Jul 20, 2012

Totto-chan: Gadis Cilik Di Jendela

Pertama kali liat buku ini di toko buku, saya pikir ini cuma cerita anak-anak kecil biasa dengan pengalaman-pengalaman mereka di taman kanak-kanak. Saya pikir juga buku ini buku baru. Man, saya meleset. Buku ini sudah diterbitkan di Jepang tahun 1981, meskipun di Indonesia baru terbit di tahun 2008. Memang buku ini menggambarkan kehidupan anak-anak kecil di masa TK, tapi bukan cerita biasa. Well, telat juga saya posting tentang buku ini. Haha... Tapi, biarlah, buku keren begini sayang kalau tidak disebarluaskan.

Judul : Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela
Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Genre : Non-fiksi, cerita anak
Penerbit : Gramedia
Harga : Rp 46.000,-
Cerita berawal ketika seorang gadis kecil bernama Totto-chan dikeluarkan dari sekolah pertamanya. Para guru kewalahan dalam mengatasi tingkah lakunya yang super ajaib dan rasa keingintahuannya yang sangat besar. Kemudian ibu Totto-chan memasukkannya ke sekolah bernama Tomoe Gakuen. Ibu Totto-chan tidak memberitahunya bahwa dia dikeluarkan dari sekolah pertamanya, kelak pembaca akan tahu mengapa ibu Totto-chan tidak memberitahunya. Kepala Sekolah Gakuen bernama Sosaku Kobayashi, seorang pria berambut tipis dan bergigi ompong, tapi sangat ramah dan mengerti dunia anak. Mr. Kobayashi menyuruh Totto-chan bercerita mengenai apa pun yang dia inginkan. Dan sungguh Mr. Kobayashi mendengarkan 4 jam penuh pada cerita Totto-chan, kemudian berkata, "Kamu murid sekolah ini mulai besok."

Keunikan pertama dari Sekolah Tomoe Gakuen adalah sekolah tersebut didirikan di gerbong-gerbong kereta yang sudah tidak dipakai! Tentu saja gerbong-gerbong tersebut telah dimodifikasi menjadi ruang-ruang kelas. Keunikan kedua adalah para murid dengan kekurangan fisik juga dapat bersekolah di sana bersama dengan murid-murid lain. Keunikan ketiga adalah para murid bebas menentukan pelajaran apa yang ingin mereka pelajari pada jam pertama. Jadi, ada yang mempelajari fisika, menulis, membaca, menggambar, dan matematika pada saat yang bersamaan. Anak-anak tersebut sama sekali tidak terganggu atau mengganggu karena mereka telah diajarkan untuk berkonsentrasi dan menghargai orang lain. Keunikan keempat adalah cara Mr. Kobayashi mengajar, yaitu menggabungkan alam, musik, dan kepribadian anak. Man, saya saja sulit menjelaskannya. Masih banyak keunikan lain yang tidak bisa saya ceritakan di sini.

Bagian paling favorit saya adalah ketika Mr. Kobayashi berkata kepada Totto-chan, "Kamu benar-benar anak yang baik." Padahal Totto-chan sering membuat dirinya berada di situasi yang menyulitkan dirinya atau orang lain akibat ulahnya. Kelak, Totto-chan dewasa akan mengerti apa maksud Mr. Kobayashi berkata seperti itu.

Buku ini bagus untuk semua kalangan menurut saya. Bagus untuk anak-anak karena buku ini mengajarkan bagaimana menghargai orang lain, berterima kasih, dan meminta maaf dengan bahasa yang mudah. Bagus untuk orang dewasa dan orang tua karena mereka akan mengerti bagaimana dunia anak sebenarnya. Orang dewasa dan orang tua memang pernah menjadi anak-anak, tapi mereka juga sering lupa bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Buku ini akan membuat mereka mengingat semuanya dan tahu apa yang harus mereka lakukan kepada anak-anaknya. Bagus untuk para pendidik karena buku ini mengajarkan bahwa mendidik anak tidak harus dengan teks di buku. Dengan mencintai alam, anak akan mampu berkembang. Bagus untuk para psikolog pendidikan karena buku ini mengajarkan bagaimana cara mengenali dan menghadapi karakter-karakter anak yang unik.

Saya beri lima bintang penuh untuk buku ini. Buku yang sangat layak baca :)