannya, serta kaum wanita yang tertindas. Kontra dari para lelaki Belitong. Ikal menghubungi teman luar negerinya yang merupakan Grand Master catur untuk membantu Maryamah. Sedangkan Detektif M. Nur melakukan mata-mata untuk mencuri strategi dari para lawan Maryamah.
Buku ini sangat menarik, disajikan dengan “sangat Indonesia”, lucu, dan cerdas. Tapi, satu hal yang kurang saya suka di dalam karya ini adalah terlalu berputar-putar ceritanya, sehingga terkesan dipanjang-panjangkan alurnya. Terdapat beberapa bagian yang menurut saya kurang penting untuk dimasukkan ke dalam novel ini.
Dari 5 bintang, saya berikan 3 bintang untuk Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas.

Dec 23, 2011

Di Antara Dua Rasa

Senang dan sedih merupakan dua jenis emosi yang berbeda yang biasa dialami oleh manusia. Well, emosi bukan berarti marah saja. Kadang orang-orang salah mengerti dengan arti kata “emosi”. Cinta juga merupakan jenis emosi.

Senang merupakan emosi yang positif. Sedangkan sedih merupakan emosi negatif. Tapi, dapatkah dua emosi itu bersatu dalam waktu yang bersamaan? Seperti ketika kalian menyelesaikan sebuah puzzle yang rumit. Kalian mengambil kepingan puzzle satu per satu untuk disatukan agar menjadi sebuah gambar utuh. Kalian sangat bergairah untuk menyelesaikan puzzle tersebut. Tapi, kalian tahu itu merupakan puzzle yang rumit. Puzzle itu tidak pernah selesai di tangan kalian tak peduli seberapa keras usaha kalian untuk menyatukan kepingan-kepingan tersebut. Lalu tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri puzzle tersebut. Sama seperti kalian, orang tersebut bergairah juga untuk menyelesaikan puzzle itu. Dia mulai mengambil kepingan pertamanya, kedua, ketiga, dan seterusnya, hingga dia mengungguli kalian. Dia tidak menemukan kesulitan seperti kalian dalam menyusun puzzle itu.




Dan, voila, puzzle tersebut menjadi utuh di tangan orang yang baru saja datang itu. Gambarnya terlihat jelas. Kalian merasa senang karena pada akhirnya kalian mampu melihat puzzle rumit itu dalam bentuk yang utuh dan indah. Tapi, di saat yang bersamaan, kalian merasa sedih. Sedih karena bukan di tangan kalian puzzle itu mampu menjadi suatu gambar indah dan utuh.

Gambar diambil di sini.

Dec 19, 2011

Menggapai Bintang

Ketika saya menonton televisi, saya hobi menggonta-ganti channel TV saat iklan berlangsung. Dan waktu itu saya menemukan film animasi berseri di Global TV. Saya pikir itu hasil karya negara sebelah. Tapi, dilihat dari ceritanya, sepertinya itu asli buatan Indonesia.

Menggapai Bintang
Judulnya Menggapai Bintang. Film seri ini menurut saya bagus untuk tontonan anak-anak Indonesia. Ceritanya menarik dan mengajarkan hal-hal positif, seperti menghargai teman, sopan santun, kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan bahkan hal-hal kecil seperti bagaimana cara memperlakukan limbah atau sampah yang benar. Tidak ada kekerasan atau pembodohan di film ini (menurut saya). Ceritanya ringan dan menarik, serta mampu membentuk karakter anak Indonesia yang positif, cerdas, enejik, dan kreatif.
Tokoh-tokoh di film ini terdiri dari 4 tokoh utama yang merupakan anak-anak SMP. Tokoh pertama adalah Pandu. Pandu mempunyai karakter mudah marah, tetapi pandai bergaul. Dia paling jahil di antara tokoh-tokoh yang lain. Tokoh kedua adalah Asri yang pendiam dan pintar. Saya menyebutnya sebagai "a straight girl". Susah mebahasakannya. Pokoknya "lurus-lurus" ajalah hidupnya. Tokoh ketiga benrnama Airin. Airin merupakan tipe anak yang lemah lembut, tapi agak sedikit modis. Dan tokoh keempat bernama Luki. Tidak beda jauh dengan Pandu, tetapi Luki lebih sabaran orangnya.


Pandu
Asri
Luki
Airin


Menurut saya cerita yang dihasilkan film ini sangat bagus utnuk anak-anak Indonesia. Gambarnya juga sudah bagus. Hanya saja gerakan-gerakan animasinya kurang "smooth" atau kurang lembut. Dan sering saya merasa bahwa perpaduan setting tempat dengan tokoh-tokohnya masih maksa, terkesan asal tempel background saja. Kurang nyatu gitu kesannya.
Film ini bisa ditonton di Global TV setiap hari pukul 08.30 WIB. Tapi sepertinya kartun ini hanya akan tayang hingga tanggal 23 Desember 2011. :(
Dari 5 bintang, saya kasih 4 bintang untuk animasi yang satu ini.

Sumber dari sini.

Dec 12, 2011

Printer Genit



Ingin berbagi cerita mengenai printer saya yang sumpah genit banget. Sudah sejak dulu saya menduga kalau printer saya ini berjenis kelamin wanita. Kenapa saya berpikir seperti? Karena sering ketika si printer ini saya suruh nge-print tugas atau foto-foto saya bersama teman-teman (yang kebanyakan adalah wanita) atau keluarga, dia tidak menyelesaikannya dengan baik. Gambarnya parah banget, tinta warna macet. Tapi giliran dia disuruh nge-print gambar Brandon Routh si Superman, eh, dia menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Saya berasumsi bahwa warna si Superman ini lengkap, ada merah, kuning, dan biru akan memungkinkan melancarkan tinta warna si printer.


Kemudian si printer berulah lagi beberapa hari yang lalu. Dia mengalami paper jam. Kertasnya macet dan gak mau keluar, dan si printer ngeluarin bunyi "nguuuung". Saya paksa kertas keluar dengan menariknya menggunakan tangan karena tombol yang berfungsi untuk ngeluarin kertas gak berfungsi. Printer saya matiin dan kemudian saya hidupin lagi,. Berulang kali saya lakukan itu dan dia tetep ngeluarin bunyi "nguuuuuung". Dan dia bener-bener gak bisa disuruh nge-print lagi. Keesokan harinya, saya bawa dia ke printer service. Dan, oh, ternyata yang melayani mas-mas (mungkin) manis bagi si printer. Di sana, si printer dicoba dihidupin. Dan berhasil hidup dan tidak mengeluarkan bunyi "nguuuuuung" lagi hanya dengan sekali sentuh oleh si mas-mas! Oke, dia butuh sentuhan mas-mas. Ketika dia dicoba untuk nge-print, ternyata tinta macet. Saya beranggapan ini cuma tipu muslihat si printer supaya dia bisa dirawat inap di printer service dan ditangani oleh si mas-mas.

