Mar 29, 2013

Bagian dari Diriku

Di suatu malam yang hangat dan bertabur bintang, terdapat seorang lelaki dan wanita yang sedang berbincang mengenai perpisahan.
"Mungkin besok aku akan pergi, menjalankan tugasku," kata lelaki itu.
"Besok? Waktu cepat berlalu, ya," kata si wanita. Sebenarnya dia tahu hari ini akan datang dan mereka berdua tidak bisa menghindarinya. Hanya saja, dia tidak ingin memikirkan masalah ini.
"Ya, begitulah," kata lelaki itu yang tidak tahu harus berkata apa lagi. Semakin banyak kata yang dikeluarkan akan membuat hatinya semakin pilu. Well, hati mereka berdua.
"Baiklah aku akan datang menemuimu besok pagi."
"Jangan telat, ya." Lelaki itu bersungguh-sungguh dengan kata-katanya. Dia ingin hal terakhir yang dilihatnya sebelum meninggalkan kota ini adalah wanita itu.
"Tidak akan."

Sumber gambar dari sini.
Pagi datang sangat cepat bagi mereka berdua. Wanita itu berlari kecil untuk menemui lelaki itu. Dia tahu dia tidak akan terlambat, bahkan jika dia berjalan lambat pun. Tapi, dia ingin cepat-cepat menemui lelaki itu dan menghabiskan waktu sedikit lebih lama bersamanya.
"Hai!" sapa wanita itu di tengah nafasnya yang berburu karena berlari. "Oh, kau sudah siap? Bawaanmu banyak sekali."
"Masih satu jam lagi, hanya bersiap-siap saja supaya tidak ketinggalan kereta. Duduklah, kau tidak perlu berlari-lari untuk ke sini."
"Umm... Ini ada sesuatu untukmu," kata wanita itu seraya mengeluarkan sesuatu dari tasnya. "Ambillah bagian dari diriku ini. Gantungkanlah di tempat kau tidur dan mimpikanlah aku tiap malam."
"Eh? Tidak apa?" tanya lelaki itu.
Gadis itu menggeleng dan tersenyum, kemudian berkata, "Saat kau kembali, bawalah kembali bagian kecil dari diriku ini. Dan aku akan menjadi utuh kembali. Utuh bersamamu kembali."
"If you go, take a little piece of me. Hang it by the place you sleep. And dream of me."
Matchbox Twenty - I Will
NB: cerita ini terinspirasi dari lirik lagu I Will milik Matchbox Twenty.

Mar 24, 2013

Jatuh Cinta Itu Mudah (Pada Waktunya)

Entah kenapa ketika bersama Mamas Pacar itu selalu penuh dengan cerita unik dan lucu, baik saya yang bikin ulah atau dia sendiri. Haha...
Susu Segar Cokelat dan Kebab
Pertama kali saya menguji dia adalah ketika saya ngajakin dia untuk makan kebab lanjut minum susu segar rasa cokelat. Hmmm waktu itu kita belum jadian hahaha... Dua kali saya ngajakin dia untuk makan kebab lanjut minum susu segar rasa cokelat. Saya cuma ingin tahu bagaimana reaksi dia terhadap cewek yang selera makannya tidak kira-kira. Dan ternyata dia biasa saja, tidak protes. Entah juga kalau dia hanya membatin, ya. Hihi...
Ada satu cerita di kala kita berdua terjebak hujan di kampus. Waktu itu Mamas sedang nungguin saya gladi bersih wisuda dari sore sampai malam dan sedang hujan deras. Sambil nunggu hujan reda, saya sama Mamas duduk-duduk di kampus. Tidak seperti anak-anak lain yang memilih duduk di kursi atau berdiri bagi yang tidak kebagian kursi sambil menunggu hujan reda, Mamas nyari kardus bekas untuk alas kita berdua ngesot di lantai yang dingin. Waktu itu kita berdua memang tidak kebagian kursi untuk duduk. Saya sungguh ngakak melihat kelakuan dia. Tapi, tetap saja saya mengiyakan untuk duduk berdua dengan dia di atas alas kardus bekas dan menikamti obrolan. :)
McCoffee dan Egg Muffin
Satu cerita lagi yang baru saya alami beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba saja Mamas ngajakin untuk ngegembel ke McD jam 5 pagi. Alasannya adalah untuk mencari egg muffin GRATIS. Dan entah kenapa juga saya iya-in. Sebenarnya egg muffin gratis tersedia dari jam 05.00-10.00 bagi 1000 pengunjung pertama. Dan entah kenapa Mamas pilih jam 5 pagi. Haha... Jam 4 pagi itu dia sudah sms saya, ngebangunin saya. Kemudian dengan mata setengah terpejam, saya balas, "Emang mau berangkat jam berapa?" Si Mamas bilang mau berangkat jam 05.30. Dan saya pun berpikir, well, ini masih jam 04.00 dan kamu pingin berangkat jam 05.30, KENAPA BANGUNIN JAM 04.00??? Adzan subuh saja baru mulai sekitar pukul 04.30. Berarti saya harus nganggur di jam 04.00-04.30 dan saya masih ngantuk banget! Saya membuang waktu tidur 30 menit. Udah terlanjur bangun dan idak bisa tidur lagi. Saya pasrah. Dan akhirnya dia memutuskan untuk berangkat jam 5 pagi. Baiklah. Dan kita pun ngegembel ke McD di subuh hari hingga jam 7 pagi. Hahahaha...
Yah, begitulah kisah saya sama Mamas. Dia memang lelaki yang penuh cerita dan kejutan.

