Nov 30, 2012

Pendamba Bintang

Sumber gambar dari sini.
"Kau tahu mengapa aku suka bintang?" tanya si gadis sambil menunjuk bintang-bintang di langit malam.
"Entahlah. Setahuku memang dari dulu kau suka memandangi mereka," jawab pria di sampingnya dengan ragu-ragu. "Hmmm... Coba aku tebak. Kau suka karena mereka berkerlip-kerlip?"
"Bukan. Aku suka mereka karena mereka dapat memberikan harapan tak terbatas. Tidak menuntut. Bebas."
"Lalu, apakah aku bisa menjadi yang tidak terbatas bagimu?"
Sepertinya si gadis tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu. Dia terkejut. Dan merasa bersalah. Pria itu dapat menangkap reaksinya dan tidak ingin menambah rasa bersalahnya. Kemudian si pria tersenyum dan berkata, "Tidak ada manusia yang bisa menjadi tidak terbatas, bukan?"

"Oh, and you
You're always holding on to stars
You're always holding on to stars"
(Fun. - Stars)
*terinspirasi dari lirik lagu Fun. yang berjudul Stars* 

Nov 23, 2012

Harapan Terjebak Hujan

Gambar dari sini.
"Ah, mendungnya pekat sekali. Ijinkanlah aku pulang, sebelum hujan."
"Tunggulah sebentar hingga hujan datang."
"Jika hujan, aku tidak bisa pulang."
"Biarkan saja. Biar kamu di sini lebih lama dan terjebak hujan bersamaku."

Nov 16, 2012

The Time

Sumber gambar dari sini.
It's been two months, but I feel like it's been years I've known you. Does the time play tricks on me? Ah, never mind. Thank God I've known you. I wonder if God would make the time last forever.

Nov 9, 2012

The Hobbit (Buku)

Saya sebagai penggemar The Lord Of The Rings karangan J.R.R. Tolkien, tentu saja juga sudah membaca buku prekuelnya yang berjudul The Hobbit.

Gambar dari sini.
Judul: The Hobbit
Pengarang: J.R.R. Tolkien
Penerbit: Gramedia
Harga: Rp 30.000,-
Tebal: 348 halaman
Kalau versi film, memang trilogi The Lord Of The Rings lebih dulu ditanyangkan pada tahun 2001-2003 lalu. Film The Hobbit: An Unexpected Journey baru akan tayang pada 14 Desember 2012. Tapi, sebenarnya buku The Hobbit lebih dulu terbit di tahun 1937. Sedangkan buku trilogi Lord Of The Rings terbit pada tahun 1954  dan 1955.
Di sini saya ingin membahas tentang buku The Hobbit karya J.R.R. Tolkien. Di awal buku ini diceritakan tentang Bilbo Baggins (paman Frodo Baggins di film trilogi Lord of The Rings) muda yang tiba-tiba kedatangan tamu tak terduga. Banyak tamu sebenarnya. Mereka terdiri dari seorang penyihir bernama Gandalf dan 13 kurcaci. Mereka semua menawarkan (lebih terkesan memaksa sebenarnya) Bilbo untuk bergabung dengan mereka dalam sebuah perjalan mencari harta karun. Konon, harta karun itu milik bangsa kurcaci yang kini 'dijaga' oleh seekor naga bernama Smaug. Bilbo dilanda keraguan besar. Bilbo merupakan hobbit yang senang dengan kenyamanan dan ketenangan rumah, tapi darah petualang yang diwariskan oleh nenek moyangnya tak kuasa menolak ajakan ini. Entah bagaimana Bilbo memutuskan untuk bergabung dengan mereka dan melakukan perjalanan ke Gunung untuk mencari harta tersebut. Di dalam perjalan, mereka bertemu troll, goblin, laba-laba raksasa, elang yang membantu mereka, serigala jahat, manusia beruang, bangsa peri, dan Smaug sendiri. Oya, mereka juga bertemu Gollum si pemilik cincin ajaib yang nantinya cincin itu menjadi tema utama cerita trilogi Lord of The Rings.
Buku The Hobbit ini sebenarnya mempunyai sasaran pembaca anak-anak. Ya mungkin agak sedikit susah bagi anak-anak untuk memahami buku ini karena ilustrasi di buku ini sangat sedikit. Tapi, bagus buat mereka untuk membaca buku ini karena mengandung pesan tentang persahabatan. Tokoh-tokoh di dalam buku ini pun dekat sekali dengan dongeng anak-anak, seperti hobbit, kurcaci, penyihir, dan peri. Jujur, saya sedikit bosan ketika membaca buku ini, karena sedikit bertele-tele bahasanya. Ya, maklumlah, cara berbicara tokoh-tokoh di dalam cerita ini disesuaikan dengan cara 'kuno'. Tapi, sungguh imajinasi di buku ini 'liar' sekali, saya suka itu.
Buku ini saya rekomendasikan untuk dibacalah pokoknya. :D

Nov 2, 2012

Tanpa Perlu Kau Ucapkan

Gambar dari sini.
Dan kau pun berkata, "Tuhan tahu isi hati dan tujuan kita tanpa mempermasalahkan bahasa yang kita gunakan. Aku pun tahu kau mencintaiku tanpa perlu kau ucapkan."

Terima kasih, "Hulk". :)