Baru saja si mas-mas SMS saya dan mengabarkan kalau si printer sudah siap dibawa pulang dengan kondisi sehat.

Nov 30, 2011

Hold On | Dean Winchester



Udah lama gak liat serial ini. Iseng cari videonya diYouTube dan sukses mewek.

Nov 25, 2011

Homeless


This heart needs its owner,
so it has something to hang on,
when it almost falls.

This heart needs its owner,
so it has something that belongs to,
when it’s almost lost.

This heart needs a house,
 so it has something to come back to,
when it’s leaving.

This heart needs a house,
so it won’t burry itself,
before the time.

This heart needs a room,
so it has its blanket,
when it’s cold.

This heart needs a room,
so it can sleep peacefully,
when the time comes.
This heart is dying, losing its faith,
still this heart needs a house.
Picture was taken from here.

Oct 17, 2011

Hujan Cahaya

Apakah kau ingat ketika kau mengajakku keluar malam itu? Kau bilang akan ada semacam hujan meteor. Kau menggenggam tanganku, kau berlari. Aku kerepotan mengikutimu. Langkah kakimu lebar-lebar sekali. Kursa kau lupa bahwa kakiku itu pendek. Asal kau tahu saja, aku harus berlari lebih cepat dua kali kecepatan normalku agar tidak kau seret. Dan itu pun masih tertinggal sepuluh jengkal di belakangmu. 

Tiba-tiba kau menghentikan langkahmu. Aku menabrakmu. Syukurlah kau berhenti. Aku lelah sekali. Kita berada di sebuah taman dengan rumput hijau yang sangat terasa empuk di kaki, seperti karpet kualitas terbaik dan termahal yang pernah ada. Kau menunjuk langit malam itu. Banyak bintang di sana, jika itu yang kau maksud. Kau melepaskan genggamanmu, menatapku, dan mencium keningku.

“Tunggu di sini, ya,” katamu sambil terenyum.
 “Mau ke mana kau?” tanyaku penasaran.

Tiba-tiba kau melompat. Aku pikir itu sebuah lompatan yang tinggi. Tidak. Bukan melompat. Kau terbang. Kau tidak pernah bilang bahwa kau bisa terbang. Apa lagi yang tidak kuketahui tentang dirimu? Pandanganku mengikuti ke arah ke mana kau terbang. Aneh, semakin kau berada di ketinggian, semakin bersinar dirimu. Apakah kau bintang? Kau mempunyai ukuran paling besar di antara bintang-bintang yang lain. Kau pun yang paling bersinar terang. Bintang-bintang yang lain mendekat ke arahmu seolah-olah kau adalah magnet. Mereka menyatu dengan dirimu. Sinarmu makin terang.

Tiba-tiba kau memecahkan dirimu menjadi ribuan serpihan cahaya di angkasa. Kau tersebar di mana-mana. Hujan bintang? Hujan meteor? Hujan cahaya? Entahlah. Kau menghujani bumi dengan cahayamu. Aku berbaring di atas rumput dengan tetap memandang ke arah langit. Menikmati hujanmu.


Aku terbangun keesokan harinya. Masih berada di tempat yang sama, taman dengan rumput seperti permadani mahal. Aku tertidur semalam. Tidurku nyenyak sekali. Aku tidak menemukanmu di sampingku. Ah, benar juga, kau kan menghancurkan dirimu sendiri di langit semalam, hanya untuk membuat hujan cahaya untukku. Hujanmu sangat indah malam itu. Tapi, sayang sekali, aku tidak menemukan satu pun serpihan dari dirimu untuk kusimpan


Gambar diambil di sini.

Oct 1, 2011

Deer In The Headlights (By Owl City) VS Back To The Future


Suka sama konsep video ini. Ngambil konsep dari film Back To The Future, mengendarai time machine yang berupa mobil DeLorean ini. Hihi...

Ini nih poster film tahun 80-an itu:

Dan ini mobil mesin waktu yang ada di film itu, yang sering dikendarai oleh Marty McFly (Michael J. Fox) dan Doc Brown (Christopher Lloyd):

Sep 24, 2011

Koneksi Benang Transparan

Belakangan ini saya ngerasa kalau setiap manusia di muka bumi ini sebenernya punya “benang yang tak terlihat” yang terhubung satu sama lain. Tidak semua orang terhubung dengan benang yang sama. Orang-orang tertentu sajalah yang akan terhubung dengan benang yang sama. Kemudian sekelompok orang lain juga akan terhubung dengan benangnya sendiri.



Pernah kah kalian mengalami kejadian yang kalian rasa itu hanya suatu kebetulan? Ketika kalian memikirkan seseorang, eh tiba-tiba orang tersebut datang atau hanya sekedar mengirim SMS. Ketika ulang tahun kalian dirayakan bersamaan dengan ulang tahun salah satu teman kalian, kemudian kalian membeli kado untuk teman itu dan dia ternyata juga membeli kado yang serupa (tapi tak sama) untuk kalian. Ketika kalian memimpikan sesuatu dan ternyata mimpi kalian terjadi di dunia nyata. Ketika kalian memikirkan suatu peristiwa dan ternyata peristiwa tersebut terjadi pada orang-orang yang memang kalian inginkan untuk mengalaminya. Ketika kalian dan teman-teman kalian mengatakan hal yang sama persis pada waktu dan tempat yang sama juga. Pernahkah kalian mengalami kejadian-kejadian tersebut?

Saya pernah mengalaminya dan dulu tidak menggubrisnya. Tapi setelah mengingat beberapa peristiwa tersebut, saya mulai berpikir. Kejadian semua itu sebenarnya bukan hanya kebetulan saja. Saya yakin bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Sebenarnya kita sudah diberi “petunjuk” mengenai peristiwa-peristiwa tersebut, hanya saja kita tidak pernah sadar bahwa petunjuk itu ada di sekitar kita. Dan saya yakin kita hanya terkoneksi dengan orang-orang tertentu yang memang akan “berjodoh” dengan kita. Maksud “jodoh” di sini bukan hanya jodoh pacar atau suami atau istri, bisa jadi teman, saudara, atau orang lain yang memang akan menjadi penyelamat kita. 

