Jan 29, 2011

Fireworks

Do you ever feel like a plastic bag,
drifting through the wind
wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
like a house of cards,
one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep?
6 feet under screams but no one seems to hear a thing
Do you know that there's still a chance for you
'Cause there's a spark in you

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe your reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will glow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through-ough-ough

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon


(Song By Katy Perry)

Jan 25, 2011

Send My Regards

Girl: "Hi, Mr. Moon! The black skies always cover you up lately. When will you show yourself again?"

Mr. Moon: "It's cloudy, Honey. Are you cold? The night doesn't seem to be nice to you?"

Girl: "Ah, I'm fine. I got my blanket. I just miss your light. I hate my room lamp. And, ummm... May I ask you something?"

Mr. Moon: "What would it be?"

Girl: "Send my regards to my star. The purple one. Please?"

Mr. Moon: "Ah, my pleasure. Sure, Honey."

Girl: "Thank you. Good night."

Mr. Moon: "Good night to you too."

Jan 17, 2011

Falling Star

Seorang anak kecil bernama Loli selalu memandangi langit malam. Dia selalu memandangi bintang yang sama setiap malam. Duduk dalam diam di halaman belakang rumahnya, kadang berdiri dan berbicara sendiri, sebenarnya dia berbicara terhadap bintang itu dan berharap bintang itu mendengar apa yang dibicarakannya. Tak bosan-bosan ia memandangi cahaya bintang itu tiap malam. Bintang itu bukanlah bintang yang paling terang sinarnya di antara bintang-bintang yang lain, tapi ia mempunyai cahaya yang paling indah di antara yang lain. Cahaya warna ungu. Ungu merupakan warna favorit Loli. Tak heran bila Loli sangat menyukai bintang itu.
“Nak, ayo masuk. Sudah malam,” kata ayah Loli.
“Sebentar lagi, Yah,” jawab Loli.
“Sedang memperhatikan bintang itu lagi, ya?” tanya ayah Loli sambil ikut memandang ke arah langit malam.
”Iya, Yah,” jawab Loli tanpa mengalihkan pandangannya terhadap bintang tersebut.
Sang Ayah pun tersenyum dan mengelus lembut kepala Loli. “Jangan buat dirimu kedinginan,” kata si Ayah sambil menggandeng tangan mungil Loli dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Loli menurut.
Sebelum tidur, Loli berharap jika bintang itu jatuh, ia akan mencarinya dan memasukkannya ke dalam botol bening yang ia punya. Akan ia simpan dan jaga baik-baik bintang itu.

