Mar 26, 2015

Imajinasi

Imajinasiku tentang kamu, ah, atau lebih tepatnya tentang kita, saat ini adalah kau mengecup keningku dan memelukku setelah aku pulang kerja. Dan aku mengecup pipimu dan memelukmu setelah kau pulang dari kampus. Tapi aku tahu untuk saat ini imajinasiku tidak akan bisa menjadi kenyataan.
Gambar diambil dari Instagram @thiswildidea

Kemudian aku mengubah imajinasiku menjadi keinginanku di kehidupan masa depan kita. Kau pernah bilang bahwa kau ingin punya kantor sendiri di rumah. Di imajinasiku, kau asyik mengubah sebagian kecil dari rumah kita menjadi kantormu. Dan aku sedikit kesal ketika ruangan perpustakaan kecilku semakin sempit karena kantormu. Tapi, kau tidak mengusik ruangan bioskop kecil kita. Itu sedikit melegakan hatiku.
Di imajinasiku, setiap pagi aku menyiapkan sarapan untukmu dan kita makan bersama di dapur mini kita. Kau meminta sedikit saranku mengenai permasalahan klienmu yang akan datang hari itu. Setiap pagi aku akan membereskan meja kerjamu, menuangkan permen ke dalam toples yang isinya hampir habis, dan mengisi ulang tisu di mejamu (mungkin kau akan sering menerima klien yang akan menangis tersedu-sedu). Setiap jam 11 pagi dan jam 4 sore aku akan menyiapkan snack di mejamu untuk camilan. Mungkin aku akan mencuri resep kue dari ibuku agar aku dapat menghidangkannya di mejamu. Di malam hari aku akan menyiapkan makan malam untuk kita. Aku berjanji aku akan rajin belajar masak makanan khas Indonesia untuk makanan kita sehari-hari. Hehehe... Aku ingat ketika kita berlibur ke pantai, kamu dengan isengnya mencicipi air lautnya dan berkata, "Air lautnya kayak masakan kamu, sayang. Kurang asin." Sungguh aku tidak bisa marah kepadamu karena perkataanmu dan malah tertawa terbahak-bahak.

Gambar diambil dari Instagram @thiswildidea

Di imajinasiku, setiap akhir pekan kita membawa jalan-jalan anjing peliharaan kita. Aku ingat, kita selalu saja berdebat tentang anjing peliharaan. Kau selalu menginginkan anjing penjaga rumah seperti pitbull, rotweiller, atau pun labrador. Sedangkan aku selalu menginginkan anjing keluarga seperti golden retriever, corgi, atau pun beagle. Aku bukannya benci tipe anjing penjaga rumah. Tapi aku selalu takut karena badan mereka lebih besar dari badanku. Aku takut ketika mereka bermain bersamaku, kekuatan mereka berlebihan dan melukaiku. Tapi, mungkin aku akan membiarkanmu menang dalam hal perdebatan anjing peliharaan ini. Dan setiap akhir pekan aku akan mengomel karena mereka selalu merusak taman kecil kita, mengunyah sepatu kita, dan selalu mengencingi ban mobil kita. Kau pasti akan membela mereka karena dengan adanya mereka, rumah kita menjadi aman dari gangguan orang-orang iseng. Mereka akan membunuh tikus pengganggu dan ular menjijikkan yang berusaha masuk ke rumah kita.
Di imajinasiku, setiap akhir pekan aku akan memaksamu memasak untukku. Kau hebat dalam memasak makanan ala negara barat. Spageti dan steak buatanmu selalu enak. Pancake buatanmu berhasil membuatku tidak dapat berhenti memintanya lagi.
Untuk saat ini semua itu hanya akan menjadi imajinasiku saja. Imajinasiku tentang hidup bersamamu, pria masa depanku.