Gambar diambil di sini.

Sep 17, 2011

All Things Bright and Beautiful

Saya mau berbagi review tentang album terbaru Owl City yang berjudul All Things Bright and Beautiful. Album terbaru ini sebenernya udah dirilis tanggal 14 Juni 2011, tapi saya baru mendapatkannya bulan Agustus dan baru sempat me-review-nya sekarang. :D Hihi…

Udah sejak setahun yang lalu saya “kenal” Owl City. Waktu itu hanya sekedar tahu dan suka dengerin beberapa lagunya aja. Kemudian saya iseng nge-follow Twitter-nya. Sebenernya yang membuat saya tertarik dengan Owl City dan album terbarunya ini adalah tweet-nya. Tweet yang tidak berhubungan dengan promosi album ini malah. See? Am I a weirdo? Haha… Saya suka aja baca-baca tweet-nya si Adam Young (errr… Adam Young itu Owl City. Owl City itu Adam Young. Hanya saja di Owl City, Adam Young bekerja sama dengan banyak musisi). Lucu. Terutama ketika dia lagi ngebikin funny tweets tentang tiga film favorit saya (yang tampaknya juga jadi film favorit dia), yaitu Lords Of The Ring, Back To The Future, dan Harry Potter. Atau ketika dia ngebuat plesetan beberapa judul, adegan, atau dialog di berbagai macam film. Dan hal itulah yang ngebuat saya penasaran dengan album ini.

Oke, kembali ke topik. All Things Bright and Beautiful terdiri dari 12 track dan denger-denger ada bonus track berjudul Lonely Lullaby di iTunes. Album ini sama seperti album yang lain, “Owl City banget”. Electropop dan berbagai efeknya (entah apa sebutannya, saya bukan orang yang pandai musik) selalu menjadi ciri khasnya. Single pertama yang dirilis dari album ini berjudul Alligator Sky. Di lagu ini Adam Young berduet bersama seorang rapper bernama Shawn Christopher. Saya suka lagu ini. Kalem waktu si Adam Young kebagian lirik untuk dinyanyikan. Enerjik ketika si Shawn Christopher mulai nge-rap. Tapi, jujur, saya ilfil sama video klipnya. No offense. Saya tidak begitu suka dengan konsep “astronot” di video ini. Lagu ini resmi saya jadikan default ringtone di handphone saya.


Susah bagi saya untuk menentukan lagu favorit di album ini. Hampir semua bagus. Tapi, lagu yang paling sering saya dengerin adalah Galaxies, yang ternyata merupakan single kedua yang dirilis dari album ini. Terdapat sentuhan “religius” di dalam liriknya. Dan menurut saya lagu ini adalah lagu yang paling enerjik, megah, dan rame. “Jedug-jedug”-nya kerasa banget. Asik, deh. Meskipun terdapat unsur religiusnya, tapi tetep enerjik.

Dear, God. I was terribly lost when the galaxies crossed and the sun went dark. Dear, God. You’re the only north star I would follow this far.

Buat penggemar electropop, Owl City bisa dicoba dimasukin ke playlist kalian, nih. Yakin, deh. Dan menurut saya, album All Things Bright and Beautiful ini terdengar lebih enerjik dibandingin album-album sebelumnya. Tapi, tetep ada beberapa lagu yang kalem di album ini, kok. Contohnya adalah Plant Life dan Hospital Flowers. They’re slow but not boring. Saya resmi jadi penggemar Adam Young karena kejenakaannya di twitter-nya. Saya resmi jadi penggemar berat Owl City ketika mendengarkan album All Things Bright and Beautiful. Dan saya suka gaya menulis Adam Young ketika saya membaca blog-nya. Oh, I’m in love.

Sep 8, 2011

Kamus Hidup

Mungkin bagi sebagian orang, mereka punya "kamus hidup". Daftar apa saja yang akan mereka jalankan, rasakan, atau pikirkan sesuai rencana mereka.

Tapi bagaimana ketika mereka mengalami kejadian yang tidak terdapat di dalam kamus hidup mereka? Bukan karena mereka lupa mencantumkannya. Tapi karena mereka tidak ingin mencantumkannya. Bagaimana perasaan mereka, ya? Yang jelas jika saya mengalaminya, saya akan merasa asing dan terganggu dengan hal itu.

Aug 2, 2011

Madre

Saya ingin me-review buku baru Dewi “Dee” Lestari. Judulnya adalah “Madre”. Madre merupakan buku ketujuhnya. Madre berisi 13 kumpulan cerpen dan puisi karya Dee.


Sebenarnya, sebelumnya saya bukan penggemar Dee karena ketika saya membaca Supernova, salah satu novel fiksi karangan Dee, bahasanya terlalu berat dan sulit saya pahami. Menurut saya. Tapi, ketika novel Perahu Kertas terbit, saya langsung menjadi penggemarnya. Madre merupakan buku yang terbit setelah Perahu Kertas.

Yang jelas, Dee pandai bermain kata di karya-karyanya dalam buku Madre ini. Simpel, tapi romantis. Romantis, tapi tidak memuakkan. Renyah seperti biskuit. Kaya akan rasa seperti ketika kau makan roti dengan kopi berkrim dan penutup buah.

Tapi, jujur, saya lebih menikmati cerpen-cerpennya di buku ini daripada puisi-puisinya. Banyak makna tersembunyi di dalam puisi-puisinya yang sulit saya mengerti. Yang jelas, cerpen-cerpennya lebih berbahasa lugas dan ringan.

“Madre” berasal dari Bahasa Italia berarti “ibu”. Cerpen berjudul “Madre” memang menjadi karya utama Dee di dalam buku ini, karya yang menjadi “ibu” di dalam buku ini. Bercerita tentang seorang pemuda yang tiba-tiba mendapatkan warisan adonan roti dari orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Adonan roti yang selalu dianggap sebagai makhluk hidup oleh orang-orang di sekitarnya. Keganjilan yang justru menumbuhkan kegairahan baru bagi diri pemuda tersebut. Bagi para penggemar roti, hati-hati ya baca Madre saat bulan puasa karena akan terdapat banyak macam roti yang akan diperbincangkan di dalam cerpen yang satu ini. Hihi…

Selain Madre, karya lain di buku Madre ini yang menjadi favorit saya adalah Ingatan Tentang Kalian (puisi yang bercerita tentang persahabatan), Have You Ever? (cerpen yang berkisah mengenai petualangan cinta), Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan (cerpen yang memaparkan makna cinta dan Tuhan bagi seseorang), 33 (puisi yang mungkin adalah hadiah ulang tahun baggi seseorang), dan Menunggu Layang-Layang (lagi-lagi cerpen mengenai petualangan cinta).

