Apr 19, 2011

God Must Have Spent A Little More Time On You




Yeah....
Oh yes
Ohhh..yeah..
Can this be true?
Tell me, can this be real?
How can I put into words what I feel?
My life was complete
I thought I was whole
Why do I feel like I'm losing control?
I never thought that love could feel like this
and you've changed my world with just one kiss.
How can it be that right here with me
there's an angel?
It's a miracle...

Your love is like a river
Peaceful and deep
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
(A little more time, yes he did baby)

In all of creation
All things great and small
You are the one that surpasses them all
More precious than
Any diamond or pearl
They broke the mold
When you came in this world
And I'm trying hard to figure out
Just how I ever did without
The warmth of your smile
The heart of a child
That's deep inside
Leaves me purified

Your love is like a river
Peaceful and deep (and deep)
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
(on you, on you, on you, you....on you, on you, on you, you..) ohhh...
(on you, on you, on you, you....on you, on you, on you, you..) yeah...

Never thought that love could feel like this
and you changed my world with just one kiss.
How can it be that right here with me
There's an angel?
It's a miracle...

Your love is like a river
Peaceful and deep (peaceful and deep)
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
(on you, on you, on you, you..)
God must have spent...
A little more time
on you
(on you, on you..you....you..oooh..yeah)
A little more time
on you...ohhh

('N Sync's Song)

PS: How great a mom is ^_^

Apr 7, 2011

Berbagi Irama

Gadis itu merasa bahwa dia mendengar sebuah alunan musik. Secara otomatis dia memisahkan suara-suara bising lain di jalan raya tersebut agar dapat mendengar musik itu dengan jelas. Suara musik itu semakin lama semakin terdengar jelas dan membimbing gadis itu ke sumbernya. Gadis itu tiba di sebuah bangunan kecil, membuka pintunya, dan mengintip ke dalam.

“Ah, gelap sekali,” gumam gadis itu. Tapi suara musik yang terdengar jelas di dalam bangunan itu membuatnya melangkah masuk ke dalam. Dibiarkannya pintu terbuka sebentar utuk membiarkan sinar dari luar masuk supaya dia bisa mencari tombol untuk menghidupkan lampu. Dia menemukan saklar berbentuk bulat di ruangan tersebut, kemudian menekannya dan membuat lampu menyala. Pintu pun ditutup kembali.


Gadis itu melihat sekeliling ruangan. Tidak ada siapa-siapa. Entah siapa yang memainkan musik itu. Kemudian dia mulai membuat gerakan-gerakan lentur dari tubuhnya dan menyesuaikan dengan irama musik itu. Nuansa melankolis dari musik dipadukan dengan tarian lembut darinya, betapa indahnya. Dia terus menari dan menari. Dia begitu menikmatinya, menjadi dirinya sendiri, bebas, dan begitu bahagia. Kemudian irama musik semakin lama semakin cepat. Cepat dan cepat. Memberontak. Gadis itu menyesuaikan gerakannya dengan irama musik, cepat, dan tangkas. Berputar, semakin berputar, semakin cepat. Sampai musik itu memuncak dan… BLUGH!

Gadis itu terjatuh. Tak ada kerikil. Tak ada batu. Tak ada tali yang membuatnya tersandung. Gadis itu terpeleset oleh kakinya sendiri. Nyeri di kaki dirasakannya. Pusing karena berputar terlalu cepat. Musik pun terdengar melambatkan iramanya ke kecepatan semula, lembut dan melankolis.

Sekali lagi gadis itu melihat sekeliling. Tak ada siapa pun. Hanya dia seorang. Sambil memijit kakinya dan mengatur napas, dia berpikir. Untuk apa dia melakukan semua ini? Menari tanpa seorang partner? Apa yang dia harapkan? Sejenak tadi dia memang merasa bebas. Tapi alangkah indahnya jika seseorang dapat merasakan kebebasan bersamanya juga. Berbagi peran, gerakan, dan irama. Mengimbangi irama yang memuncak hanya sendirian saja itu cukup membuatnya kewalahan.Setelah dirasa tidak terlalu sakit dan pusing, gadis itu berjalan mendekati pintu, membukanya, dan berjalan keluar meninggalkan ruangan. Dia membiarkan pintu itu tidak tertutup dengan lampu tetap menyala. Suatu hari kelak, ketika dia menemukan seseorang yang mendengarkan musik yang sama, dia akan kembali ke sana lagi. Kembali dan menari bersama orang itu. Suatu hari kelak.


Gambar diambil dari sini.