Dec 28, 2012

Cerita 2012

Sumber gambar dari sini.
Wooo sudah hampir mencapai akhir tahun ternyata. Pingin berbagi cerita dari awal sampai akhir tahun 2012. Ya itung-itung sekalian introspeksi diri hahaha.

Sumber gambar dari sini.
Hmmm, awal tahun 2012 bukan kenangan yang indah. Saya kehilangan nenek saya. Saya ingat sekali ketika malam tahun baru harus dilalui di rumah sakit bersama anggota keluarga besar yang lain. Dan kemudian tepat tanggal 1 Januari 2012, nenek tercinta kami berpulang. Waktu itu sungguh kemeriahan tahun baru tidak terasa sama sekali. Kembali di pertengahan tahun 2012, kami kehilangan salah seorang anggota keluarga lagi. Dan jujur, sampai sekarang saya masih berpikir, "Kenapa harus dia?"

Malah ngebahas yang sedih-sedih. -_-"

Sumber gambar dari sini.
Baiklah, mari kita bahas momen yang menyenangkan. Di tahun ini saya melihat para sahabat yang menyelesaikan kewajibannya sebagai mahasiswa. Terharu dan sedih. Terharu karena melihat mereka sukses di jalan masing-masing, dan melihat suatu cita-cita serta mimpi-mimpi besar di mata mereka. Sedih karena kita terpisah untuk menempuh mimpi-mimpi yang jauh lebih besar. Boleh dibilang seperti long distance relationship (LDR) hahaha... Bakalan jarang kumpul lagi seperti dulu dan fooling around bersama. Ya, tapi kita semua tumbuh dewasa, masa' iya mau fooling around terus? Hahaha...

"Dewasa" adalah momok bagi saya. -_-"

Di tahun ini saya juga berhasil menyelesaikan kewajiban saya sebagai mahasiswa. :) Meskipun termasuk yang paling terakhir di antara sahabat-sahabat saya. Hahahaha...

Kemudian, yang tak kalah membahagiakan adalah saya berhasil menemukan seseorang yang menjadi arti penting bagi saya selama beberapa bulan ini. Semoga berlanjut ke bulan-bulan berikutnya. :) Entah saya yang menemukan atau ditemukan. Saya tak pernah yakin yang mana. Atau kita memang saling mencari dan bertemu di titik tertentu, kemudian memutuskan untuk berjalan beriringan.

Ya, seperti itulah sekelumit cerita saya di tahun 2012. Salah satu hal yang ingin saya perbaiki di tahun 2013 adalah TIDAK ADA PROKASTINASI alias menunda-nunda pekerjaan. Hahahaha... Entah apakah saya bisa melakukannya atau tidak. -_-"

Selamat datang tahun baru 2013. Semoga menjadi tahun yang baik bagi kita semua. Dan tahun yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya. :)

Dec 21, 2012

Tentangmu

Kau tahu, aku sangat beruntung memilikimu. Betapa sabarnya dirimu menghadapi diriku. Menanggapi semua amarahku dengan senyuman. Berkata dengan sabar sambil menyentuh keningku lembut, "Kamu boleh marah, tapi kepala harus dingin." Bagaimana dewasanya dirimu di saat sifat bocahku muncul. Aku selalu kalah berdebat denganmu, tapi kau selalu berhasil membuatku tertawa lepas di akhir perdebatan kita. Entah aku tertawa karena menyadari kebodohanku sendiri atau karena betapa lucunya dirimu dalam mencairkan suasana.
Kau tahu, sering aku merasa kecil ketika berada di dekatmu atau ketika aku mengingatmu. Well, bukan kecil karena badanku haha... Tapi, kecil karena aku bertanya-tanya apakah yang aku berikan telah sepadan dengan semua perhatian dan kasih sayangmu kepadaku selama ini. Sering aku merasa tidak bisa menyamaimu, apalagi menandingimu. Tapi, kau selalu membuatku merasa lebih baik ketika perasaan ini sedang kacau.
Kau tahu, banyak orang yang iri denganku. Aku bercerita banyak tentangmu kepada mereka. Betapa bangganya diriku padamu. Tak kusangka mereka iri karena aku memilikimu dengan semua sifatmu. Meskipun begitu, mereka bahagia aku bisa memilikimu.
Itulah sekelumit cerita tentang dirimu. Semoga cerita-cerita yang lain tentangmu akan terus berlanjut. :)

Dec 14, 2012

The Moment

Gambar dari sini.
Have you ever been in this moment in your life? The moment when you look into someone's eyes and think, "I can't ever ever ever lose this person."

Dec 7, 2012

Father and Son

Gambar dari sini.
Momen ini "ter-capture" ketika saya duduk di bangku belakang sebuah mobil. Saya melihat ke arah depan di mana si pengemudi sedang mengelus-elus kepala anaknya yang beranjak dewasa yang sedang duduk di sampingnya. Tidak seperti anak-anak lain seumurannya, si anak ini, errr mari kita sebut "pria ini" (karena dia mulai beranjak dewasa), pria ini tidak merasa risih atau berusaha menghindar. Ya mungkin sepele, tapi entah kenapa saya terharu melihat momen ini. Dan saya beruntung melihat momen ini. :)

Dan saya benci tidak bisa mendapatkan gambar yang lebih sesuai. (,--)/||