May 25, 2012

Wajah Di Keramaian

I saw your face in a crowded place and I don't know what to do, cause I'll never be with you (James Blunt - You're Beautiful)



Saya pernah berperan sebagai si pria di lagu ini (tentu saja si wanita di lagu ini diperankan oleh pria di dalam versi saya). Ketika saya melihat seseorang yang menyita perhatian saya di keramaian. Entah kenapa setiap saya berada di keramaian dan kebetulan orang itu juga berada di sana, di saat yang sama saya sedang memandang ke arahnya. Entah kenapa Tuhan memberikan radar yang kuat, yang mampu membuat kepala saya selalu menoleh ke arahnya, yang mampu membuat mata saya selalu memandangnya, yang mampu membuat saya selalu dapat menemukannya di antara kerumunan orang.

Hanya saja dia tidak pernah menyadari kehadiran saya di antara keramaian. Dan saya tidak pernah menemukan petunjuk apakah kita akan saling menyadari kehadiran satu sama lain suatu saat nanti. Dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Semoga suatu saat nanti kau yang akan menemukanku terlebih dahulu di keramaian :)

Gambar diambil di sini.

May 18, 2012

Good Life: Arigato, Papa, Sayonara

Bagi yang suka serial drama keluarga Asia terutama Jepang dan suka mimbik-mimbik alias rada-rada cengeng, saya rekomendasikan serial ini. Serial ini berjudul "Good Life: Arigato, Papa, Sayonara". Serial ini diadaptasi dari novel Korea karangan Cho Chang-In yang berjudul "Kashikogi".

Good Life: Arigato, Papa, Sayonara
Tahun: 2011
Director: Yoshishige Misake, Keiichiro Shirake
Producer: Takahiro Kasaoki, Jun Kimura
Serial berjumlah 11 episode ini bercerita tentang seorang jurnalis profesional bernama Sawamoto Daichi (Sorimachi Takashi) yang workaholic sehingga tanpa dia sadari dia telah mengabaikan keluarganya. Dia tidak pernah ikut serta mengurus anak laki-lakinya. Dia tidak pernah tahu jika istrinya, Sawamoto Kaori (Igawa Haruka), merasa jengah dan kesepian. Suatu hari, Kaori pergi meninggalkannya tanpa berpamitan, tanpa sepatah kata pun. Kaori hanya meninggalkan sepucuk surat perceraian yang telah ditandatanganinya dan seorang anak laki-laki hasil pernikahan mereka yang bernama Sawamoto Waku (Kabe Amon).

Tentu saja Daichi mengalami kebingungan dan marah yang luar biasa. Selama ini dia merasa menjadi seorang suami yang baik dan tidak pernah ada pertengkaran di dalam rumah tangganya. Pendapat dia mengenai suami yang baik merupakan seorang kepala keluarga yang rajin bekerja dan menghasilkan uang yang banyak ternyata selama ini salah.

Mengurus seorang anak berumur 7 tahun seorang diri tidak semudah bayangan Daichi. Apalagi dia tidak pernah untuk mencoba "mengenal" anaknya sendiri sebelumnya. Dia tidak pernah tahu apa yang disukai, dibenci, atau ditakuti oleh anaknya. Dia tidak pernah tahu apa kebutuhan anaknya. Hingga suatu hari, Waku divonis dokter bahwa dia menderita leukimia. Daichi pun berusaha untuk melawan keegoisan yang dimilikinya selama ini dan memutuskan untuk mengurus Waku yang sedang sakit seorang diri. Tujuh tahun yang telah disia-siakannya selama ini akan dia perbaiki dalam sisa waktu yang dilmilikinya.

Banyak adegan yang mengharukan antara bapak dan anak di serial ini. Dari serial ini, penonton bisa belajar bahwa "menyimak" itu berbeda dari "mendengarkan" dan "memperhatikan" berbeda dengan "melihat". Saya beri 4 bintang dari 5 bintang untuk serial ini.

Satu bintang berkurang karena pendapat subjektif saya sendiri. Sebelum melihat akting Sorimachi Takashi di serial ini, saya melihatnya di "Beach Boys" (1997) dan "Great Teacher Onizuka" (1998). Di dua serial itu, Takashi berperan menjadi orang konyol dan slengehan, tapi sering mengeluarkan kata-kata yang menyentuh. Sedangkan di "Good Life: Arigato, Papa, Sayonara", dia berperan menjadi seorang bapak yang serius dan bahkan tidak tahu bagaimana cara tersenyum. Itu membuat saya merasa awkward melihat aktingnya karena saya telah terbiasa dengan gambaran bahwa Takashi adalah orang konyol.

May 11, 2012

Garden Party - Adam Young by Adam Young Music



I went to a garden party to reminisce with my old friends
A chance to share old memories and play our songs again
When I got to the garden party, they all knew my name
But no one recognized me, I didn’t look the same


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself


People came from miles around and everyone was there
Yoko brought her walrus, there was magic in the air
And over in the corner, much to my surprise
Mr. Hughes hid in Dylan’s shoes, wearing his disguise


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself


I played them all the old songs, I thought that’s why they came
But no one heard the music, we didn’t look the same
I said hello to Mary Lou, she belongs to me
And when I sang a song about a Honky Tonk, it was time to leave


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself


Someone opened up a closet door and out stepped Johnny B. Goode
Playing guitar like ringing a bell and looking like he should
If you gotta play at garden parties, I wish you a lot of luck
But if memories were all I sang, I’d rather drive a truck


But it’s all right now, I learned my lesson well
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself
You see, you can’t please everyone so you gotta please yourself
You can’t please everyone so you gotta please yourself

May 4, 2012

Benda Usang

Terlihat seorang pria sedang mengamati seorang perempuan yang selama ini dikaguminya. Perempuan itu selalu saja membawa benda usang itu ke mana-mana. Benda yang sepertinya telah bertahun-tahun dimilikinya, telah kotor sekali. Warna putih yang terdapat di benda itu telah berubah menjadi cokelat. Sekarang tampak perempuan itu sedang memandangi benda usang itu.

"Ada apa?" tanya si pria yang kemudian duduk di sampingnya.
Perempuan itu hanya tersenyum dan mengangkat benda usang itu.
"Kenapa kau tidak mencucinya? Itu sudah kotor sekali," kata pria itu.
"Aku takut perpaduan antara air dan sabun akan membuat gambarnya luntur dan akhirnya menghilang," jawab si perempuan.
"Beli saja yang baru," pinta si pria.
Perempuan itu menggeleng. Kemudian si pria menarik tangannya. "Hey! Mau ke mana?" tanya perempuan itu.

Ah, ternyata si pria mengajaknya ke sebuah toko yang masih menjual benda yang sama persis dengan milik si perempuan.
"Mbak, beli ini, ya," kata si pria kepada petugas kasir. Pria itu mengeluarkan sejumlah uang dan membayarkannya. "Gak usah dibungkus, Mbak."

"Ini," kata pria itu sambil menyodorkan benda itu setelah keluar dari toko. "Kau bisa lihat sendiri, ini benda yang sama persis, masih baru, dan bersih. Kau tidak perlu mencuci punyamu itu dan tidak perlu takut gambarnya akan hilang."
"Iya, aku tahu ini benda yang sama. Hanya saja ini pemberian dari orang yang berbeda," kata perempuan itu yang kemudian meninggalkan si pria tanpa menyentuh benda yang baru itu sama sekali.