Jun 28, 2013

Mimpi Rindu

Sumber gabar dari sini.
"Kenapa kau memimpikan aku terus?"
"Entahlah. Rindu mungkin."
"Baiklah, tunggu aku, aku akan segera menemuimu."

Jun 21, 2013

Nowhere Boy (2009)

Beberapa waktu yang lalu, saya baca-baca majalah film (saya lupa namanya) dan nemu referensi tentang film yang berjudul Nowhere Boy. Awalnya saya tertarik dengan judulnya yang saya artikan sebagai "Anak Antah Berantah." Setelah saya baca, ternyata film itu merupakan film tentang masa muda John Lennon. Saya yang merupakan penggemar lagu-lagu The Beatles tertarik untuk mencari film itu.

Dan akhirnya saya mendapatkan film Nowhere Boy yang rilis di tahun 2009 ini. Film yang disutradarai oleh Sam Taylor-Wood ini berseting di Inggris pada tahun 1955-1960. Film ini ditulis oleh saudara tiri John Lennon, Julia Baird. Aaron Johnson dipercayai untuk memerankan peran utama di film ini, yaitu sebagai John Lennon muda.
Berawal dari pemakaman Paman Goerge (David Threlfall), John bertemu dengan ibu kandungnya yang telah lama terpisah yang bernama Julia (Anne-Marie Duff). John pun diam-diam mengunjungi rumah ibu kandungnya agar tidak ketahuan oleh bibinya, Mimi (Kristin Scott Thomas). Dalam kunjungan itu, John belajar banyak tentang musik bersama ibunya. Ibunya suka sekali bermain musik dan menyanyi. Darah musik pada diri John memang berasal dari Julia. Suatu hari, John dan Julia menonton pertujukan Elvis Presley. Sejak itulah John mulai tergila-gila dengan musik rock 'n roll. Kemudian dia  membentuk band rock 'n roll bersama teman-teman sekolahnya. Band pertama John mempunyai nama The Quarrymen. Pertunjukan pertama The Quarrymen disaksikan oleh Paul McCartney muda (Thomas Brodie-Sangster). Paul berniat untuk bergabung dengan The Quarrymen dengan menujukkan kepiawaiannya dalam bermain gitar kepada anggota band. John menerimanya dan menjadikannya sebagai guru menggitarnya. Dalam film ini, Paul menunjukkan pada John bahwa untuk menjadi bintang rock 'n roll itu tidak perlu bertingkah seperti berandalan karena rock 'n roll itu adalah musik, sesederhana itu. The Quarrymen menjadi semakin terkenal dan melakukan beberapa pertunjukan. Bertemulah John dengan Goerge Harrison (Sam Bell) dan mengajaknya bergabung dengan band. Film ini bisa dikatakan sebagai sejarah awal terbentuknya The Beatles.
Nowhere Boy tidak hanya bercerita tentang musik, tapi juga berbagai permasalahan pribadi yang dihadapi John Lennon muda. Sejak kecil, dia tidak diasuh oleh orang tua kandungnya, tetapi oleh paman dan bibinya. Ketika ketahuan bahwa dia telah bertemu dengan ibunya, John dimarahi oleh Mimi. John juga tidak mengetahui di mana keberadaan ayah kandungnya. Tidak ada yang mengatakan mengapa sedari kecil dia tidak diasuh oleh orang tua kandungnya atau di mana ayahnya. Mimi juga tidak terlalu suka dengan jiwa bermusik John karena itu mengganggu prestasi akademik di sekolahnya. John juga harus terpaksa pergi meninggalkan rumah Julia karena ayah tirinya tidak mengijinkannya tinggal di situ. Di rumah Mimi pun terlalu banyak peraturan yang mengekangnya.
Meskipun banyak masalah keluarga yang diungkap dalam film ini, Nowhere Boy termasuk film ringan yang cocok untuk ditonton di waktu senggang. Dari film ini, kita mengetahui bagaimana seorang remaja bernama John Lennon melalui hidupnya. Keluarga, pertemanan, dan musik adalah inti dari film ini. Menurut saya, drama dalam film ini lebih mengena daripada musiknya. Tidak terlalu 'musik' untuk ukuran film yang bercerita tentang John Lennon, tapi tetap mempunyai cerita drama yang bagus. Hmmm... Kasih berapa bintang ya enaknya??? Hehehe... Saya kasih 4 bintang dari 5 bintang untuk film ini. ;)

Jun 7, 2013

Sang Penjudi

Sore ini, aku dan kau sedang bermalas-malasan di teras rumah. Kita bercerita banyak tentang masa lalu, mulai dari waktu kita berpacaran, menikah, hingga membicarakan dua buah hati kita. Mereka berdua adalah hadiah paling indah di kehidupan kita. Kini, mereka telah dewasa dan kita pun menua. Meskipun rambutmu telah berubah warna menjadi keperakan, aku masih melihat cahaya di matamu yang tak pernah redup. Itulah yang membuatku ingin menemanimu sampai ajal menjemput kita.
Musim dingin adalah saat kita bertemu pertama kali. Usia kita hampir delapan belas tahun saat itu. Aku lebih tua beberapa bulan darimu. Sekolah kita memang sedikit gila, mengadakan pesta dansa ketika musim dingin. Aku merasakan dinginnya sampai ke tulang-tulangku. Tapi, ketika aku melihatmu, memakai gaun biru laut, seketika itu kehangatan menghampiriku. Kata orang, jika kita memandangi seseorang diam-diam, maka orang itu akan menatap kita kembali. Aku percaya itu mitos. Tapi, ternyata kau menengok ke arahku, menatapku, dan berjalan menuju ke arahku. Kemudian, kau menggenggam tanganku, menaruh tanganku yang satu di pinggulmu dan yang satu di bahumu, mengajakku berdansa. Aku bukan termasuk orang yang romantis, aku tak tahu bagaimana caranya berdansa. Beberapa kali aku menginjak kakimu dan kau hanya tertawa kecil memaklumi. Aku tak tahu apa itu cinta. Tapi, saat itu aku yakin aku mulai menyukaimu.

