Feb 14, 2011

Across The Universe

Mungkin beberapa orang akan teringat salah satu lagu milik The Beatles ketika membaca judul post ini. Atau mungkin beberapa orang akan teringat film musikal yang digarap sangat apik dengan semua soundtrack-nya berasal dari lagu-lagu milik The Beatles. Atau beberapa orang akan melayang dengan imajinasi masing-masing setelah membaca judul post ini.

Bagi saya, kata-kata "Across The Universe" memiliki makna yang dalam. Jika diterjemahkan, artinya adalah "melintasi alam semesta". Tak berarti kita harus pergi dari negara satu ke negara lain. Saat kita mau melihat, mendengarkan, dan menyimak, kita sedang ber-"across the universe". Saat kita mau menikmati rasa pedih, sakit, dan kelam, kita sedang melakukan itu juga. Saat kita berhasil bangkit dan merasakan bahagia kembali, kita berhasil melintasi alam semesta ini. Saat kita menuju ke kedewasaan dan berhasil mencapainya, kita telah bersahabat dengan alam ini.

Sekian.

Feb 11, 2011

Pencarian

Di suatu keramaian kota, di antara keramaian orang yang berjalan cepat, seorang gadis kecil yang tidak begitu tinggi sedang bersungut-sungut karena pandangannya terhalang oleh orang-orang tersebut. Dia hanya mampu melihat sebatas punggung-punggung yang berdesalan mencari jalan. Kenapa orang kota selalu melangkahkan kakinya dengan cepat dan lebar-lebar? Mereka pun juga berbicara dengan suara yang nyaring, apalagi saat mereka terkejut. Gadis itu bukan bermaksud menguping, tapi memang karena suara-suara itu masih dalam batas gelombang suara yang mampu didengarnya. Terdapat beberapa pemuda yang mengeluhkan nilai mereka yang jelek, ayah yang sedang mengomeli anaknya yang tidak mau sekolah di telepon, orang-orang dengan baju necis yang sedang menyumpahi pegawainya, anak-anak muda dengan earphone di telinganya dan tidak mempedulikan keramaian, serta anak-anak kecil berseragam merah putih yang sedang membicarakan teman mereka yang meyebalkan. Gadis itu terus berjalan dalam diam karena tidak ada teman mengobrol. Kemudian, pandangan gadis itu tertuju pada sosok laki-laki yang menggunakan jaket hitam. Sepertinya ia mengenal sosok itu, sosok yang sebenarnya ia cari dalam keramaian sejak tadi. Sosok yang dia harapkan ada untuk teman mengobrol dan dapat diandalakan kalau saja ada copet yang berusaha menguras habis isi tasnya. Tapi, sosok itu timbul dan tenggelam berulang kali di dalam kerumunan orang. Gadis itu mempercepat langkahnya dan mengacuhkan makian orang-orang yang ia tabrak. Apakah ia harus meneriakkan nama sosok itu? Bagaimana kalau ia salah orang? Sosok itu terus berjalan ke depan dan gadis itu tertinggal di belakangnya, terengah-engah mengejarnya. Entah karena apa, tiba-tiba saja sosok berjaket hitam itu menoleh ke belakang. Pandangan mereka pun bertemu di antara celah-celah kerumunan. Gadis itu berhenti berlari, sosok itu pun menghentikan langkahnya. Keduanya tersenyum ramah dan merasa lega karena saling menemukan di antara keramaian. Sosok tersebut menunggu gadis itu yang sedang berjalan mendekatinya. “Hai,” sapa gadis itu.




Sementara itu, di tempat lain, di kerumunan orang-orang yang berbeda juga, seorang gadis juga sedang mencari-cari sosok yang dulu selalu menemaninya. Mata gadis itu menyapu sekeliling area, mencari celah di antara kerumunan itu. Ah, itu dia, batin gadis itu setelah melihat sosok dengan tas punggung bergambar kupu-kupu berwarna abu-abu. Tetapi, gadis itu menjadi ragu untuk mendekatinya. Apakah sosok itu masih mengenalnya? Ada rasa senang saat gadis itu melihat sosok tersebut. Tetapi ia tahu bahwa rasa itu seharusnya ia buang jauh-jauh. Gadis itu meneruskan langkahnya, tanpa mempercepatnya, dengan tetap menatap ke arah gambar kupu-kupu itu. Tak salah lagi, dia orangnya, batin gadis itu. Seperti pada kisah pertama tadi, sosok itu tiba-tiba saja menoleh ke belakang. Pandangan mereka bertemu. Gadis tersebut dengan cepat memalingkan wajahnya, membelokkan langkahnya, mencari jalan lain yang ada. Dia menghindar dari sosok yang telah ia cari.

NB: Gambar diambil dari sini.