Masih banyak karya Dee di dalam buku Madre ini yang tidak saya sebutkan, tapi patut dinikmati. Entah berapa banyak jempol yang akan saya acungkan kepada Dee untuk ide-idenya dalam membuat cerita dan permainan bahasa, logika, serta sastra yang ia gunakan. Baiklah, akan saya gunakan dua jempol tangan saya untuk memberi penghargaan karena jempol kaki terasa tidak sopan dan bau. Hihi…

Jul 13, 2011

Last Beautiful Girl





This will all fall down like everything else that was
This too shall pass and all of the words we said
We can't take back

Now every fool in town would've left by now
I can't replace all of the wasted days
The memory of your face, I can't help thinkin'

Maybe if we ever coulda kept it all together, where would we be
A thousand lost forevers
And the promises you never were giving me
Here's what I'm thinking

It won't be the first heart that you break
It won't be the last, beautiful girl
The one that you wrecked won't take you back
If you were the last beautiful girl in the world

So tell me one more time
How you're sorry about the way this all went down
You needed to find your space, you needed to still be friends
You needed me to

Call you if I ever couldn't keep it all together you'd comfort me
You tell me but forever
And the promises I never should have believed in
Here's what I'm thinking

It won't be the first heart that you break
It won't be the last beautiful girl
The one that you wrecked won't take you back
If you were the last beautiful girl in the world
Last beautiful girl in the world

It's over now, I've gone without 'cuz you're everyone else's girl
It seems to me, you'll always be everyone else's girl
Everyone else's girl

This will all fall down like everything in the world
This too must end and all of the words we said
We can't take 'em back

And it won't be the first heart that you break
It won't be the last, beautiful girl
The one that you wrecked won't take you back
If you were the last beautiful girl

It won't be the first heart that you break
It won't be the last, beautiful girl
The one that you wrecked won't take you back
If you were the last beautiful girl in the world

The last beautiful girl in the world
You are the last beautiful girl in the world
Beautiful girl

(Matchbox Twenty's Song)
Suka deh ama suaranya Rob Thomas. Hayhay!!!

Jun 20, 2011

Yesterday's Feeling




Close my eyes and move to the back of my mind
Where worries are washed out to sea
See the changes, people's faces blurred out
Like the sun spots or raindrops

Now all those feelings, those yesterdays feelings will all be lost in time
but today I've wasted away for today is on my mind

Left the only worries I had in my hands
Away from the light in my eyes
Holding tight and try not to hide how I feel
'Cause feelings mean nothing now

All those feelings, those yesterdays feelings will all be lost in time
but today I've wasted away for today is on my mind
(yeah today is on my mind)

Now I can't care to worry
I'm feeling so lonely
Breaking apart all this love in my heart

Close my eyes and move to the back of my mind
Where feelings mean nothing now

All those feelings, those yesterdays feelings will all be lost in time (all be lost in time)
But today I've wasted away for today is on my mind
for today is on my mind
yeah today is on my mind

Now I can't care to worry
I'm feeling so lonely
Breaking apart all this love in my heart

(Song by The Used)

Jun 9, 2011

Pensil, Kertas, dan Penghapus

Kau bisa saja menghapus goresan pensil dari kertas dengan karet penghapus. Grafitnya akan hilang dari kertas itu. Jika kau menekan pensilnya terlalu keras, grafitnya mungkin tetap saja terhapus. Tapi, bekas tekanan pensilnya masih tetap membekas di kertas itu. Jika kau berusaha keras menghapusnya, terus menerus menggosokkan karet penghapus di kertas itu, kertas itu akan sobek. Atau paling tidak, akan kusut dan menimbulkan bekasnya. Kau semakin merusak kertasnya.

Bijaklah dalam menggoreskan pensilmu.

May 28, 2011

Stop Crying Your Heart Out - OST The Butterfly Effect

http://youtu.be/WqPprVrwF30

"Stop Crying Your Heart Out"

Hold up
Hold on
Don't be scared
You'll never change what's been and gone

May your smile (may your smile)
Shine on (shine on)
Don't be scared (don't be scared)
Your destiny may keep you warm

Cos all of the stars
Are fading away
Just try not to worry
You'll see them some day
Take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out

Get up (get up)
Come on (come on)
Why're you scared? (I'm not scared)
You'll never change
What's been and gone

Cos all of the stars
Are fading away
Just try not to worry
You'll see them some day
Take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out

Cos all of the stars
Are fading away
Just try not to worry
You'll see them some day
Take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out

We're all of us stars
We're fading away
Just try not to worry
You'll see us some day
Just take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out
Stop crying your heart out
Stop crying your heart out

(By: Oasis - OST. The Butterfly Effect)

May 22, 2011

Titik Awal dan Akhir

Memandang luka baru yang menganga di telapak tangannya, gadis itu merintih kesakitan. Angin malam membuatnya kedinginan dan membuat luka itu terasa semakin perih. Dia pun mengutuk apa saja yang terlintas di pikirannya. Mengutuk orang yang telah menggoreskan luka itu di tangannya. Mengutuk angin malam yang membuat keadaan semakin buruk. Mengutuk taman di mana ia berada sekarang karena pepohonan yang rimbun akan membuat malam semakin dingin dan tempat yang terbuka akan membuat angin semakin ganas. Mengutuk betapa sepinya malam itu, tak ada seorang pun selain dirinya yang berada di taman itu. Mengutuk dirinya sendiri karena tidak segera mencari tempat baru yang lebih nyaman.

Karena tidak melihat pertanda bahwa keadaan akan membaik, gadis itu bangkit dan mulai berjalan mencari tempat baru. Dia tidak berharap bertemu dengan manusia lain, dia hanya berharap menemukan tempat yang lebih hangat dan ramah. Tapi, dia juga tidak keberatan jika harus bertemu dengan seseorang atau beberapa. Hanya saja itu bukan tujuan utamanya.