Sumber gambar dari sini.
Tak lama setelah itu, kita berpacaran. Banyak orang bilang bahwa kita terlalu muda untuk tahu apa itu cinta abadi. Tapi, aku berani berjanji untuk tidak akan meninggalkanmu sekali pun matahari berhenti bersinar. Orang tuamu bilang aku masih terlalu muda untuk berjanji seperti itu. Kemudian, dengan konyolnya aku berkata seperti ini ke ayahmu, "Baiklah, akan aku ubah janjiku. Aku tahu putrimu menyukai mawar. Maka, ketika aku dewasa nanti, ketika aku sudah bisa mencari nafkah, akan kubelikan putrimu toko bunga yang penuh mawar agar dia tidak akan pernah merasa kesepian." Perkataanku memang konyol, tapi itu berhasil mencairkan ketegangan di antara aku dan ayahmu karena aku berhasil membuat ayahmu tertawa. Sejak saat itu ayahmu menjadi melunak terhadapku.
Masih ingatkah kau pada musim dingin tahun 1986? Musim dingin terburuk sepanjang sejarah hidup kita. Semua petani mengalami gagal panen. Banyak hewan ternak yang terserang penyakit dan akhirnya mati. Sehingga, membuat kita harus pindah ke Arizona yang lebih bersahabat. Kepindahan kita bukan hanya untuk kita berdua saja, tapi juga untuk bayi kecil kita. Anak pertama kita, seorang laki-laki, jagoan kecil kita. Kau lihat sekarang, dia telah tumbuh menjadi pria dewasa yang tegap dan berani. Meskipun begitu, dia mewarisi cara berpikirmu. Dia selalu melihat hal-hal positif dari setiap hal. Tidak pernah berkata sesuatu yang buruk kepada semua orang yang ditemuinya.
Tak lama setelah anak pertama kita lahir, anak kedua kita menyusul untuk menyambut dunia. Tuhan mendengarkan doa kita, lengkap sudah keluarga kita dengan kehadiran si putri mungil. Putri kita mewarisi mataku. Katamu, dia mempunyai mata biru seperti mataku, mata yang selalu bersinar cerah bahkan di saat langit mendung. Aku tahu kau sulit melepaskannya saat dia harus pindah keluar kota untuk bekerja. Untung saja dia tahu kegelisahan ibunya dan meneleponmu setiap hari, menceritakan banyak hal yang dia temukan di kota barunya. Dia begitu mencintai pekerjaannya dan mengerjakan setiap hal yang diserahkan kepadanya tanpa sekali pun mengeluh. Meskipun kau masih menganggapnya putri kecil kita, tapi dia berhasil menunjukkan bahwa dia sekarang adalah seorang wanita tangguh yang tak mudah menyerah pada keadaan.
Manusia akan menua, lemah, dan kemudian mati. Beberapa waktu yang lalu, dokter baru saja memvonismu sakit parah. Bukan aku yang menguatkanmu, tapi malah kau yang menguatkanku. Kau menggenggam tanganku, rasanya masih sama seperti kau menggenggam tanganku pertama kali dulu, dan berkata bahwa kau baik-baik saja selama aku masih ada di sampingmu. Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Kau tak pernah menyerah melawan penyakitmu dan hingga kini kau masih ada di sampingku, tersenyum bersamaku. Genggamlah tanganku sekali lagi, seperti dulu, maka kau akan tahu bahwa aku akan selalu menemanimu.
Aku berhasil menepati janjiku kepada ayahmu bahwa aku akan membelikanmu sebuah toko bunga. Sekarang kau pemiliknya dan pengelolanya. Setiap sore kau pulang dari toko bunga, kau selalu memberikan kecupan manis untukku. Kemudian, kau marah-marah kepada anjing pejantan kita yang selalu saja merusak halaman rumah. Kau menyalahkanku karena memeliharanya. Aku tahu kau tidak bersungguh-sungguh marah, tapi aku selalu menikmati momen ketika kau mengomel. Sekarang hanya tinggal kita berdua dan anjing nakal kita yang menghuni rumah ini. Tapi, setiap liburan panjang, putra dan putri kita selalu pulang ke sini dan membawa serta cucu-cucu kita. Rumah mungil ini tiba-tiba saja menjadi sesak dengan kehadiran mereka. Lihat, sekarang mereka sudah datang, menyapa kita yang sedang bersantai di teras. Seperti biasa, aku akan membantumu menyiapkan makanan dan menyalakan perapian untuk makan malam.

NB: Cerita ini merupakan saduran karya saya dari lagu Fun. yang berjudul The Gambler.