***

Suatu malam, harapan Loli terkabul. Saat ia memandangi bintang itu untuk yang kesekiankalinya, tiba-tiba bintang itu berkedip-kedip sebentar dan jatuh. Jatuhnya bintang itu seperti pensil yang sedang membuat garis panjang di atas langit malam.
Loli pun segera berlari dan mengikuti arah bintang tersebut. Ia tak ingin kehilangan jejak sang bintang. Momen yang telah ditunggu-tunggunya selama ini tak boleh rusak. Terengah-engah, ia mendapati si bintang jatuh tak jauh dari tempat ia biasa mengamati. Bintang itu ternyata tak jauh lebih besar ukurannya dengan telapak tangannya. Anehnya, bintang itu tak lagi bersinar. Bahkan berkedip pun tidak. Pastilah bintang ini kelelahan karena harus bersinar sekuat mungkin tiap malam agar cahayanya dapat terlihat dengan jelas di bawah sini, pikir Loli. Atau mungkin tempat ini terlalu terang untuknya agar dapat bercahaya lagi? Ya, pastilah itu sebabnya. Bintang itu biasa bersinar di langit yang hitam, kini ia berada di dunia yang dipenuhi dengan warna-warni cahaya, pastilah sinar bintang itu tak sekuat sewaktu berada di langit hitam. Bintang ini tak boleh kehilangan sinarnya, pikir Loli.
Loli pun segera berlari pulang dan masuk ke kamarnya. Menutup pintu kamarnya, menutup jendela, memasukkan bintang itu ke dalam botol kaca bening, dan membiarkan kamarnya gelap gulita. Siapa tau dengan keadaan gelap seperti ini, bintang itu akan bersinar kembali, pikir Loli.
Tak ada yang terjadi. Loli terus menunggu dan menunggu. Bintang itu bahkan tak berkedip.
Loli pun keluar dari kamarnya dan menghampiri sang Ayah. “Ayah, bintang ini tak mau bersinar lagi,” kata Loli dengan muka dan suara yang sedih menunjukkan bintang itu kepada ayahnya. “Apakah semua bintang yang jatuh akan kehilangan sinarnya?”
“Tidak, Sayang,” jawab sang Ayah. ”Bintang tidak akan bersinar bila berada di dekatmu karena sinarnya bukan untukmu.”
”Tapi kenapa dia bersinar saat di langit?” tanya Loli.
”Dia bersinar untuk orang lain. Kebetulan saja kau melihat sinarnya karena dia berada di tempat yang mudah terlihat oleh orang lain,” jawab ayahnya dengan suara bijak.
”Kenapa dia jatuh di sini jika dia tidak bersinar untukku?”
”Entahlah, Sayang. Mungkin dia tersesat.”
”Ah, sayang sekali, padahal sinarnya begitu bagus,” kata Loli lirih sambil memandangi bintang yang telah ia simpan di dalam botol. ”Akankah ia bersinar lagi, Yah?”
”Iya, jika ia menemukan orang yang tepat.”
”Boleh kusimpan di kamar, Yah?”
”Jangan, Sayang,” jawab ayahnya lembut sambil mengelus kepala Loli. ”Bintang itu sedang mencari pemilik sinarnya. Pemiliknya pastilah juga sedang kebingungan. Taruhlah kembali ke tempat ia jatuh, Nak.”
”Bagaimana cara mereka bisa bertemu? Bintang ini tak bersinar, bagaimana pemiliknya menemukannya?”
”Mereka saling bicara, Nak. Kau tak bisa mendengarnya.”
Loli tampak kecewa dan kesal karena bintang sebagus itu harus dilepasnya.
”Bolehkah ia tetap berada di dalam botol ini, Yah? Agar ia aman,” kata Loli.
”Boleh, Sayang. Sekarang kembalikan ke tempat dia jatuh. Ia akan berterima kasih kepadamu.”
Loli pun segera berlari ke tempat bintang itu terjatuh dan meletakkannya kembali di sana. Ia menunggui sebentar bintang itu. Mengamatinya. Bintang itu mengeluarkan cahaya lemah, berkedip-kedip sebentar. Loli terkejut. Ia melihat sekelilingnya, tak ada siapa pun. Bintang itu berterima kasih kepadanya. Loli tersenyum dan mengelus-elus permukaan botol itu dengan lembut sambil berkata, ”Baik-baik ya kamu di sini. Aku akan kembali setiap malam untuk menjengukmu, sampai ada yang menemukanmu.”
Loli kembali berjalan pulang dengan langkah ringan, menatap ke langit. Belum menemukan bintang yang sinarnya lebih bagus lagi. Kemudian Loli mulai bernyanyi.

“’Coz all of the stars are fading away
Just try not to worry
You’ll see them someday”
(Oasis – Stop Crying Your Heart Out)

Jan 11, 2011

Please, Let Me

If you were broken, let me fix you. If you were crashed into pieces, let me take them, put them into one.

Oh, please, let me take care of you. Let me be the one, the only one, who holds your hand. Make the beautiful curve on your face. Make the bright two moons on your eyes.

Please, let me.

Jan 1, 2011

Selamat Tahun Baru 2011

Hai! Hai! Hai!

Selamat tahun baru 2011, ya. Hmmm... Mungkin bagi beberapa orang, mereka akan membuat resolusi tahunan. Tapi, saya tidak pernah melakukan itu. Errr... I'm a messy girl. Mungkin saya harus meniru mereka agar tujuan hidup saya jelas. Tapi... Ah, entah lah. Yang jelas, tiap tahun, saya berharap tinggi badan saya naik.

Perayaan tahun baru selalu berbeda tiap tahunnya bagi saya. Yang penting tidak neko-neko saja. Hihi...

Harapan saya tiap tahun adalah semoga saya, teman-teman, dan keluarga menjadi pribadi yang lebih baik. Senang mempunyai teman-teman (yang ini lebih tepatnya 'sahabat') yang bisa diandalkan dari tahun ke tahun. Semoga tetap solid. Senang rasanya dari tahun ke tahun bertemu teman-teman baru juga. Selain itu, senang rasanya mempunyai keluarga yang selalu menjadi tempat berlindung, belajar, dan hangat. Tidak akan ada yang bisa menggantikan kalian di dunia ini.

Banyak orang yang datang dan pergi tiap harinya. Beberapa yang pergi, tergantikan oleh orang lain. Atau bahkan tidak kita ingat. Beberapa lagi, sulit, atau bahkan tidak ada yang menggantikannya. Orang-orang baru selalu membuat kisah baru, unik, dan... Entah lah. Isi saja sendiri. ;p

Sekali lagi, saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2011!