Dia berjalan dengan menekan lukanya agar darah berhenti mengalir. Dia sering menonton film perang. Para prajurit akan menekankan tangannya di tempat yang terluka untuk menghentikan pendarahan sebelum petugas medis datang menolongnya. Gadis itu mulai memasuki belahan dunia di mana sinar matahari bersinar. Udara di tempat itu hangat sekali, belum terlalu panas untuk ukuran siang hari. Tempat itu berhasil membuatnya tidak menggigil kedinginan lagi. Dia mulai merasa nyaman di tempat baru itu dan mencari tempat duduk untuk beristirahat atau menetap bila memungkinkan. Setelah duduk dengan nyaman, dia memperhatikan pemandangan di sekitarnya. Ada beberapa orang yang hilir mudik di hadapannya. Mereka begitu tenang melakukan aktivitasnya. Cahaya matahari membuat tempat itu lebih berwarna dibandingkan dengan taman malam hari. Dia dapat melihat merah, biru, kuning, dan warna lain dengan lebih jelas dan tajam.

“Hai!” sapa seseorang yang sedang melintas di depannya. “Kau orang baru di sini?”
“Eh?” gadis itu sedikit terkejut ada orang yang menyapanya. “Ah, iya. Aku orang baru.” Dia tersenyum.
“Selamat datang kalau begitu.” Orang itu tersenyum balik dan duduk di sampingnya. Seorang lelaki yang ramah, berkulit cerah, dan tatapan mata yang teduh.
“Terima kasih,” kata gadis itu, sedikit menggeser posisi duduknya untuk memberi tempat kepada lelaki itu.
“Kau terluka,” kata lelaki itu sambil memandang tangan si gadis yang berdarah.
“Ah, luka ini. Sepertinya sudah mulai mengering meskipun belum sempurna.”
“Ijinkan aku untuk merawatnya.” Lelaki itu mengeluarkan kain putih yang masih bersih dari dalam saku celananya. Kain itu diikatkan ke tangan si gadis yang terluka. Tidak terlalu erat, tapi cukup untuk menghentikan darah yang masih mengalir. Gadis itu merasakan kelembutan yang luar biasa pada kain tersebut.
“Kau mengingatkanku pada petugas medis perang di film-film yang sering kutonton.”
Lelaki itu hanya tersenyum mendengar ucapan si gadis. Gadis itu merasa lega karena lelaki itu tidak menanyainya bagaimana dia mendapatkan luka itu.
“Kau berasal dari mana?” tanya lelaki itu.
“Berasal dari belahan dunia di mana bulan dan bintang yang bersinar.”
“Ceritakan tentang tempat itu.”
“Di sana dingin. Tapi aku pernah merasakan kehangatan di sana. Tidak terlalu buruk sebenarnya keadaan di sana. Kau mampu membuat gambar di langit dengan menghubungkan satu titik bintang dengan bintang lainnya. Tidak terlalu ramai di sana, hanya di beberapa tempat saja yang penghuninya beraktivitas. Tempat terakhir yang kutempati di sana merupakan taman yang tenang dan dingin. Tapi, saat itu perasaanku sedang kacau. Jadi, kutinggalkan tempat itu dan di sinilah aku sekarang.”
“Kau akan kembali ke sana lagi?”
Gadis itu menggeleng.

Lelaki itu memandang tangan gadis tersebut yang terbalut kain putihnya. “Sepertinya lukamu sudah mengering.”
“Ah, iya. Terima kasih.”
“Baiklah, aku pergi dulu kalau begitu.” Lelaki itu tampak tergesa-gesa. Ingin sekali gadis itu menahannya. Tapi, sepertinya memang ada keadaan yang lebih mendesak untuk diurus oleh lelaki itu. Mungkin orang itu memang seorang petugas medis atau semacamnya. Memastikan pasiennya baik-baik saja hingga lukanya benar-benar sembuh.
“Berhati-hatilah, jangan ceroboh,” pesan lelaki itu dengan senyum, kemudian bangkit dan berjalan menjauh.
Gadis itu tersenyum dan melambaikan tangannya. Orang itu tidak melihat lambaiannya karena telah berjalan memunggunginya.

Gadis itu tidak keberatan jika disuruh menetap di tempat itu dengan sinar hangat matahari. Tapi setelah berpikir panjang, dia akan lebih senang jika orang tadi menemaninya. Tempat yang sempurna tidak akan terasa sempurna bila tidak bersama orang yang sempurna juga. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari tempat lain.

Gadis itu mencari tempat duduk agar dia bisa beristirahat sebentar dan memijit kakinya yang kelelahan. Dunia dengan matahari yang bersinar ternyata cukup luas dan membuat otot-otot di kakinya bekerja sedikit lebih keras. Tiba-tiba angin dingin bertiup di permukaan kulitnya. Gadis itu merasa tidak asing dengan situasi seperti ini. Dia mendongak. Langit hitam, bulan, dan bintang adalah hal yang ditangkap oleh matanya. Bulan itu mengeluarkan sinar emas yang sempurna untuk malam hari. Sinar terang dan hangatnya matahari membuatnya lupa sejenak dengan sinar emas bulan dan dinginnya malam. Dan dia pun tersadar bahwa dia kembali ke titik awal tempat dia berasal. Yang dia lakukan selama ini hanyalah berjalan memutar. Putaran yang cukup jauh.

Perjalanan yang sia-siakah? Tidak. Setidaknya dia pernah merasakan siang hari. Setidaknya lukanya telah disembuhkan. Setidaknya dia telah bertemu Tuan Petugas Medis. Setidaknya dia mendapat nasehat untuk lebih berhati-hati dan tidak ceroboh. Dia memandang kain putih yang masih membalut tangannya. Dia melepasnya. Luka itu memang telah sembuh, tidak terasa perih, maupun mengeluarkan darah. Tapi, bekas luka itu akan sulit hilang.

Gambar di ambil di sini.

May 9, 2011

Crash And Burn



When you feel all alone
And the world has turned its back on you
Give me a moment please to tame your wild wild heart
I know you feel like the walls are closing in on you
It's hard to find relief and people can be so cold
When darkness is upon your door and you feel like you can't take anymore

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

When you feel all alone
And a loyal friend is hard to find
You're caught in a one way street
With the monsters in your head
When hopes and dreams are far away and
You feel like you can't face the day

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

'Cause there has always been heartache and pain
And when it's over you'll breathe again
You'll breath again

When you feel all alone
And the world has turned its back on you
Give me a moment please
To tame your wild wild heart

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

(Savage Garden's Song)

NB: Selain liriknya yang bikin saya berkaca-kaca, vokalis Savage Garden sempat memperagakan bahasa isyarat untuk kaum tuna rungu di video ini. Nice song and video.