Mar 15, 2013

Sempurna

"Ketika kamu mencari kesempurnaan, maka tidak akan ada ujungnya. Kau akan mencari terus menerus. Apa kau tidak lelah?"
selfnote

Mar 8, 2013

Light A Roman Candle With Me

"Datanglah ke apartemenku nanti malam," kata Neo di telepon siang ini.
"Ada apa? Kau sakit?" tanya Sarah di sela-sela kesibukannya di kantornya.
"Tidak. Aku ingin makan malam denganmu. Sekali-kali aku ingin makan malam di apartemen denganmu. Aku sedang malas untuk keluar."
"Baiklah. Perlu aku memasak untuk nanti malam?"
"Jangan. Serahkan semuanya padaku."
"Errr... Baiklah," kata Sarah kurang yakin karena Neo bukan tipe pria yang pandai dalam urusan dapur.
"Sampai ketemu nanti malam."
"Ya."

Neo membukakan pintu apartemennya dengan senyum sumringah. Sarah mengenakan terusan berbahan katun putih bermotif bunga-bunga kecil berwarna hijau. Sedangkan untuk alas kakinya, dia memakai sepatu flat berwarna putih. Santai tapi tetap manis. Rambut sebahunya dikucir sebagian dan memakai make up tipis. Neo dapat mencium wangi tubuh Sarah ketika membuka pintu apartemennya.
Sarah melihat Neo yang memakai baju santai tapi tetap rapi. Syukurlah aku tidak salah kostum, pikir Sarah. Selama ini mereka biasa makan malam di luar, jadi Sarah sendiri agak bingung dalam memilih baju untuk makan malam di apartemen malam ini. Neo memakai kemeja santai kotak-kotak berwarna biru dan jeans usang berwarna abu-abu.
"Neo! Wow!" pekik Sarah ketika mereka berdua sampai di balkon apartemen Neo. Dia melihat sebuah meja bertaplak putih dan dua kursi yang saling berhadapan. Di atas meja terdapat sebuah lilin lucu yang telah dinyalakan, dua cangkir, satu buah teko, dan hidangan yang masih tertutup.
"Hehe..." Neo tampak salah tingkah dan menggaruk-garuk belakang kepalanya. Kemudian, Neo segera menarik kursi dan mempersilakan Sarah duduk.
"Errr... Aku memesan pie apel ini. Kau tahu, aku tidak bisa memasak," kata Neo sambil membuka hidangannya. "Aku tahu kau sangat suka pie apel."
"Aku suka usahamu, sungguh," kata Sarah tulus dan tersipu malu.
"Baiklah, mari kita mulai makan malam ini. Aku akan menuangkan teh hangat ini ke cangkirmu."
Makan malam kali ini sangat sederhana tapi sangat berarti bagi mereka berdua. Mereka dapat mengobrol dengan santai dan bebas tanpa khawatir obrolan atau suara tawa mereka akan mengganggu orang lain, atau tidak perlu khawatir mengenai jam tutup restoran.
"Tunggu sebentar, aku akan masuk ke dalam dan memutar musik untuk kita berdua," kata Neo setelah makan malam mereka selesai.
Tidak lama kemudian, terdengarlah musik dari dalam. Sarah tahu lagu ini. Lagu ini merupakan lagu favoritnya. Light a roman candle with me, just a roman candle...
"Berdirilah," kata Neo sambil menggenggam tangan Sarah lembut. "Mari kita berdansa."
"Neo, aku tidak bisa berdansa," protes Sarah.
"Diamlah, aku akan menuntunmu, percayalah padaku," kata Neo lembut.
Mereka berdua pun berdansa sepanjang lagu dan diakhiri dengan ciuman mesra di bawah sinar bulan dan terang lilin malam itu.

NB: Cerita ini terinspirasi dari lagu Light A Roman Candle With Me dari Fun.