May 2, 2011

Menunda Aku

Entah kenapa belakang ini saya merasa kehilangan diri saya sendiri. Tidak menikmati apa pun yang saya lakukan. Sering timbul rasa benci, tetapi kemudian hilang begitu saja, dan muncul kembali. Hingar bingar yang memekakkan telinga. Cahaya yang membutakan mata. Tetapi, terkadang hanya hingar bingar dan cahaya yang dapat membuat saya menari.
Saya merasa bahwa saya “menunda” untuk menjadi “aku”. Sepertinya memang saya telah lama membuang “aku”.



Cogito ergo sum, merupakan ungkapan yang diutarakan oleh Descrates yang mempunyai arti: aku berpikir, maka aku ada. Ini adalah ilmu yang pernah saya dapatkan di semester satu. Manusia adalah makhluk yang berpikir. Mengapa menggunakan “aku”, bukan “saya”, di dalam ilmu filasafat? Karena “aku” lebih mengungkapkan keutuhannya.
Pernah suatu malam saya menjadi “aku”. Aku yang sepenuhnya. Tapi, keesokan harinya, saya tahu bahwa saya hidup di dunia nyata dengan segala rasionalitas dan perasaan yang membungkusnya. Saya begitu menikmati malam itu. Terima kasih telah membuat saya mengambil “aku” dan mengenakannya malam itu.

“You make me honest, you make me a whole person.” (Mulder, The X-Files)

Gambar di ambil di sini.

Apr 19, 2011

God Must Have Spent A Little More Time On You




Yeah....
Oh yes
Ohhh..yeah..
Can this be true?
Tell me, can this be real?
How can I put into words what I feel?
My life was complete
I thought I was whole
Why do I feel like I'm losing control?
I never thought that love could feel like this
and you've changed my world with just one kiss.
How can it be that right here with me
there's an angel?
It's a miracle...

Your love is like a river
Peaceful and deep
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
(A little more time, yes he did baby)

In all of creation
All things great and small
You are the one that surpasses them all
More precious than
Any diamond or pearl
They broke the mold
When you came in this world
And I'm trying hard to figure out
Just how I ever did without
The warmth of your smile
The heart of a child
That's deep inside
Leaves me purified

Your love is like a river
Peaceful and deep (and deep)
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
(on you, on you, on you, you....on you, on you, on you, you..) ohhh...
(on you, on you, on you, you....on you, on you, on you, you..) yeah...

Never thought that love could feel like this
and you changed my world with just one kiss.
How can it be that right here with me
There's an angel?
It's a miracle...

Your love is like a river
Peaceful and deep (peaceful and deep)
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
(on you, on you, on you, you..)
God must have spent...
A little more time
on you
(on you, on you..you....you..oooh..yeah)
A little more time
on you...ohhh

('N Sync's Song)

PS: How great a mom is ^_^

Apr 7, 2011

Berbagi Irama

Gadis itu merasa bahwa dia mendengar sebuah alunan musik. Secara otomatis dia memisahkan suara-suara bising lain di jalan raya tersebut agar dapat mendengar musik itu dengan jelas. Suara musik itu semakin lama semakin terdengar jelas dan membimbing gadis itu ke sumbernya. Gadis itu tiba di sebuah bangunan kecil, membuka pintunya, dan mengintip ke dalam.

“Ah, gelap sekali,” gumam gadis itu. Tapi suara musik yang terdengar jelas di dalam bangunan itu membuatnya melangkah masuk ke dalam. Dibiarkannya pintu terbuka sebentar utuk membiarkan sinar dari luar masuk supaya dia bisa mencari tombol untuk menghidupkan lampu. Dia menemukan saklar berbentuk bulat di ruangan tersebut, kemudian menekannya dan membuat lampu menyala. Pintu pun ditutup kembali.


Gadis itu melihat sekeliling ruangan. Tidak ada siapa-siapa. Entah siapa yang memainkan musik itu. Kemudian dia mulai membuat gerakan-gerakan lentur dari tubuhnya dan menyesuaikan dengan irama musik itu. Nuansa melankolis dari musik dipadukan dengan tarian lembut darinya, betapa indahnya. Dia terus menari dan menari. Dia begitu menikmatinya, menjadi dirinya sendiri, bebas, dan begitu bahagia. Kemudian irama musik semakin lama semakin cepat. Cepat dan cepat. Memberontak. Gadis itu menyesuaikan gerakannya dengan irama musik, cepat, dan tangkas. Berputar, semakin berputar, semakin cepat. Sampai musik itu memuncak dan… BLUGH!

Gadis itu terjatuh. Tak ada kerikil. Tak ada batu. Tak ada tali yang membuatnya tersandung. Gadis itu terpeleset oleh kakinya sendiri. Nyeri di kaki dirasakannya. Pusing karena berputar terlalu cepat. Musik pun terdengar melambatkan iramanya ke kecepatan semula, lembut dan melankolis.

Sekali lagi gadis itu melihat sekeliling. Tak ada siapa pun. Hanya dia seorang. Sambil memijit kakinya dan mengatur napas, dia berpikir. Untuk apa dia melakukan semua ini? Menari tanpa seorang partner? Apa yang dia harapkan? Sejenak tadi dia memang merasa bebas. Tapi alangkah indahnya jika seseorang dapat merasakan kebebasan bersamanya juga. Berbagi peran, gerakan, dan irama. Mengimbangi irama yang memuncak hanya sendirian saja itu cukup membuatnya kewalahan.Setelah dirasa tidak terlalu sakit dan pusing, gadis itu berjalan mendekati pintu, membukanya, dan berjalan keluar meninggalkan ruangan. Dia membiarkan pintu itu tidak tertutup dengan lampu tetap menyala. Suatu hari kelak, ketika dia menemukan seseorang yang mendengarkan musik yang sama, dia akan kembali ke sana lagi. Kembali dan menari bersama orang itu. Suatu hari kelak.


Gambar diambil dari sini.

Feb 14, 2011

Across The Universe

Mungkin beberapa orang akan teringat salah satu lagu milik The Beatles ketika membaca judul post ini. Atau mungkin beberapa orang akan teringat film musikal yang digarap sangat apik dengan semua soundtrack-nya berasal dari lagu-lagu milik The Beatles. Atau beberapa orang akan melayang dengan imajinasi masing-masing setelah membaca judul post ini.

Bagi saya, kata-kata "Across The Universe" memiliki makna yang dalam. Jika diterjemahkan, artinya adalah "melintasi alam semesta". Tak berarti kita harus pergi dari negara satu ke negara lain. Saat kita mau melihat, mendengarkan, dan menyimak, kita sedang ber-"across the universe". Saat kita mau menikmati rasa pedih, sakit, dan kelam, kita sedang melakukan itu juga. Saat kita berhasil bangkit dan merasakan bahagia kembali, kita berhasil melintasi alam semesta ini. Saat kita menuju ke kedewasaan dan berhasil mencapainya, kita telah bersahabat dengan alam ini.

Sekian.

Feb 11, 2011

Pencarian

Di suatu keramaian kota, di antara keramaian orang yang berjalan cepat, seorang gadis kecil yang tidak begitu tinggi sedang bersungut-sungut karena pandangannya terhalang oleh orang-orang tersebut. Dia hanya mampu melihat sebatas punggung-punggung yang berdesalan mencari jalan. Kenapa orang kota selalu melangkahkan kakinya dengan cepat dan lebar-lebar? Mereka pun juga berbicara dengan suara yang nyaring, apalagi saat mereka terkejut. Gadis itu bukan bermaksud menguping, tapi memang karena suara-suara itu masih dalam batas gelombang suara yang mampu didengarnya. Terdapat beberapa pemuda yang mengeluhkan nilai mereka yang jelek, ayah yang sedang mengomeli anaknya yang tidak mau sekolah di telepon, orang-orang dengan baju necis yang sedang menyumpahi pegawainya, anak-anak muda dengan earphone di telinganya dan tidak mempedulikan keramaian, serta anak-anak kecil berseragam merah putih yang sedang membicarakan teman mereka yang meyebalkan. Gadis itu terus berjalan dalam diam karena tidak ada teman mengobrol. Kemudian, pandangan gadis itu tertuju pada sosok laki-laki yang menggunakan jaket hitam. Sepertinya ia mengenal sosok itu, sosok yang sebenarnya ia cari dalam keramaian sejak tadi. Sosok yang dia harapkan ada untuk teman mengobrol dan dapat diandalakan kalau saja ada copet yang berusaha menguras habis isi tasnya. Tapi, sosok itu timbul dan tenggelam berulang kali di dalam kerumunan orang. Gadis itu mempercepat langkahnya dan mengacuhkan makian orang-orang yang ia tabrak. Apakah ia harus meneriakkan nama sosok itu? Bagaimana kalau ia salah orang? Sosok itu terus berjalan ke depan dan gadis itu tertinggal di belakangnya, terengah-engah mengejarnya. Entah karena apa, tiba-tiba saja sosok berjaket hitam itu menoleh ke belakang. Pandangan mereka pun bertemu di antara celah-celah kerumunan. Gadis itu berhenti berlari, sosok itu pun menghentikan langkahnya. Keduanya tersenyum ramah dan merasa lega karena saling menemukan di antara keramaian. Sosok tersebut menunggu gadis itu yang sedang berjalan mendekatinya. “Hai,” sapa gadis itu.




Sementara itu, di tempat lain, di kerumunan orang-orang yang berbeda juga, seorang gadis juga sedang mencari-cari sosok yang dulu selalu menemaninya. Mata gadis itu menyapu sekeliling area, mencari celah di antara kerumunan itu. Ah, itu dia, batin gadis itu setelah melihat sosok dengan tas punggung bergambar kupu-kupu berwarna abu-abu. Tetapi, gadis itu menjadi ragu untuk mendekatinya. Apakah sosok itu masih mengenalnya? Ada rasa senang saat gadis itu melihat sosok tersebut. Tetapi ia tahu bahwa rasa itu seharusnya ia buang jauh-jauh. Gadis itu meneruskan langkahnya, tanpa mempercepatnya, dengan tetap menatap ke arah gambar kupu-kupu itu. Tak salah lagi, dia orangnya, batin gadis itu. Seperti pada kisah pertama tadi, sosok itu tiba-tiba saja menoleh ke belakang. Pandangan mereka bertemu. Gadis tersebut dengan cepat memalingkan wajahnya, membelokkan langkahnya, mencari jalan lain yang ada. Dia menghindar dari sosok yang telah ia cari.

NB: Gambar diambil dari sini.

Jan 29, 2011

Fireworks

Do you ever feel like a plastic bag,
drifting through the wind
wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
like a house of cards,
one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep?
6 feet under screams but no one seems to hear a thing
Do you know that there's still a chance for you
'Cause there's a spark in you

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe your reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will glow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through-ough-ough

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon


(Song By Katy Perry)

Jan 25, 2011

Send My Regards

Girl: "Hi, Mr. Moon! The black skies always cover you up lately. When will you show yourself again?"

Mr. Moon: "It's cloudy, Honey. Are you cold? The night doesn't seem to be nice to you?"

Girl: "Ah, I'm fine. I got my blanket. I just miss your light. I hate my room lamp. And, ummm... May I ask you something?"

Mr. Moon: "What would it be?"

Girl: "Send my regards to my star. The purple one. Please?"

Mr. Moon: "Ah, my pleasure. Sure, Honey."

Girl: "Thank you. Good night."

Mr. Moon: "Good night to you too."

Jan 17, 2011

Falling Star

Seorang anak kecil bernama Loli selalu memandangi langit malam. Dia selalu memandangi bintang yang sama setiap malam. Duduk dalam diam di halaman belakang rumahnya, kadang berdiri dan berbicara sendiri, sebenarnya dia berbicara terhadap bintang itu dan berharap bintang itu mendengar apa yang dibicarakannya. Tak bosan-bosan ia memandangi cahaya bintang itu tiap malam. Bintang itu bukanlah bintang yang paling terang sinarnya di antara bintang-bintang yang lain, tapi ia mempunyai cahaya yang paling indah di antara yang lain. Cahaya warna ungu. Ungu merupakan warna favorit Loli. Tak heran bila Loli sangat menyukai bintang itu.
“Nak, ayo masuk. Sudah malam,” kata ayah Loli.
“Sebentar lagi, Yah,” jawab Loli.
“Sedang memperhatikan bintang itu lagi, ya?” tanya ayah Loli sambil ikut memandang ke arah langit malam.
”Iya, Yah,” jawab Loli tanpa mengalihkan pandangannya terhadap bintang tersebut.
Sang Ayah pun tersenyum dan mengelus lembut kepala Loli. “Jangan buat dirimu kedinginan,” kata si Ayah sambil menggandeng tangan mungil Loli dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Loli menurut.
Sebelum tidur, Loli berharap jika bintang itu jatuh, ia akan mencarinya dan memasukkannya ke dalam botol bening yang ia punya. Akan ia simpan dan jaga baik-baik bintang itu.

***

Suatu malam, harapan Loli terkabul. Saat ia memandangi bintang itu untuk yang kesekiankalinya, tiba-tiba bintang itu berkedip-kedip sebentar dan jatuh. Jatuhnya bintang itu seperti pensil yang sedang membuat garis panjang di atas langit malam.
Loli pun segera berlari dan mengikuti arah bintang tersebut. Ia tak ingin kehilangan jejak sang bintang. Momen yang telah ditunggu-tunggunya selama ini tak boleh rusak. Terengah-engah, ia mendapati si bintang jatuh tak jauh dari tempat ia biasa mengamati. Bintang itu ternyata tak jauh lebih besar ukurannya dengan telapak tangannya. Anehnya, bintang itu tak lagi bersinar. Bahkan berkedip pun tidak. Pastilah bintang ini kelelahan karena harus bersinar sekuat mungkin tiap malam agar cahayanya dapat terlihat dengan jelas di bawah sini, pikir Loli. Atau mungkin tempat ini terlalu terang untuknya agar dapat bercahaya lagi? Ya, pastilah itu sebabnya. Bintang itu biasa bersinar di langit yang hitam, kini ia berada di dunia yang dipenuhi dengan warna-warni cahaya, pastilah sinar bintang itu tak sekuat sewaktu berada di langit hitam. Bintang ini tak boleh kehilangan sinarnya, pikir Loli.
Loli pun segera berlari pulang dan masuk ke kamarnya. Menutup pintu kamarnya, menutup jendela, memasukkan bintang itu ke dalam botol kaca bening, dan membiarkan kamarnya gelap gulita. Siapa tau dengan keadaan gelap seperti ini, bintang itu akan bersinar kembali, pikir Loli.
Tak ada yang terjadi. Loli terus menunggu dan menunggu. Bintang itu bahkan tak berkedip.
Loli pun keluar dari kamarnya dan menghampiri sang Ayah. “Ayah, bintang ini tak mau bersinar lagi,” kata Loli dengan muka dan suara yang sedih menunjukkan bintang itu kepada ayahnya. “Apakah semua bintang yang jatuh akan kehilangan sinarnya?”
“Tidak, Sayang,” jawab sang Ayah. ”Bintang tidak akan bersinar bila berada di dekatmu karena sinarnya bukan untukmu.”
”Tapi kenapa dia bersinar saat di langit?” tanya Loli.
”Dia bersinar untuk orang lain. Kebetulan saja kau melihat sinarnya karena dia berada di tempat yang mudah terlihat oleh orang lain,” jawab ayahnya dengan suara bijak.
”Kenapa dia jatuh di sini jika dia tidak bersinar untukku?”
”Entahlah, Sayang. Mungkin dia tersesat.”
”Ah, sayang sekali, padahal sinarnya begitu bagus,” kata Loli lirih sambil memandangi bintang yang telah ia simpan di dalam botol. ”Akankah ia bersinar lagi, Yah?”
”Iya, jika ia menemukan orang yang tepat.”
”Boleh kusimpan di kamar, Yah?”
”Jangan, Sayang,” jawab ayahnya lembut sambil mengelus kepala Loli. ”Bintang itu sedang mencari pemilik sinarnya. Pemiliknya pastilah juga sedang kebingungan. Taruhlah kembali ke tempat ia jatuh, Nak.”
”Bagaimana cara mereka bisa bertemu? Bintang ini tak bersinar, bagaimana pemiliknya menemukannya?”
”Mereka saling bicara, Nak. Kau tak bisa mendengarnya.”
Loli tampak kecewa dan kesal karena bintang sebagus itu harus dilepasnya.
”Bolehkah ia tetap berada di dalam botol ini, Yah? Agar ia aman,” kata Loli.
”Boleh, Sayang. Sekarang kembalikan ke tempat dia jatuh. Ia akan berterima kasih kepadamu.”
Loli pun segera berlari ke tempat bintang itu terjatuh dan meletakkannya kembali di sana. Ia menunggui sebentar bintang itu. Mengamatinya. Bintang itu mengeluarkan cahaya lemah, berkedip-kedip sebentar. Loli terkejut. Ia melihat sekelilingnya, tak ada siapa pun. Bintang itu berterima kasih kepadanya. Loli tersenyum dan mengelus-elus permukaan botol itu dengan lembut sambil berkata, ”Baik-baik ya kamu di sini. Aku akan kembali setiap malam untuk menjengukmu, sampai ada yang menemukanmu.”
Loli kembali berjalan pulang dengan langkah ringan, menatap ke langit. Belum menemukan bintang yang sinarnya lebih bagus lagi. Kemudian Loli mulai bernyanyi.

“’Coz all of the stars are fading away
Just try not to worry
You’ll see them someday”
(Oasis – Stop Crying Your Heart Out)

Jan 11, 2011

Please, Let Me

If you were broken, let me fix you. If you were crashed into pieces, let me take them, put them into one.

Oh, please, let me take care of you. Let me be the one, the only one, who holds your hand. Make the beautiful curve on your face. Make the bright two moons on your eyes.

Please, let me.

Jan 1, 2011

Selamat Tahun Baru 2011

Hai! Hai! Hai!

Selamat tahun baru 2011, ya. Hmmm... Mungkin bagi beberapa orang, mereka akan membuat resolusi tahunan. Tapi, saya tidak pernah melakukan itu. Errr... I'm a messy girl. Mungkin saya harus meniru mereka agar tujuan hidup saya jelas. Tapi... Ah, entah lah. Yang jelas, tiap tahun, saya berharap tinggi badan saya naik.

Perayaan tahun baru selalu berbeda tiap tahunnya bagi saya. Yang penting tidak neko-neko saja. Hihi...

Harapan saya tiap tahun adalah semoga saya, teman-teman, dan keluarga menjadi pribadi yang lebih baik. Senang mempunyai teman-teman (yang ini lebih tepatnya 'sahabat') yang bisa diandalkan dari tahun ke tahun. Semoga tetap solid. Senang rasanya dari tahun ke tahun bertemu teman-teman baru juga. Selain itu, senang rasanya mempunyai keluarga yang selalu menjadi tempat berlindung, belajar, dan hangat. Tidak akan ada yang bisa menggantikan kalian di dunia ini.

Banyak orang yang datang dan pergi tiap harinya. Beberapa yang pergi, tergantikan oleh orang lain. Atau bahkan tidak kita ingat. Beberapa lagi, sulit, atau bahkan tidak ada yang menggantikannya. Orang-orang baru selalu membuat kisah baru, unik, dan... Entah lah. Isi saja sendiri. ;p

Sekali lagi, saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2011!